Kilas Berita

Cowell Development Tetap Andalkan Properti Kelas Menengah

Administrator | Rabu, 13 Maret 2019 - 10:07:27 WIB | dibaca: 25 pembaca

Foto: Istimewa

Perusahaan properti, PT Cowell Development Tbk (COWL) masih mengandalkan produk properti kelas menengah dengan harga di kisaran Rp 500 jutaan. Hal tersebut diungkapkan Presiden Direktur Cowell Development, Darwin Fernandes Manurung di Jakarta, baru-baru ini.

Dia mengatakan kelas menengah masih cukup aman dan banyak dicari oleh first buyer (pembeli pertama).

“Setidaknya hingga kuartal II tahun ini kami masih mengandalkan proyek-proyek di kelas tersebut,” ungkap dia.

Berbeda dengan segmen menengah atas yang terkena dampak karena para investor umumnya menahan investasi, menurut Darwin, untuk kelas menengah pembelian tetap terjadi karena besarnya kebutuhan tempat tinggal. Namun begitu, bukan berarti perusahaan tidak akan mengincar ceruk pasar di segmen menengah atas.

“Ya tentu kita berharap Pileg dan Pilpres bisa berjalan lancar. Nanti setelah itu baru kami akan putuskan apakah akan main lagi di segmen menengah atas,” ujar dia.

Diakui Darwin, banyak pengembang termasuk Cowell Development yang saat ini memikirkan upaya membidik generasi milenial. Segmen potensial ini menjadi pekerjaan rumah semua pengembang karena mereka lebih cenderung mengutamakan kesenangan dibanding mempunyai rumah. Meski begitu Darwin yakin kalau kaum millenial tetap butuh tempat pulang atau setidaknya untuk menyimpan barang mereka. 

Direktur Independent Cowell, Firdaus Fahmi, menambahkan pihaknya terus mempelajari kecenderungan kaum milenial agar dapat memiliki rumah termasuk gimmick penjualan yang menarik minat mereka.

Hingga kuartal III 2018, Cowell berhasil mencatatkan marketing sales sebesar Rp 420 miliar dari target Rp720 miliar sepanjang 2018, melalui tiga proyek yaitu, Lexington, The Oasis dan Borneo Paradiso.

Khusus Lexington, perusahaan tinggal menghabiskan stok yang ada karena sudah launching awal tahun. Firdaus mengatakan, perusahaan memilih strategi memperbanyak open house di Lexington. Selain melalui program buyers get buyers. (Teti Purwanti)