KAWASAN

Bogor & Puncak Masih Diincar Pengembang Hotel

Administrator | Selasa, 28 November 2017 - 13:43:36 WIB | dibaca: 682 pembaca

Foto: Istimewa

Kawasan Bogor dan Puncak masih menjadi lokasi incaran untuk pengembangan resort, hotel maupun kondominium hotel. Ini terlihat dari masih maraknya pembangunan hotel di daerah wisata tersebut. Pembangunan sejumlah infrastruktur jalan dan transportasi diprediksi menjadi trigger mengapa banyak perusahaan properti dan perhotelan yang masih melirik potensi di Bogor dan Puncak.

Seperti diketahui, Bogor hingga Puncak nantinya akan ditunjang dengan berbagai jaringan jalan tol antara lain Bogor Outer Ring Road (BORR), Bogor Inner Ring Road (BIRR), jalan Poros Tengah Timur (jalur Puncak Dua), dan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi). Begitu juga dengan pembangunan infrastruktur kereta ringan (light rail transit/LRT) yang akan sampai ke Bogor.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga sudah merencanakan untuk melakukan pelebaran badan jalan jalur Puncak, Bogor, pada 2018. Nantinya badan jalan dari Gadog sampai Gunung Mas, Cisarua, akan dilebarkan dari saat ini 7 meter menjadi 11 meter. Langkah ini akan memperbaiki akses menuju Puncak, sehingga menjadi daya tarik bagi wisatawan. Kemacetan menjadi salah satu isu hangat saat ini di jalur tersebut.

Indonesia Property Watch (IPW) memproyeksikan kawasan Bogor termasuk di Puncak memiliki potensi pasokan hotel yang besar. Hingga akhir tahun ini saja, lembaga tersebut mencatat pasokan kamar hotel baru di Bogor mencapai 1.397 unit. Angka tersebut tumbuh 9% dari pasokan hotel di 2016 yang mencapai 1.262 unit.

Seluruh unit baru tersebut merupakan kamar hotel dengan kelas bintang tiga ke atas.

Kebutuhan kamar hotel yang tinggi di kawasan tersebut ditopang oleh jumlah wisatawan yang rata-rata tumbuh 3,9% per tahun. Pada tahun 2015, jumlah wisatawan ke Bogor dan sekitarnya mencapai 1,3 juta wisatawan. Dari 1,3 juta wisatawan, sekitar 70% membutuhkan akomodasi hotel dan sisanya menempuh perjalanan pulang pergi.

“Ini alasan mengapa pengembang masih gencar membangun hotel dan resort di kawasan Bogor dan Puncak, karena kebutuhannya terus meningkat juga,” ujar Direktur Eksekutif IPW, Ali Tranghanda.

Dari pantauan Majalah Realestat, di 2017 sejumlah pengembang telah meluncurkan proyek hotel dan resort baru di Bogor maupun Puncak. Sebut saja Eureka Group, Anugerah Kasih Investama Group dan PT Indra Megah Makmur (IMM).

Grup Anugerah Kasih Investama (AKI) melalui anak usahanya PT Sultan Anugerah Propertindo (SAP) menyiapkan investasi Rp 300 miliar untuk pengembangan proyek vila dan resort di kawasan Ciawi, Puncak, Bogor. Pemandangan alam pegunungan dan bentangan perkebunan teh yang hijau menjadi keunggulan proyek tersebut.

Grup Anugerah Kasih Investama dikenal sebagai pengembang spesialis pengembang resort antara lain Bhuvana Village Regency di Tangerang, The Leaf Beautique Resort di Bogor, Tavisamira Resort di Bali, dan Imperial Izumi Resort di Jawa Timur.

Direktur Pemasaran PT SAP, Bakhtiar Azami, mengatakan proyek The Leaf Boutique Resort akan terdiri dari 86 unit vila dirancang sebagai tempat berlibur yang menyenangkan untuk keluarga yang ingin melepas penat pada akhir pekan atau hari libur. Lokasi resort ini berada di Jalan Veteran, Ciawi, hanya sekitar 10 menit dari lokasi yang akan dibangun wahana wisata Future International Theme Park dan Taman Safari Indonesia.

