ASPIRASI DAERAH

Data Backlog di Sulsel Harus Diperbarui

Administrator | Rabu, 26 Juni 2019 - 11:58:51 WIB | dibaca: 163 pembaca

Ketua DPD Realestat Indonesia (REI) Sulawesi Selatan, M Sadiq

Data kekurangan (backlog) perumahan dibutuhkan untuk memastikan pembangunan rumah khususnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dapat terserap dengan baik. Tanpa data backlog yang jelas, maka pembangunan dilakukan secara sporadis, tanpa melihat kebutuhan dan daya beli masyarakat.

Ketua DPD Realestat Indonesia (REI) Sulawesi Selatan, M Sadiq mengharapkan pemerintah daerah baik kota maupun kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan bisa memperbarui data backlog perumahan sekaligus dilengkapi dengan data daya beli masyarakat.

Saat ini disebutkan angka backlog di Sulsel mencapai 360 ribu unit. Namun nyatanya, banyak perumahan yang dibangun anggota REI belum terserap pasar. Ada indikasi bahwa perumahan tersebut dibangun di lokasi yang tidak sesuai dan harga yang tidak cocok.

“Karena itu, kami berharap ke depan pembangunan perumahan di Sulsel bisa mengacu data backlog yang update,” kata Sadiq kepada Majalah RealEstat, baru-baru ini.

Sadiq mengungkapkan rata-rata setiap tahun angka backlog di Sulsel bertambah 5%, sehingga dibutuhkan terobosan-terobosan yang lebih berani guna mengurangi angka backlog tersebut.

Disebutkan bahwa data backlog sangat penting agar proyek perumahan yang dibangun betul-betul sesuai ekspektasi dan harganya terjangkau oleh daya beli masyarakat. Menurut Sadiq, update data backlog bukan persoalan sulit karena cukup hanya dengan surat edaran gubernur, maka data backlog terbaru bisa diperoleh.

Ditambahkan, dengan data backlog yang update maka pembangunan rumah bersubsidi di daerah tersebut dapat lebih gencar dilakukan. Tahun ini, REI Sulsel menargetkan pembangunan 25 ribu unit rumah, dengan komposisi 80% rumah subsidi dan sisanya rumah komersial.

“Secara nasional prosentase rumah subsidi hanya 3,5 persen saja. Tetapi di Sulsel, rumah subsidi capai 80% atau 20 ribu unit,” ungkap dia.

Sadiq mengungkapkan ceruk pasar subsidi di Sulsel masih besar. Ini dilihat dari realisasi 2018, dimana dari 19 ribuan rumah yang dibangun, prosentase rumah subsidi mencapai 80%. Hal ini merupakan bentuk dukungan REI Sulsel terhadap Program Sejuta Rumah yang digalakkan sejak 2015. Sejalan dengan semangat Garda Terdepan Membangun Rumah Rakyat yang digaungkan REI sejak 2016.

Tahun lalu, lokasi pembangunan rumah subsidi tersebar di seluruh kabupaten, namun yang terbanyak di Gowa dan Maros yang merupakan jalur Mamminasata dan lokasinya paling dekat dengan Kota Makassar.

Terkait kendala, diakuinya kendala terbesar pembangunan perumahan, terutama untuk kategori hunian bersubsidi adalah biaya pembebasan lahan yang terlalu tinggi. Mahalnya harga lahan ini antara lain dipicu oleh lonjakan NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) pada sejumlah zonasi.

Selain pembebasan lahan, masalah perizinan juga masih menjadi problem di daerah tersebut karena Peraturan Pemerintah Nomor 64 Tahun 2016 tentang Pembangunan Perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah belum berjalan secara optimal.

“Kami berharap dan mendorong PP tersebut bisa secepatnya diimplementasikan, sehingga kemudahan perizinan dapat terwujud di Sulawesi Selatan,” tegas Sadiq.

Perlu Promosi Masif
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada 2019 menaikkan target Program Sejuta Rumah menjadi 1,25 juta unit. Kenaikan tersebut disambut baik REI Sulsel. “Tahun lalu kan targetnya tercapai, jadi wajar saja kalau dinaikkan,” ujar Sadiq.

Namun dia berharap program ini perlu didukung promosi yang lebih massif disamping media konvensional juga melalui internet dan media sosial, sehingga masyarakat lebih mudah mencari lokasi rumah subsidi yang diminatinya.

“Termasuk perbankan terutama Bank BTN, kami harapkan terus mendukung dalam penyaluran subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan mengurangi kekurangan atau backlog perumahan di Indonesia,” kata Sadiq.

Tahun lalu, REI Sulsel mendapat penghargaan atas kontribusi terbesar dalam penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di Bank BTN tahun 2018. Seperti diketahui, tahun lalu REI Sulsel telah membangun sebanyak 20 ribu unit rumah baik rumah subsidi maupun komersial. (Rinaldi)