Selamat datang pengunjung |
Realestat Indonesia
Berita&Liputan

Laporan Utama

Pengembang Bukan Spekulan Tanah

JAKARTA - Banyak pihak yang belum paham, menganggap pengembang properti itu tidak ada bedanya dengan para spekulan tanah. Memborong tanah di mana-mana, untuk kemudian menjual kembali dengan harga berlipat-lipat.
Bergabung Dengan Facebook Kami

 


BERITA

PPH Pengembang Rumah Murah 1 Persen

JAKARTA –Backlog perumahan serta pertumbuhan kebutuhan hunian per tahun yang sangat besar diharapkan akan berkurang melalui program pembangunan sejuta rumah. Program ini sudah dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhir April 2015 lalu. Menurut Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Syarif Burhanuddin, program sejuta rumah merupakan keseriusan dan komitmen pemerintah terhadap sektor perumahan.

“Dari sisi pengembang kemudahannya juga terus diupayakan, misalnya dari sisi kemudahan perizinan baik waktu maupun biayanya. Bahkan untuk pajak penghasilan (PPH) bagi pengembang, pemerintah sudah memangkasnya dengan memberlakukannya hanya 1 persen,” ujarnya kepada housing-estate.com di Jakarta, Senin (25/5).

Ia menyebutkan keberhasilan program sejuta rumah ini perlu dukungan dan keterlibatan seluruh stakeholder. Pemerintah menyediakan pendanaan untuk subsidi dan menciptakan iklim kondusif terutama soal regulasi.

Aneka kemudahan untuk mempercepat program sejuta rumah ini, lanjut Syarif, diberikan kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan kalangan pengembang yang membangun rumah murah. Kemudahan untuk MBR antara lain uang muka 1 persen, bunga KPR subsidi 5 persen selama masa kreditnya (hingga 20 tahun), dan sebagainya.

Syarif juga menyebut pembangunan perumahan merupakan bagian terbesar dari pembangunan perkotaan. Karena itu pemerintah terus mengupayakan kebijakan untuk mengajak semua pihak berkontribusi agar pembangunan, khususnya di perkotaan bisa diwujudkan dengan seimbang sehingga masyarakat tidak perlu tinggal jauh lagi dari tempat kerjanya.

Post : Jakarta, 26 Mei 2015