KAWASAN

Berebut Pasar Hunian untuk Ekspatriat di Cikarang

Administrator | Selasa, 29 Agustus 2017 - 11:19:08 WIB | dibaca: 395 pembaca

Saat ini tercatat ada sebanyak 650 ribu pekerja lokal dan 20 ribu pekerja asing (ekspatriat) yang setiap hari bekerja di Cikarang, Bekasi. Selain pekerja dari Asia, juga terdapat pekerja asal Amerika Serikat (AS), Australia dan Eropa.

Pasar properti di Cikarang makin prestisius sejak masuknya sejumlah pengembang besar nasional maupun internasional yang membangun berbagai proyek properti, terutama apartemen kelas menengah atas. Sebut saja PT Lippo Cikarang Tbk, PT Kawasan Industri Jababeka, Sinarmas Land, PT Cowell Development Tbk, PT Pudjiadi Prestige Tbk serta puluhan pengembang lain yang mengaku memperebutkan pasar ekspatriat.

Menurut pengamat properti, Anton Sitorus, secara karakteristik pasar hunian di kawasan industri seperti Cikarang tidak hanya diincar pengguna (end user) namun juga disukai investor. Alasannya tak lain karena daerah industri memiliki kelebihan dari sisi leasing market. Investor berburu unit untuk disewakan kepada pekerja asing atau pekerja lokal.

“Kawasan industri seperti di Cikarang sudah ada captive market-nya. Tidak hanya ekspatriat, tetapi juga end user yaitu para karyawan pabrik. Kebutuhan sewa unit hunian di kawasan industri lebih tinggi, demikian juga dengan pertumbuhan harga sewanya,” ujar dia.

Anton menambahkan, sebagai daerah dengan pertumbuhan permintaan dan pembangunan infrastruktur yang tinggi, potensi kenaikan harga properti di Cikarang diprediksi bakal mampu menandingi kawasan pengembangan di barat Jakarta seperti Serpong.

Setelah pasar properti mengalami recovery diperkirakan kenaikan harga properti di Cikarang bisa berkisar 15%-25% per tahun. Saat ini range kenaikan harganya baru sekitar 10%-20%. Cikarang memiliki potensi kenaikan harga yang lebih leluasa, karena posisinya merupakan emerging market, berbeda dengan Serpong yang sudah established.

Director, Head of Research & Consultancy Savills itu meyebutkan kawasan Cikarang mengalami pertumbuhan bisnis dan penduduk yang cukup cepat sehingga berpengaruh positif terhadap kebutuhan dan daya beli masyarakat. Sekarang di Cikarang sedikitnya ada 4.000 industri yang beroperasi dengan total pekerja mencapai 650 ribu orang, dan sekitar 20 persen diantaranya adalah ekspatriat.

Besarnya pasar ekspatriat di Cikarang bukan tanpa bukti. Beberapa proyek apartemen yang dibangun di kawasan itu selalu habis terjual. Pembelinya selain end user, juga para investor yang berusaha menangguk untung dari pasar sewa unit kepada ekspatriat maupun pekerja lokal di level menengah. Sebut saja PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) melalui anak usahanya PT Grahabuana Cikarang yang sukses menjual seluruh unit di Monroe Tower tahap 1 di Jababeka Residence hanya dalam waktu satu hari.

“Selain end user, apartemen ini diserbu banyak investor yang melihat besarnya potensi pasar sewa untuk pekerja asing,” ungkap Presiden Direktur PT Grahabuana Cikarang, Sutedja Sidarta Darmono.

Melihat tingginya minat pasar, perusahaan bahkan dalam waktu dekat berencana meluncurkan Monroe Tower tahap kedua. Monroe Tower dibangun di dalam kawasan Movieland, yang bersebelahan dengan Elvis Tower yang sudah lebih habis terjual.

Pengembang PT Selaras Inti Corpora atau Selaras Land juga sedang memasarkan kondominium eksklusif bernuansa Jepang, Grande Valore. Pasar pekerja asing (ekspatriat) terutama yang berasal dari Jepang masih menjadi target incaran. Pemilik dan CEO PT Selaras Inti Corpora, Edhijanto Widaja Taufik mengungkapkan saat ini dari total 530 unit kondominium yang dipasarkan, sekitar 75 persen sudah terjual.

“Minat konsumen membeli unit hunian di Cikarang tinggi sekali, ini didorong meningkatnya jumlah pekerja asing di Cikarang sehingga memacu pertumbuhan sewa di sini,” ungkap dia.

Pengembang ini bahkan berani menjanjikan keuntungan pasti minimal 46 persen dalam dua tahun. Hal itu karena adanya dukungan komunitas ekspatriat asal Jepang di kawasan Jababeka.

OKUPANSI SEWA TINGGI

Edhijanto menambahkan tingkat okupansi sewa di proyek tersebut tinggi mengingat pertumbuhan para pekerja asing khususnya kelompok eksekutif ekspatriat yang sudah menyatakan minat untuk tinggal di Grande Valore selama mereka bekerja di Indonesia cukup banyak.

Guna menarik minat para ekspatriat terutama yang berasal dari Jepang, Selaras land melengkapi kondominium ini dengan berbagai fasilitas yang biasa dibutuhkan ekspatriat Jepang, seperti Hakone Daiyokujyo, area mandi publik seperti yang biasa ditemui di Jepang. Selain itu ada Ikkyu Japannese Restaurant yang menyediakan aneka makanan khas Jepang, sehingga pekerja asal Jepang akan merasa seperti di rumah sendiri.

Sementara itu, Director of Business Development PT Mutiara Mitra Sejahtera (MMS), Robert Yapari mengungkapkan Cikarang merupakan kawasan industri tersibuk di Indonesia, sehingga wajar kalau daerah ini menjadi pintu gerbang masuknya pekerja asing.

“Ini menjadi pemicu banyak pengembang masuk berinvestasi di Cikarang,” papar dia. Dengan adanya regulasi baru mengenai kepemilikan properti bagi orang asing, maka ke depan pasar properti sekunder di Cikarang bukan saja untuk orang lokal tetapi juga bisa untuk orang asing.

Peluang pasar itu yang mendorong MMS menghadirkan proyek apartemen Domicilio di Cikarang. Dalam waktu dekat developer ini akan meresmikan peluncuran tower pertama dari proyek Apartemen Domicilio.

Apartemen Domicilio berlokasi di dalam superblok Cikarang Central City seluas 8,8 hektare di Jalan Cibarusah. Di kawasan terpadu itu akan terdiri dari ruko, apartemen dan hotel. Selain dekat dengan pintu tol Cikarang Barat, proyek apartemen ini pun berada dekat sejumlah pabrik besar seperti Epson, Samsung, Suzuki, Toyota, Mitsubishi, Hyundai, Omron, Scheineder, dan kawasan EJIP.

PT Pudjiadi Prestige Tbk juga tengah mengembangkan apartemen Green Palace Residence, Cikarang. Proyek ini terdiri dari tiga tower dengan total 1.300 unit apartemen. “Untuk tahap pertama kami akan kembangkan dua tower dulu,” kata, Presiden Direktur Pudjiadi Prestige, Damian Pudjiadi.

Damian menuturkan, sebanyak 10 ribu orang ekspatriat asal Jepang sudah dan akan datang bekerja di Cikarang. Potensi inilah yang berusaha digarap pihaknya. Pasar ekspatriat masih menggiurkan, terutama untuk memenuhi kebutuhan tinggal mereka selama bekerja di Indonesia. RIN