Peluang

Bisnis Baru Sekolah Properti

Administrator | Senin, 20 Maret 2017 - 10:47:11 WIB | dibaca: 2125 pembaca

Sekolah atau studi properti bagi sebagian masyarakat Indonesia merupakan hal yang biasa. Namun, sejalan dengan perkembangan bisnis properti yang kian bertumbuh ternyata membuat animo masyarakat untuk menjadi pengembang atau developer juga semakin meningkat.

Tentu saja, untuk menyediakan sekolah yang menjadi kebutuhan masyarakat juga bukan perkara mudah, sekaligus sekolah properti ini bisa menjadi peluang bisnis bagi pengelola. Mengikuti jejak, ciputra dan sejumlah Perguruan Tinggi yang sudah memiliki program studi properti, PT BTN (Persero) Tbk melakukan terobosan dengan mendirikan BTN Housing Finance center (HFc).

Institusi yang didirikan Oktober 2014 lalu ini fokus pada tiga bidang: learning center, research center dan advisory center. Sekarang, dengan menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB), Bank BTN mengadakan program Mini MBA di bidang properti.

Menurut Direktur Utama BTN, Maryono, program Mini MBA Properti ini merupakan kepanjangan dari lembaga BTN HFC. Tujuan utama terobosan yang terus dilakukan oleh BTN adalah untuk mempercepat program perumahan dengan menelurkan pengusaha-pengusaha baru di bidang properti sehingga bisa ikut menyemarakkan program pembangunan sejuta rumah.

“Saat ini kami sudah bekerja sama dengan sekitar 5.000 pengembang. Dengan program Mini MBA Properti ini kami ingin menciptakan lebih banyak lagi  pengusaha-pengusaha di bidang properti yang bisa langsung terjun ke lapangan mengembangkan proyek sehingga program perumahan kita juga akan semakin cepat diwujudkan,” ujarnya saat penandatanganan MOU dengan Sekolah Bisnis Manajemen (SBM) ITB di Jakarta, medio Juli 2016.

Program kuliah Mini Properti MBA ini akan setara dengan perkuliahan 3-5 SKS dan mata pelajaran yang diajarkan akan setara dan diakui. Para pengajarnya akan terdiri dari praktisi di bidang properti dan dosen dari ITB dan untuk tahap awal ini perkuliahan akan dilakukan di Kampus ITB Bandung sebelum nantinya akan dibuka juga di Jakarta. Seluruh bahan ajar akan dipampatkan dalam waktu satu bulan.  

Bukan hanya mendapatkan ilmu di bidang properti, akan ada dua hal yang bisa dicapai dengan program ini. Pertama, menciptakan entrepreneur baru di bidang properti yang bisa langsung jadi pengusaha properti karena Bank BTN akan memberikan pembiayaan pada lulusan program ini.

Kedua, bisa melanjutkan pendidikan untuk mendapatkan gelar MBA penuh di ITB. Perkuliahan pertama akan dilakukan pada Agustus 2016 dengan jumlah peserta untuk tahap awal ini sebanyak 50 orang.

Maryono menargetkan pada tahun ini bisa dihasilkan lulusan sebanyak 500 orang sehingga ada tambahan pengusaha properti baru pada tahun ini sebanyak 500 orang. Targetnya, setiap tahun bisa dihasilkan 1.000 orang pengusaha properti baru. Dekan SBM ITB Sudarso Kaderi Wiryono mengungkapkan, program Mini MBA Properti ini merupakan miniatur dari program MBA untuk menelurkan banyak lulusan yang bisa langsung mengaplikasikan ilmunya.

“Dengan adanya program ini jurusan di SBM ITB menjadi semakin lengkap karena kami memiliki program master riset dan untuk yang bisa langsung aplikatif dengan program Mini MBA Properti ini,” imbuhnya.

Biaya untuk mengikuti program ini sebesar Rp 15 juta untuk 3 SKS dan tahap awal ini didiskon 50 persen sehingga biayanya hanya Rp 7,5 juta.

Adapun silabus yang diberikan akan sangat komprehensif dengan materi yang padat dan yang terpenting adalah sesuai dengan situasi di lapangan. Dalam satu bulan tersebut para peserta didik akan diberikan materi untuk menguasai mindset of property, teknik identifikasi, pengembangan dan pembebasan lahan, pembiayaan, perizinan dan perjanjian, hingga skill manajemen properti.

Materi akan lebih dipertajam lagi pembagian bidang properti disesuaikan dengan luasan pengembangan proyek yang akan digarap, apakah skala kecil, skala menengah, hingga skala besar. Keseluruhan program dirancang juga untuk merangsang para pemula maupun masyarakat umum memiliki passion untuk bisa berkembang menjadi pengembang yang mumpuni.

Untuk pengembang skala kecil, silabus yang disampaikan meliputi teknik identifikasi lahan, jenis-jenis status kepemilikan lahan, prosedur pembebasan lahan, strategi pengembangan lahan perumahan sederhana, analisis kelayakan lahan dan lingkungan hidup, proses negosiasi awal dengan pemilik lahan, proses jual beli melalui notaris, studi kelayakan, teknik pengurusan perizinan hingga terbit IMB, aspek detil legalitas proyek, project management perumahan sederhana, juga strategi keuangan dan
perpajakan.

Selain materi ajar ini akan diadakan juga site visit ke salah satu proyek skala kecil. Untuk pengembang skala menengah, materi ajar yang disampaikan meliputi analisis proses pengembangan sebidang lahan, strategi pengembangan lahan skala menengah, analisis kelayakan lahan dan lingkungan hidup, studi kelayakan proyek, strategi pendanaan dan pengajuan kredit ke bank, analisis perizinan, perjanjian dan legalitas proyek, proyek manajemen, strategi sales dan marketing, strategi people dan organisasi, strategi keuangan dan perpajakan, dan site visit ke salah satu proyek skala menengah.

Sementara untuk pengembang skala besar materi yang disampaikan akan lebih kompleks lagi. Di antaranya yaitu analisis proses pengembangan lahan kawasan, strategi pengembangan lahan komersial, studi kelayakan properti residensial dan komersial, strategi menemukan properti di lokasi sunrise, strategi menjadi investor properti yang sukses, analisis hukum dan legalitas proyek, project management property residensial dan komersial, strategi keuangan dan perpajakan, strategi people dan organisasi dan site visit