Trend

Strategi Sinar Mas Land

Ciptakan Pasar Baru di Era Digital

Administrator | Selasa, 15 Januari 2019 - 13:45:26 WIB | dibaca: 60 pembaca

Kehidupan di era digital mengubah banyak kebiasaan manusia, bukan sekadar dalam memesan makan dan minum atau transportasi saja, namun dalam hal bekerja. Kalau pada era tahun 1990-an kerja di kantor menjadi penunjuk strata-sosial seorang, namun sebaliknya generasi zaman now justru lebih suka bekerja di tempat yang lebih santai, melakukan sesuatu yang berbeda-beda di dalam satu ruangan yang sama.

Karena alasan itu pula, banyak ruang kerja bersama atau co-working space mulai menjamur di mana-mana. Bahkan kelompok usaha properti Sinar Mas Land (SML) secara khusus ikut terlibat sebagai investor dalam pengembangan EV Hive, perusahaan co-working space yang telah diinkubasi oleh East Ventures di Indonesia. EV Hive The Breeze berlokasi di BSD City, Tangerang.

“Industri properti tidak bisa menutup mata dengan tren yang terjadi di dunia. Saat ini co-working space dianggap lebih praktis dan nyaman bagi karyawan untuk bekerja. Kami melihat tren itu sudah masuk ke Indonesia, dengan begitu ada kebutuhan dari pasar,” ungkap CEO Digital Venture & Emerging Business SML, Herry Santoso kepada Majalah RealEstat, baru-baru ini.

Pada praktiknya, SML menggandeng EV Hive. Secara rinci Herry menjelaskan, pihaknya memilih perusahaan tersebut sebagai mitra karena adanya kesamaan visi. Di Indonesia, sejak berdiri pada 2015, EV Hive setidaknya sudah memiliki 21 co-working space dengan total luas mencapai 30 ribu meter persegi.

“Secara rata-rata okupansinya sudah 80%. Kedepan akan kami terus kembangkan produk-produk inovatif lainnya. Baik secara fitur dan juga jumlah sesuai mimpi kami,” kata Herry.

SML juga tengah fokus menggarap perkantoran kreatif di kawasan Digital Hub seluas 25 hektar yang masih merupakan bagian dari BSD City. Digital Hub ini dibangun untuk mengakomodasi komunitas digital di BSD City dan sekitarnya. Pengembangan kawasan ini akan dilakukan selama 15–20 tahun ke depan dengan harapan menjadi Silicon Valley-nya Indonesia.

Bangun Komunitas
Menurut Herry, saat ini SML terus mendorong komunitas digital, bahkan baru-baru ini SML seakan mendapat “durian runtuh” dengan masuknya Apple Inc di BSD City. Selain Apple, di BSD terutama di Green Office Park (GOP), sudah ada Huawei, Orami.com, Sale Stock, dan Purwadika Coding School.

“Kami sedang serius membangun komunitas digital di sini. Bersyukur ini semua berjalan baik, apalagi Apple memilih BSD, padahal pasti banyak pesaing kami yang juga mengharapkan Apple masuk ke kawasannya,” ungkap Herry.

Bahkan dia melihat masuknya Apple sebagai milestone bagi SML dan juga BSD. Setidaknya dengan begitu pemerintah bahkan menteri-menteri sudah menjadikan BSD sebagai percontohan.

Diakui Herry, membangun komunitas digital tidak bisa instan. Namun, keseriusan perseroan untuk terus mendorong hal tersebut juga tidak main-main. Oleh karena itulah, BSD City sudah dilengkapi fiber optic, dengan keunggulan yang bisa open acsess, yang berarti semua provider bisa masuk tanpa ada monopoli provider telekomunikasi tertentu.

“Kami berkomitmen dengan pengembangan dunia digital, apalagi teknologi ini sekarang sudah menjadi kebutuhan dasar manusia seperti nasi. Ini satu peluang pasar yang cukup besar kalau digarap dengan benar dan serius,” pungkas Herry. (Teti Purwanti)