Selamat datang pengunjung |
Realestat Indonesia
Berita&Liputan

Laporan Utama

Pengembang Bukan Spekulan Tanah

JAKARTA - Banyak pihak yang belum paham, menganggap pengembang properti itu tidak ada bedanya dengan para spekulan tanah. Memborong tanah di mana-mana, untuk kemudian menjual kembali dengan harga berlipat-lipat.
Bergabung Dengan Facebook Kami

 


LIPUTAN

“Presiden mendatang diharapkan bisa meningkatkan koordinasi antar-stakeholder demi menuntaskan problem perumahan rakyat yang masih ada. Ini bukan menyuarakan aspirasi pelaku usaha, melainkan jauh lebih penting yaitu persoalan kebutuhan ketersediaan papan yang makinm eningkat,” ucap Ketua Umum Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI), Eddy Hussy, baru-baru ini, di Jakarta.

Adapun hambatan yang terjadi dalam program penyediaan hunianl ayak dan terjangkau, khususnya untuk segmen konsumen kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) antara lain;

A. PERTANAHAN
Perlunya terobosan aturan-aturan terkait agraria agar memberikan kepastian hukum dan jaminan investasi.

B. PERIZINAN
Perlunya produk kebijakan yang dapat diimplementasikan di lapangan sehingga menciptakan harmonisasi di tingkat pusat dan daerah, serta adanya komitmen dari stakeholder dalam hal kemudahan maupun waktu penyelesaian perizinan.

C. PERPAJAKAN
Perlu penyesuaian aturan perpajakan dengan kondisi dunia usaha yang terus berkembang agar memiliki nilai kompetitif dibandingkan negara lain.

D. PEMBIAYAAN
Perlunya menciptakan sistem pembiayaan yang inovatif dan berkesinambungan serta komitmen dari pelaku perbankan untuk mendukung sektor perumahan rakyat.