Jalan-Jalan

Africa Van Java

Administrator | Senin, 06 Februari 2017 - 11:29:58 WIB | dibaca: 420 pembaca

Bila Bandung terkenal dengan sebutan Paris Van Java, maka Taman Nasional Baluran di Situbondo punya julukan sebagai Afrika Van Java.  Maka dengan julukan itu Anda bisa membayangkan dan mengira seperti apa Taman Nasional ini.

Seperti kebanyakan Taman Nasional lainnya, Baluran merupakan tempat habitat flora dan fauna khas Indonesia, beragam jenis dan asal usulnya. Tetapi setidaknya apa yang ada di belantara Afrika ada di Taman Nasional Baluran.

Taman Nasional Baluran memiliki beragam obyek dan daya tarik wisata alam yang cukup beragam, terdiri dari kombinasi berbagai bentang alam mulai dari ekosistem laut hingga pegunungan, savana dan keanekaragaman jenis satwa dan tumbuhan.

Beberapa daerah di kawasan Taman Nasional Baluran yang sering dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara antara lain; Gua Jepang, Curah Tangis, Sumur Tua, Evergreen Forest, Bekol, Bama, Manting, Dermaga, Kramat, Kajang, Balanan, Lempuyang, Talpat, Kacip, Bilik, Sejileh, Teluk Air Tawar, Batu Numpuk, Pandean dan candi Bang.

Dari berbagai obyek wisata yang ada telah dikembangkan menjadi produk wisata; seperti Gua Jepang, Curah Tangis, Visitor centre, candi Bang, Savana Semiang, Savana Bekol, Evergreen Forest Bekol dan Pantai Bama.

Pantai Bama memiliki pemandangan yang eksotis, pantai ini cukup panjang dan landai, pasirnya pun relatif masih bersih dari sampah dan kotoran. Tidak adanya gunung atau bukit yang menghalangi menjadikan Pantai Bama ini tempat yang sempurna untuk menikmati sunrise.

Pemandangan matahari terbit disini terasa lebih lama dibandingkan tempat lain. Di sekitar Pantai Bama dikelilingi oleh hutan mangrove yang asri, memiliki terumbu karang sehingga cocok sekali untuk kegiatan snorkeling, diving atau sekadar menikmati pemandangan bawah laut dengan boat.

Secara geografis, kawasan Taman Nasional Baluran terletak di Kecamatan Banyuputih dengan batas-batas wilayah sebelah utara Selat Madura, sebelah timur Selat Bali, sebelah selatan Sungai Bajulmati, Desa Wonorejo dan sebelah barat Sungai Klokoran, Desa Sumberanyar.

Taman Nasional Baluran ini terdiri dari tipe vegetasi sabana, hutan mangrove, pegunungan bawah, hutan rawa dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun. Tipe vegetasi sabana mendominasi kawasan Taman Nasional Baluran yakni sekitar 40 persen dari total luas lahan.

Mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai petani dan buruh tani. Kondisi iklimnya yang kering dengan musim kemarau yang panjang membuat hasil pertanian di daerah ini kurang baik. Untuk menunjang kehidupan, penduduk sekitar kawasan sering masuk ke hutan untuk mencari buah asam, biji acacia, kemiri, gadung, kayu rencek dan pupus gebang.

Waktu terbaik bagi Anda untuk mengunjungi Taman Nasional Baluran adalah pada Maret hingga Agustus. Antara Juli hingga Agustus Anda bisa menyaksikan perkelahian antar rusa, para monyet yang berburu kepiting dan tarian burung merak.

Pada musim kering, satwa seperti rusa, banteng, burung merak yang berada di dalam hutan keluar menuju savana. Pengelola Taman Nasional Baluran menyediakan air dan kubangan, pada musim kemarau hewan keluar dan berada dekat di jalan.

Satwa-satwa ini sangat pemalu, karena jika ada mobil yang mendekat saja mereka akan kabur masuk ke dalam hutan. Jika datang saat musim hujan maka tumbuhan dan air sangat berlimpah sehingga penghuni taman seperti banteng dan kerbau liar memilih masuk ke pedalaman taman dari pada bertatap muka dengan Anda.

Baluran sangat mudah diakses. Berada 255 km dari Kota Surabaya, 35 km dari Banyuwangi, 60 km dari Situbondo dan 159 km dari Denpasar. Dalam satu hari, taman nasional ini bisa dikunjungi lebih dari 100 orang dan jumlahnya naik lima kali lipat di hari libur. Uniknya, sebagian besar justru adalah wisatawan asing.

Sayangnya, pengembangan Taman Nasional Baluran belum dilakukan secara optimal. Jarangnya hotel dan resort di sekitar Taman Nasional menyulitkan bagi para wisatawan untuk menginap. Tentunya, ini menjadi tantangan bagi pengelola untuk berani bekerja sama dengan berbagai pihak dalam pengembangan Baluran sebagai Taman Nasional.

Penginapan tersedia di Savana Bekol yang bernama Wisma Rusa. Satu kamar dapat diisi 2-3 orang.  Bila Anda berencana menginap, sebaiknya segera booking via telepon beberapa hari sebelumnya agar tidak kehabisan kamar, sebab saat long weekend wisma akan penuh.  

Selain di Savana Bekol, di Pantai Boma juga tersedia penginapan. Penginapan di pantai ini relatif lebih baik dan lebih lengkap jika dibandingkan dengan di Wisma Rusa di Bekol. Ada penginapan, kantin, mushola, beberapa kamar mandi untuk bilas dan ruang ganti, serta outbond ground. Bagi Anda yang tertarik ingin mengembangkan kawasan Taman Nasional Baluran tunggu apa lagi.