TOPIK UTAMA

BTN Siap Jadi Integrator Pembiayaan Perumahan

Administrator | Kamis, 14 Maret 2019 - 10:46:35 WIB | dibaca: 26 pembaca

PT Bank Tabungan Negara Tbk siap mengambil peran menjadi integrator dalam menggerakkan sektor riil melalui pembiayaan perumahan di Indonesia serta mengambil peran dalam penyediaan rumah terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Hal tersebut dikemukakan oleh Maryono, Direktur Utama Bank BTN, di acara FIABCI Global Business Summit 2018 yang diselenggarakan Realestat Indonesia (REI) di Nusa Dua, Bali, Kamis (6/12/2018).

“Kami telah menjadi market leader untuk bisnis pembiayaan perumahan (KPR). Bahkan untuk KPR Bersubsidi kita sudah mencapai 94%,” kata dia dalam diskusi mengenai affordable housing yang merupakan bagian dari kegiatan federasi real estat dunia tersebut.

Menurut Maryono, pada 2018 Bank BTN memiliki target pembiayaan perumahan mencapai 750 ribu rumah. Dan target itu optimis tercapai, sehingga pada 2019 akan ditingkatkan menjadi 850 ribu rumah.

Dikatakan kebutuhan akan perumahan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan kelas menengah. Untuk itu, peran para pengembang khususnya REI terus dibutuhkan. Saat ini pemerintah memiliki Program Sejuta Rumah guna memenuhi kebutuhan perumahan masyarakat yang terus bertumbuh.

Dimana Bank BTN sebagai salah satu pendukung dari keseluruhan ekosistem industri perumahan membantu dari sisi pembiayaan, para pengembang membantu dari sisi penyediaan pasokan. Dan pemerintah pusat membantu dari sisi kebijakan dan pengalokasian subsidi bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah (MBR).

“Penyediaan perumahan tidak hanya urusan bank sebagai penyedia pembiayaan atau pengembang sebagai supplier. Tapi itu juga butuh peran pemerintah pusat dan daerah untuk menyediakan iklim usaha yang kondusif dengan perijinan yang ramah,” urainya.

Selain dalam upaya terus meningkatkan penyaluran KPR, Bank BTN terus mengembangkan potensi pasar yang ada dengan bergerak ke area digital. Bahkan untuk melayani segmen milenial, perseroan juga telah meluncurkan KPR milenial.

Merujuk data penyaluran KPR yang dilakukan BTN untuk MBR dalam Program Sejuta Rumah sejak 2015 terus mengalami peningkatan. Jika ditotal sejak 2015 hingga akhir September 2018, BTN telah menyalurkan KPR sebanyak 2.311.421 unit senilai Rp242,918 triliun.

Jumlah tersebut terdiri dari KPR subsidi sebanyak 1.571.740 unit senilai Rp106,523 triliun dan KPR non-subsidi mencapai 739.681 unit senilai Rp136,395 triliun.

Pencapaian BTN dari tahun ke tahun terus meningkat, jika pada tahun 2015 KPR yang disalurkan perseroan baru mencapai 474.099 unit senilai Rp52,452 triliun, maka tahun 2016 penyaluran KPR mengalami kenaikan signifikan menjadi 595.566 unit senilai Rp63,995 triliun. Kemudian angkanya kembali naik pada 2017 sebanyak 667.312 unit senilai Rp71,538 triliun.

Tahun 2019, Bank BTN berencana meningkatkan kapasitas kredit terutama dalam mendukung program pemerintah di bidang perumahan rakyat. Salah satu strategi yang akan dilakukan BTN adalah dengan manargetkan pertumbuhan laba perseroan sekitar 16%-19%. Adapun untuk target kredit dan dana pihak ketiga (DPK) BTN menargetkan pertumbuhan sekitar 15%.

Inovasi Teknologi
Sementara itu, Senior Housing Specialis World Bank, Dao Harison mengungkapkan dalam era digital inovasi teknologi yang membantu menciptakan pasar baru (disruptive innovation) dalam membantu pemerintah Indonesia untuk pengembangan rumah terjangkau.

“Saya melihat dari sisi pengembangan pembiayaan, tujuan ini agar masyarakat mendapatkan rumah layak terjangkau artinya sesuai standar dan Indonesia berada di cincin api, maka diperlukan keamanan,” ujar dia di diskusi yang sama.

Ditambahkan, dengan pengembangan tekonologi juga bisa membuat rumah hijau. Bank dunia juga sudah memiliki teknologi dalam pembangunan gedung agar bisa tahu seberapa besar hijaunya. Teknologi ini, ungkau Dao, sangat membantu dalam penyediaan hunian layak huni dan terjangkau. (Rinaldi)