Jalan-Jalan

Destinasi Wisata Baru di Pulau Awet Muda

Administrator | Selasa, 27 November 2018 - 14:14:54 WIB | dibaca: 38 pembaca

Foto: Istimewa

Barangkali belum banyak yang mengetahui kalau di ujung timur Pulau Madura terdapat sebuah destinasi wisata yang tidak hanya menyajikan pemandangan dan keindahan alam sebagai pelepas penat, tetapi juga menawarkan lingkungan yang sehat. Destinasi tersebut bernama Pulau Gili Iyang.

Ya, pulau ini persisnya terletak di Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur. Pulau Gili Iyang memiliki luas sekitar 921,2 hektar. Pulau kecil ini mulai ramai mengisi ruang pembicaraan para pehobi traveling sejak mendapatkan predikat sebagai pulau dengan kadar oksigen tertinggi kedua di dunia, setelah Yordania.

Hasil penelitian Balai Besar Teknis Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Jawa Timur menunjukkan bahwa kadar oksigen di pulau ini mencapai 21,5%. Sebagai perbandingan, daerah lain di Indonesia rata-rata memiliki kadar oksigen 20,9%.

Tingginya kadar oksigen tersebut diyakini menjadi salah satu faktor yang membuat penghuni pulau yang didominasi oleh Suku Madura ini memiliki umur yang panjang. Hal itu juga yang melatarbelakangi pulau ini diberi gelar sebagai Pulau Awet Muda.

Menjadi bagian dari 126 pulau yang terdapat di Sumenep, Pulau Gili Iyang dapat ditempuh dalam waktu 45 menit sampai 60 menit dari Pelabuhan Dungkek menggunakan perahu motor. Pelabuhan Dungkek sendiri berjarak sekitar 28 kilometer dari pusat Kabupaten Sumenep.

Dari Kota Sumenep, wisatawan dapat memanfaatkan kendaraan umum untuk menuju Pelabuhan Dungkek. Menggunakan kendaraan pribadi pun tidak masalah. Sebab, setibanya di pelabuhan, wisatawan bisa menitipkan kendaraan di rumah-rumah warga yang berada tidak jauh dari pelabuhan. Dari sini, perahu berkapasitas maksimal 30 orang pun siap mengantarkan wisatawan ke Pulau Gili Iyang.

Setibanya di Pulau Gili Iyang, beragam aktivitas dapat dilakukan. Salah satu yang menarik adalah mengelilingi pulau. Berjalan kaki barangkali pilihan terbaik sembari menikmati kesegaran udara Pulau Gili Iyang. Namun, warga setempat juga menyediakan odong-odong—kendaraan roda tiga khas setempat—bagi wisatawan tidak ingin terlalu capek dengan berjalan kaki. Meski secara umum keseluruhan pulau memiliki kadar oksigen yang tinggi, titik oksigen terbaiknya berada di Desa Bancamara.

Selama berkeliling, wisatawan bakal dibuat merasa asing dengan ketenangan yang disajikan. Kadar karbon dioksida yang hanya 265 ppm tentu membuat udara di Pulau Gili Iyang terasa segar. Yang tak kalah penting adalah, rendahnya angka kendaraan bermotor di pulau ini membuat Gili Iyang memiliki tingkat kebisingan yang rendah, yakni 36,5 db. Dua kondisi ini begitu layak menjadi alasan bahwa pulau ini sangat tepat dijadikan sebagai destinasi wisata favorit karena tidak hanya menawarkan kesegaran, tetapi juga ketenangan.

Wisata Gua
Selain kondisi oksigen, Pulau Gili Iyang juga sangat cocok dikunjungi oleh para pencinta wisata gua. Tidak kurang dari 10 gua yang dapat disusuri di wilayah ini. Beberapa di antaranya adalah Gua Mahakarya dengan luas 800 m². Gua ini memiliki 7 ruang dengan stalaktit dan stalakmit yang menakjubkan.

Ada juga Gua Syariah yang merupakan gua paling digemari oleh warga sekitar sebagai lokasi penantian beduk Magrib di kala Ramadhan. Gua Petapa Kelompang juga menarik dikunjungi untuk menapak-tilas lokasi bertapa para lelulur Pulau Gili Iyang.

Beralih ke tepian laut, tipologi pantai Pulau Gili Iyang didominasi oleh pantai berkarang. Berkunjung ke bagian ini, terutama di timur pulau, wisatawan akan disuguhkan dengan pemandangan tebingtebing karang yang tinggi.

Kondisi yang berbeda akan ditemui ketika mengunjungi pantai di darah barat pulau, yang berdekatan dengan pulau utama, Pulau Madura. Keberadaan pulau utama diyakini melindungi bagian barat Pulau Gili Iyang dari paparan gelombang dan arus laut yang kuat. Hal itu menyebabkan bagian ini memiliki wilayah pantai yang berpasir. Lokasi inilah yang dimanfaatkan warga sebagai tempat penambatan kapal dan pelabuhan.

Berpelesir ke daerah kepulauan, tentu tidak lengkap jika tidak menikmati keindahan bawah lautnya. Sebagaimana daerah kepulauan lainnya, Pulau Gili Iyang juga menawarkan wisata bawah laut yang menakjubkan. Beragam ikan serta terumbu karang menjadi pemandangan bawah laut Gili Iyang yang sayang untuk dilewatkan.

Meski tergolong destinasi wisata baru, warga Pulau Gili Iyang tampak telah siap untuk menerima dan melayani para wisatawan yang berkunjung ke daerahnya. Selain dalam hal transportasi dan tour guide, warga juga menyediakan dan menyiapkan rumah mereka bagi para wisatawan yang ingin menginap di Pulau Gili Iyang.

Fasilitas ini tentu mendukung para wisatawan untuk dapat merasakan kehidupan warga setempat seutuhnya. Jadi, jangan tunda lagi rencana berlibur di Pulau Gili Iyang, menikmati keindahan, ketenangan dan tentunya membuktikan udara segarnya. (Teti Purwanti)