Selamat datang pengunjung |
Realestat Indonesia
Berita&Liputan

Laporan Utama

Pengembang Bukan Spekulan Tanah

JAKARTA - Banyak pihak yang belum paham, menganggap pengembang properti itu tidak ada bedanya dengan para spekulan tanah. Memborong tanah di mana-mana, untuk kemudian menjual kembali dengan harga berlipat-lipat.
Bergabung Dengan Facebook Kami

 


BERITA

Optimistis Permintaan Hunian Masih Bertumbuh

Sementara itu, Presiden Direktur Paramount Land Ervan Adi Nugroho mengatakan, pihaknya optimistis permintaan hunian masih bertumbuh. Amarillo Village yang menghabiskan investasi sebesar Rp 300 miliar ini bagian dari mengantisipasi permintaan akan hunian.

Dia optimistis proyek yang baru diluncurkannya ini bakal diterima oleh pasar, sekalipun di tengah perekonomian yang melambat. Alasannya, kata dia, kebutuhan akan tempat tinggal yang nyaman dan aman di Serpong ini masih cukup tinggi.

“Banyak kalangan menilai, ekonomi melamban sehingga banyak yang melakukan penundaan pembelian ataupun juga meluncurkan proyek baru. Sekali lagi saya yakin, meski ekonomi melamban kebutuhan akan hunian masih tetap ada,” kata dia.

Menurut dia, optimisme pihaknya juga ditopang oleh desain produk yang menarik sesuai dengan kebutuhan para konsumen. Selain itu, katanya, lokasi hunian yang dikembangkan sangat prima sehingga produk yang diluncurkan bisa diterima pasar. Optimisme Ervan juga ditopang oleh terus bertumbuhnya kelas menengah di Indonesia.

Dia mengutip data World Economic Forum yang menyebutkan bahwa kelas menengah Indonesia saat ini berjumlah 45 juta. Kelompok ini diprediksi meningkat tujuh juta per tahun sehingga akan menstimulasi perkembangan bisnis properti.

“Potensi kelas menengah ini yang menjadi target market kami. Mereka memiliki daya beli sebagai end user,” kata dia.

Di sisi lain, tambahnya, di tengah perlambatan ekonomi, strategi yang dilakukan pihaknya adalah dengan melakukan inovasi. Antara lain, paparnya, menghadirkan produk yang unik dan memiliki banyak keunggulan dan disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan daya beli konsumen.

Ervan menilai, kebijakan pemerintah yang menurunkan muka (down Payment) kredit pemilikan rumah (KPR) dari 30% menjadi 20% akan mempermudah kosumen membeli rumah. “Kehadiraan Amarillo Village ini dapat menjadi salah satu pilihan tepat terutama bagi konsumen yang baru pertama kali membeli rumah maupun juga sebagai investasi,” kata Ervan.

Untuk itu, lanjutnya, Paramount Land memberikan alternatif skema pembayaran yakni dengan tunai keras, KPR, dan cicilan bertahap sampai dengan 60 bulan.

Direktur Paramount Land Andreas Nawawi menambahkan, meski kondisi ekonomi masih melambat, pihaknya masih yakin dapat bertumbuh pada tahun ini. Salah satunya adalah didukung oleh keberhasilan proyek Amarillo Village. “Klaster ini dilengkapi dengan fasilitas seperti club house, kolam renang, lapangan bola basket, dan sarana gym,” ujarnya


Post : Jakarta, 31 Juli 2015