Kilas Berita

2018, Puradelta Lestari Raup Marketing Sales Rp 884 Miliar

Administrator | Senin, 06 Mei 2019 - 11:59:03 WIB | dibaca: 178 pembaca

Foto: Istimewa

PT Puradelta Lestari Tbk. (DMAS), pengembang kawasan industri, berhasil meraih marketing sales sebesar Rp884 miliar sepanjang 2018. Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan pada 2017 dan diyakini hal tersebut terjadi karena permintaan terhadap lahan industri masih tinggi.

Tondy Suwanto, Direktur Puradelta Lestari, mengatkan bahwa permintaan terhadap lahan industri terus meningkat terutama sejak kuartal IV 2018. “Kami berhasil meraih marketing sales Rp884 miliar pada tahun 2018. Karena permintaan masih tinggi terutama dari investor asing. Adapun pada 2019 kamu yakin akan lebih baik lagi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Tondy menjelaskan dari raihan tersebut, sektor industri menyumbang marketing sales senilai Rp637 miliar atau sekitar 72% dari total marketing sales 2018, sedangkan sisanya disumbangkan oleh sektor hunian dan komersial. Dibandingkan tahun sebelumnya, kontribusi sektor hunian dan komersial terhadap marketing sales meningkat di 2018.

“Hal ini menjelaskan bahwa DMAS juga semakin agresif mengembangkan area hunian dan komersialnya untuk mewujudkan sebuah township mandiri. Hal ini juga sejalan dengan komitmen kami untuk menyediakan fasilitas pendukung yang lengkap bagi para tenant industri,” katanya.

Pada tahun 2018, DMAS telah meluncurkan kawasan hunian kelas menengah untuk memberikan akomodasi bagi para pekerja di kawasan industri DMAS dan sekitarnya. Di samping itu, DMAS bersama Panahome juga meluncurkan sebuah kluster berkonsep smart-town yang menawarkan sebuah kawasan hunian modern.

Baru-baru ini, Cikarang Japanese School juga tengah dibangun untuk memberikan fasilitas pendidikan bagi anak-anak ekspatriat Jepang yang bekerja di wilayah Cikarang dan sekitarnya. Fasilitas pendidikan yang rencananya akan beroperasi di tahun ini tersebut diharapkan dapat meningkatkan potensi area komersial di sekitarnya.

Di samping itu, area komersial juga semakin berkembang dengan bergabungnya tenant-tenant seperti chain restaurant, rumah sakit, pusat pendidikan, untuk memastikan kenyamanan bagi penghuni dan pekerja di Kota Deltamas.

Ke depan, DMAS akan terus melanjutkan pengembangan kawasan industri, komersial, dan hunian secara sinergis di Kota Deltamas. Pengembangan ini didukung oleh kondisi fundamental perusahaan yang kuat serta cadangan lahan yang masih sangat luas.

DMAS merupakan pengembang dan pengelola Kota Deltamas, kawasan perkotaan terintegrasi seluas sekitar 3.200 hektar, yang di dalamnya terdapat kawasan industri Greenland International Industrial Center (GIIC) yang merupakan salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia.

Berbagai pembangunan infrastruktur di timur Jakarta seperti jalan tol layang, LRT, proyek kereta cepat, jalan tol Jakarta-Cikampek 2 Selatan, serta pembangunan pelabuhan Patimban dan bandar udara Kertajati akan meningkatkan nilai Kota Deltamas sebagai sebuah kawasan perkotaan modern berbasis industri. (Teti Purwanti)