Tahap pertama di atas lahan seluas 1,3 hektar akan dibangun 36 unit vila yang dibuat sedemikian serupa dengan sentuhan alami serta berdimensi dua lantai dengan luas bangunan 140 meter persegi dan luas tanah 150 meter persegi. Setiap unit akan dilengkapi dengan dua kamar tidur dan dua kamar mandi. Per unit vila ditawarkan kepada pembeli dengan harga Rp 2,5 miliar.

Pengembang menawarkan 18 persen rental guarantee, hanya dengan cicilan bertahap Rp 4 jutaan per bulan selama 12 tahun dan 2 tahun libur bayar. Setiap unit sudah dilengkapi private pool dan fully furnished.

Pengembang lain yang kepincut berinvestasi di Puncak adalah PT Indra Megah Makmur (IMM) yang sedang mengembangkan proyek kondominium hotel (kondotel) senilai Rp 180 miliar di Ciloto, Puncak, Bogor. Perusahaan bahkan sudah menggandeng Archipelago International sebagai manajemen hotel yang bakal mengoperasikan hotel yang diberi nama Aston Ciloto tersebut.

Direktur IMM, Nicholas Sumitro menyebutkan pembangunan kondotel ini ditargetkan sudah soft opening pada awal 2019. Berdiri di atas lahan seluas 12.250 meter persegi, dengan view Gunung Gede-Pangrango, nantinya hotel ini memiliki 153 kamar lengkap dengan berbagai fasilitas hotel bintang empat. Nicholas, untuk kebutuhan MICE tersedia enam meeting room dan sebuah ballroom dengan kapasitas 500 orang. Aston Ciloto juga memiliki wedding chapel dengan latar belakang hutan pinus. Selain fasilitas lain seperti cafe and resto, infinity pool, area bermain anak, gym dan spa.

“Kami menyisakan 80 persen lahan sebagai ruang terbuka hijau untuk menjaga kawasan hotel tetap asri," ungkap Nicholas.

LALU KENAPA PUNCAK DIPILIH SEBAGAI LOKASI PEMBANGUNAN HOTEL?

Dia mengungkapkan Puncak hingga kini masih menjadi ikon wisata bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya. Itu dibuktikan dengan traffic kendaraan roda empat di Puncak yang mencapai 36 ribu kendaraan per hari setiap akhir pekan. “Terjadi kebutuhan akomodasi yang besar di kawasan Puncak untuk memenuhi lonjakan wisatawan setiap tahunnya,” ungkap dia.

Saat ini sedikitnya ada sekitar 24 hotel dengan 1.825 kamar di Puncak. Jumlah itu masih jauh dari kebutuhan pasarnya.

INCAR PASAR MICE

Sementara Eureka Group melalui kelompok usahanya PT Nusa Raya Propertindo (NRP) sedang mengembangkan kondominium hotel (kondotel) di Bogor. Perusahaan telah mengambil alih pengembangan proyek Apartemen Green Valley Bogor di kawasan Bogor Nirwana Resort (BNR) yang kini berganti manajemen dan nama menjadi Bogorienze Hotel.

Di atas lahan seluas empat hektare akan dibangun dua tower dengan konsep holiday kondo dan kondotel. Target pasar yang dibidik adalah untuk aktivitas MICE (meeting, incentives, conferences, and event).

“Ada dua tower yang dibangun, yakni satu tower sebagai holiday kondo serta satu tower lagi berkonsep kondotel,” ungkap Direktur Utama PT NRP, Lukman Purnomosidi kepada wartawan, baru-baru ini.

Dia menambahkan untuk tower pertama dengan 300 unit kini sudah selesai konstruksinya setinggi 10 lantai, bahkan siap diserahterimakan pada awal 2018. Tower ini awalnya di konsep sebagai apartemen namun diubah menjadi holiday kondo. Hal itu didukung kondisi lahannya yang berkontur tinggi dengan view Gunung Salak. Bangunan tertinggi di Bogor tersebut akan menerapkan konsep healthy living.

Saat ini diakuinya bisnis MICE di kawasan Bogor sangat prospektif dan sedang gencar-gencarnya. Beberapa proyek apartemen dan hotel baru segera muncul dan hadir meramaikan industri MICE di kawasan tersebut. Potensi ini juga terlihat dari tingginya tingkat hunian hotel di kawasan tersebut, yang rata-rata mencapai di atas 80 persen. Lokasinya yang dekat ibu kota, pemandangan indah dan hawa nan sejuk menjadi pemicu orang melakukan aktivitas MICE di kota berjuluk Kota Hujan tersebut. RIN