Trend

Berlomba Hadirkan Hunian Berbasis Teknologi Informasi

Administrator | Senin, 15 Januari 2018 - 10:14:16 WIB | dibaca: 213 pembaca

Konsep rumah pintar (smart home) atau komunitas pintar (smart community) kini menjadi tren bagi pengembang dalam menggarap proyek properti terlebih residensial. Hal itu didorong perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat, sehingga hampir seluruh kehidupan masyarakat kini melekat dengan sistem teknologi. Apalagi saat ini teknologi mulai digunakan pula untuk menunjang keamanan rumah.

Jadi tidak mengherankan jika kemudian banyak produk hunian yang diluncurkan mengusung konsep smart home atau smart community ini. Konsep tersebut lazimnya mencakup jaringan komunikasi yang tidak hanya berupa fasilitas internet, namun juga layanan perangkat canggih untuk mengontrol keamanan dan kenyamanan rumah, bahkan kawasan perumahan tersebut.

Pengembang pun saling berlomba menggandeng perusahaan provider teknologi informasi untuk dapat menghadirkan sistem layanan teknologi pintar guna memenuhi kebutuhan konsumen. Dan akhirnya, hunian pintar ini bukan lagi sekadar gimmick pemasaran, namun sudah menjadi sebuah keharusan.

"Seiring perkembangan masyarakat, kebutuhan terhadap penyediaan fasilitas yang ramah lingkungan dan teknologi informasi menjadi sebuah keharusan. Konsumen semakin sadar terhadap pentingnya memiliki hunian yang modern, dan didukung sistem yang bersifat technology friendly," ungkap Utama Gondokusumo, Presiden Direktur PT Inti Gria Perdana, pengembang Perumahan Serena Hills di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, kepada wartawan, baru-baru ini.

PT Inti Gria Perdana merupakan salah satu anak usaha PT Intiland Development Tbk. Menurut Utama, di kawasan tersebut pihaknya ingin mewujudkan konsep smart lifestyle sehingga tercipta sebuah lingkungan hunian nyaman dan modern yang cocok dengan gaya hidup masyarakat perkotaan saat ini, khususnya yang beraktivitas di kota besar seperti Jakarta.

Serenia Hills merupakan sebuah kawasan perumahan seluas 26 hektar di Jakarta selatan. Mulai dikembangkan tahun 2011, Serenia Hills dirancang sebagai ‘city oase’ yang mengedepankan lingkungan yang tenang dan nyaman, lokasi strategis, dan menjadi salah satu hunian favorit yang berkonsep resort.

Di Klaster Quantum yang merupakan klaster teranyar yang dipasarkan, pengembang menawarkan unit-unit rumah yang sudah dilengkapi dengan piranti elektronik dan solusi teknologi yang modern dari Panasonic.

Pengembang telah menjalin kerjasama dengan perusahaan elektronik PT Panasonic Gobel Indonesia (Panasonic) untuk mewujudkan konsep smart community di Serenia Hills.

Kerjasama ini didasari oleh komitmen kedua pihak untuk bersama-sama memajukan pasar properti, khususnya di segmen pengembangan perumahan. Langkah ini juga mempertimbangkan bahwa potensi pasar perumahan di Indonesia sangat besar dengan jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 250 juta jiwa. Pasar properti nasional tahun ini diproyeksikan akan kembali membaik dan mengalami pertumbuhan positif.

Smart Community adalah sebuah konsep gagasan pengembangan sebuah kawasan hunian yang mengedepankan aspek pendayagunaan piranti dan infrastruktur teknologi yang dapat meningkatkan kenyamanan, keamanan dan kemudahan bagi penghuninya. Piranti dan infrastruktur teknologi yang digunakan mengutamakan aspek keamanan, ramah lingkungan, hemat energi, dan kemudahan akses berbasis mobile internet yang kini telah menjadi kebutuhan masyarakat modern.

President Direktur PT Panasonic Gobel Indonesia, Hiroyoshi Suga menjelaskan dalam kerja sama ini Panasonic akan menyediakan sistem dan piranti teknologi untuk smart home solution serta network & surveillance system pada seluruh unit-unit rumah di Klaster Quantum.

Panasonic akan membuktikan kemudahan mengoperasikan Panasonic home network system yang dapat dioperasikan hanya dengan menggunakan ponsel atau piranti gawai lainnya. Dukungan tersebut juga diwujudkan Panasonic dengan menyediakan perabotan rumah tangga lain seperti lemari es, oven, dan televisi di setiap unit di klaster tersebut.

TINGKATKAN KUALITAS HIDUP
Selain Intiland, perusahaan properti PT Sentul City Tbk juga berencana menjadikan kawasan kota mandiri tersebut sebagai kota cerdas (smart city) atau digital city dengan konektivitas teknologi informasi yang terpadu.

Guna mewujudkan rencana tersebut, pengembang telah menjalin kerjasama dengan konsorsium PT Akses Prima Indonesia (API) dan PT Telkom Indonesia Tbk. dalam penyediaan infrastruktur dan layanan telekomunikasi dan multimedia berbasis fiber optic di Sentul City, Bogor.

Presiden Direktur PT Sentul City Tbk. Keith Steven Muljadi mengatakan kerjasama ini selaras dengan rencana pengembangan Smart City Establishment di Kota Sentul City.

"Ke depan, bukan hanya kualitas hidup warga di Sentul City yang akan meningkat, namun juga sangat dimungkinkan pengembangan lain yang menjadikan Sentul City sebagai pusat di bidang industri kreatif, pendidikan, dan penelitian," ungkap Keith kepada wartawan, baru-baru ini.

Didasari oleh visi Sentul City untuk menjadi perusahaan properti pilihan pertama bagi pelanggan dan pihak yang berkepentingan lainnya dengan meningkatkan kualitas hidup mereka, maka salah satu hal yang diwujudkan adalah memperbaiki infrastruktur telekomunikasi di area Sentul City dengan teknologi terkini dan terdepan.

Dengan kerjasama ini, Konsorsium API dan Telkom, yang sudah tidak diragukan peran nyatanya sebagai perusahaan teknologi informasi dan telekomunikasi terkemuka di Indonesia, akan membangun infrastruktur berbasis fiber optic hingga ke pengguna akhir yaitu rumah, kantor maupun gedung-gedung di area Sentul City.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah pembangunan BTS untuk memperkuat dan memperluas jangkauan sinyal dari operator-operator telekomunikasi. Kemudian untuk meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan ketertiban area Sentul City, dalam kerjasama ini juga akan dibangun sebuah sistem CCTV canggih dengan komando terpusat dan terpadu yang mencakup keseluruhan area Sentul City.

Sentul City diharapkan menjadi rujukan sebuah kota yang berkualitas tinggi untuk hidup yang dibangun dengan berwawasan lingkungan sekaligus dilengkapi infrastruktur informasi dan telekomunikasi berteknologi tinggi, ungkap Keith.

Executive Vice President Telkom Regional 2 Jabotabek, Teuku Muda Nanta, menambahkan Telkom melihat Kota Mandiri Sentul City memiliki prospek yang sangat bagus ke depan sebagai digital city.

"Saat ini masyarakat sudah menjadikan IndiHome sebagai solusi broadband-nya. Pelanggan IndiHome saat ini sudah tembus dua juta. Kami punya target akhir tahun bisa tembus tiga juta. Mudah-mudahan salah satu kontributornya dari Sentul City," ujar Teuku.

Dia berharap dengan adanya infrastruktur fiber optic yang bagus di Sentul City bisa menjadi nilai tambah dan mendukung perkembangan proyek kota mandiri tersebut. RIN