Selamat datang pengunjung |
Realestat Indonesia
Berita&Liputan

Laporan Utama

Pengembang Bukan Spekulan Tanah

JAKARTA - Banyak pihak yang belum paham, menganggap pengembang properti itu tidak ada bedanya dengan para spekulan tanah. Memborong tanah di mana-mana, untuk kemudian menjual kembali dengan harga berlipat-lipat.
Bergabung Dengan Facebook Kami

 


BERITA

Harapan REI, Bank Indonesia Turunkan BI Rate

Real Estate Indonesia (REI) berharap agar Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan perbankan (BI Rate). Upaya itu agar dapat mendongkrak pertumbuhan sektor properti dalam negeri yang masih melesu hingga saat ini.

Sekretaris Jenderal REI, Hari Raharta Sudrajat, mengatakan, meskipun aturan BI sudah menurunkan uang muka pembelian properti dari 30 persen menjadi 20 persen, upaya itu belum mampu meningkatkan daya beli konsumen terhadap sektor properti.

"Uang muka sudah turun, kami harapkan BI Rate juga turun menjadi 5 persen atau 6 persen (saat ini BI Rate 7,5 persen)," kata Hari di Hotel Le Meridien Jakarta, Kamis 6 Agustus 2015.

Hari menilai, ‎jika BI Rate tinggi, cicilan untuk kredit pemilikan rumah (KPR) kurang bersahabat, lantaran bunganya dua digit. Padahal, masyarakat yang membeli rumah tidak hanya memikirkan uang muka, tetapi cicilan menjadi pertimbangan juga.

"Kami harapkan bunga KPR itu single digit, sekarang kan double digit, jadi masyarakat masih berat. Sekarang buat apa double digit kalau sedikit yang mengajukan KPR, mendingan single digit, tapi ini meningkatkan permintaan KPR," tuturnya.


Post : Jakarta, 10 Agustus 2015