SEPUTAR DAERAH

Danny Wahid Terpilih Pimpin REI Jatim Fokus Perkuat Organisasi

Administrator | Rabu, 07 Maret 2018 - 13:48:48 WIB | dibaca: 656 pembaca

Musyawarah Daerah (Musda) XIV REI Jawa Timur yang berlangsung di Shangrila Hotel Surabaya, akhir Agustus lalu, berlangsung ketat, namun demokratis dan tetap kental dengan nuansa keakraban. Lewat proses pemilihan panjang hingga larut malam, akhirnya Danny Wahid terpilih sebagai Ketua DPD REI Jawa Timur periode 2017 – 2020.

Saling kejar perolehan suara, Danny Wahid akhirnya berhasil meraup 187 suara, jauh melampaui rivalnya Nurwakhid dengan 69 suara. Sementara satu calon lain yakni Wasito Agus Pramono memutuskan mundur sesaat sebelum pemungutan suara.

Sebagai langkah awal, Danny yang sebelumnya menjabat Wakil Ketua Bidang Perumahan Sejahtera Tapak REI Jatim akan melakukan konsolidasi internal dengan seluruh komisariat yang tersebar di sembilan wilayah yaitu di Sidoarjo, Gresik, Malang, Madura, Madiun, Jombang, Jember, dan Banyuwangi. Dengan tujuan memperkuat soliditas organisasi pasca musyawarah daerah yang menguras banyak energi.

“Hal lain yang akan dilakukan untuk memperkuat organisasi dan memperluas jangkauan pelayanan kepada anggota, saya akan bentuk tujuh komisariat dengan prototipe sama dengan yang sudah ada. Dengan begitu, banyak anggota di daerah semakin terlayani oleh REI,” ujar Danny usai terpilih, Rabu (30/8/2017).

Dia juga menginginkan adanya perubahan dalam pola komunikasi di internal kesekretariatan sebagai salah satu kunci sukses penunjang keberhasilan kepengurusan di masa tiga tahun mendatang. Antara lain akan menambah tiga atau empat lagi sekretaris eksekutif yang bertugas mendistribusikan dan mengkomunikasikan berbagai permasalahan yang dihadapi anggota REI Jawa Timur kepada seluruh wakil ketua terkait.

Dengan pola baru ini, ungkap Danny, diharapkan seluruh permasalahan bisa diselesaikan dengan baik dan cepat.

Memiliki latar belakang sebagai pengembang perumahan tapak, membuat Danny menyiapkan program utama untuk mewujudkan target pemerintah dalam penyediaan rumah sejahtera tapak (RST). Apalagi, selama beberapa tahun terakhir, pria kelahiran Jakarta 46 tahun silam itu, memang banyak mengurusi bidang yang sama di REI Jawa Timur.

“Pembangunan rumah subsidi di Jatim masih terkendala karena minimnya dukungan pemerintah setempat terkait perizinan, sehingga pengembangannya belum bisa dilakukan secara massal dan sesuai target. Selama ini kami masih melakukan pembangunan secara parsial di daerah tertentu,” ujar dia.

Begitu pun, dia mengaku terus membangun komunikasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan, dan berharap mereka memberi dukungan untuk kesuksesan pembangunan program sejuta rumah di Jatim. Saat ini, realisasi pembangunan rumah subsidi di Jatim baru sekitar 11 ribu unit, dari target 2017 sebanyak 25 ribu unit.

Tantangan dan Peluang
Gubernur Jawa Timur, Soekarwo yang hadir pada Musda XIV REI Jatim menitipkan pesan kepada Ketua REI Jawa Timur terpilih masa bakti 2017-2020 untuk dapat berkomunikasi secara baik dengan pemerintah pusat. Hal ini diyakini menjadi sebuah tantangan sekaligus peluang bagi ketua REI Jawa Timur mendatang.

“Caranya, masukkan negosiasi dengan pemerintah pusat sebagai salah satu program,” kata Pakde Karwo, sapaan akrabnya.

Dia menambahkan negosiasi yang perlu dilakukan adalah melakukan restrukturisasi moneter, melalui penurunan suku bunga murah dan pengurangan pajak. Menurut Pakde Karwo, kalau ingin menyelesaikan masalah perumahan, maka harus fokus pada penurunan suku bunga dan pengurangan pajak.

Melalui dua cara tersebut, kata dia, maka properti akan jalan karena masyarakat membeli rumah dengan harga yang lebih murah atau lebih terjangkau. Bunga murah yang dimaksudkannya, yakni pada kisaran satu digit. Permasalahannya, saat ini suku bunga kredit perumahan masih tinggi yakni di kisaran 14-18 persen. Hal berbeda dengan negara lain yang memberlakukan bunga rendah untuk kredit perumahan.

Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata menyebutkan, REI terus memfokuskan pada upaya mendukung Program Sejuta Rumah yang menjadi salah satu poin Nawa Cita Presiden Joko Widodo. Hal ini sejalan dengan motto “REI Garda Terdepan Membangun Rumah Rakyat” yang diikrarkan di Bali pada Maret 2017.

Eman, begitu dia biasa disapa, menuturkan bahwa REI berada di garis terdepan dalam mewujudkan pembangunan rumah rakyat. Sikap ini bertujuan untuk terus memompakan semangat kepada seluruh anggota REI dalam membangun rumah bagi MBR. Namun sebagai pasukan di garda terdepan, REI berharap ada backup dari seluruh stakeholder baik dari sisi perbankan, infrastruktur, perizinan, pertanahan, listrik, air dan lain-lain. BRN