INFRASTRUKTUR

Dukung Konektivitas Danau Toba Pengerjaan Tol Medan - Tebing Tinggi Digenjot

Administrator | Rabu, 10 Januari 2018 - 15:34:26 WIB | dibaca: 169 pembaca

Foto: Istimewa

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus menggenjot penyelesaian jalan tol Trans Sumatera, salah satunya adalah jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT) sepanjang 61,72 kilometer.

Pengerjaan akan dipercepat dan ditargetkan mampu mendukung aktivitas mudik Lebaran 2018. Dengan beroperasinya ruas tol ini, maka diharapkan akses wisatawan menuju Danau Toba akan semakin dari mudah, sehingga mendukung program pemerintah yang telah menetapkan danau vulkanik itu sebagai 10 destinasi wisata prioritas nasional.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengungkapkan saat ini progres konstruksi Jalan Tol MKTT secara keseluruhan telah mencapai 79,8 persen. Saat mudik Lebaran lalu, sebagian jalan tol ini bahkan telah difungsikan yakni Seksi 2-6 mulai dari Bandara Kualanamu hingga Sei Rampah sepanjang 41,6 kilometer.

“Kita akan mulai mempercepat pengerjaan ruas tol dan kita genjot lagi untuk mendukung mudik Lebaran 2018 sehingga pelayanannya bisa lebih baik lagi,” kata Basuki, baru-baru ini.

Pembangunan tol MKTT mendapatkan dukungan pembiayaan Pemerintah guna meningkatkan tingkat kelayakan investasinya. Dukungan tersebut berupa pembangunan sebagian konstruksi jalan tol pada Seksi 1 Simpang Tanjung Morawa - Simpang Perbarakan (7,5 Km) dan Seksi 2 Simpang Perbarakan - Kualanamu (7,05 Km) dengan dana APBN Rp 1,4 triliun.

Progres konstruksi yang menjadi porsi Pemerintah tersebut kini sudah 77,03 persen, sementara untuk pengadaan lahannya sudah mencapai 99,06 persen.

Sementara itu PT Jasa Marga Kualanamu Tol (JMKT) selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) mengerjakan konstruksi pada Seksi 1A Tanjung Morawa (3,5 Km), Seksi 3 Sp. Perbarakan-Sp. Lubuk Pakam (4,85 Km), Seksi 4A dan Seksi 4B Sp. Lubuk Pakam-Sp. Perbaungan (12,83 Km), Seksi 5 Sp. Perbaungan-Teluk Mengkudu (9,58 Km), Seksi 6 Teluk Mengkudu-Sei Rampah (7,79 Km) dan Seksi 7 Sei. Rampah- Tebing Tinggi (8,87 Km).

Progresnya untuk Seksi 3- 6 semuanya sudah diatas 86 persen, sedangkan Seksi 1A 12 persen, dan Seksi 7 masih dalam proses pengadaan lahan. Ditargetkan pada Desember 2017, sebagian ruas tol ini yakni Seksi 1-6 sepanjang 49,6 bisa selesai. Sisanya sepanjang 12,12 Km yakni pada Seksi 1A dan Seksi 7 dapat selesai tahun 2018.

TUNJANG AKTIVITAS EKONOMI
Jalan bebas hambatan ini akan mempercepat waktu tempuh kendaraan dari Kota Medan ke Bandara Kualanamu dan sebaliknya menjadi sekitar 30 menit dari sekarang sekitar 1 jam. Bagi masyarakat dari Kota Medan yang menuju Tebing Tinggi juga akan lebih cepat waktu tempuhnya yakni menjadi 1 jam dibandingkan saat ini sekitar 2,5-3 jam.

Selain itu juga mempercepat akses ke Kawasan Pariwisata Strategis Nasional (KSPN) Danau Toba yang akan dikembangkan menjadi satu dari 10 Bali baru, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)Sei Mangke dan Pelabuhan Kuala Tanjung.

Akses menuju Danau Toba akan semakin lancar karena Tol MKTT nantinya tersambung dengan Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat sepanjang 143,25 Km yang pembangunannya menggunakan skema penugasan Pemerintah kepada PT Hutama Karya.

Selanjutnya PT Hutama Karya bersama PT Jasa Marga dan anak perusahaan PT Waskita Karya, yaitu PT Waskita Toll Road membentuk BUJT yakni PT Hutama Marga Waksita dan ditargetkan beroperasi pada 2020 dengan masa konsesi selama 40 tahun.

Seperti halnya tol MKTT, Pemerintah akan memberikan dukungan sebagian kontruksi tol ini sepanjang 50 Km. Pengadaan tanahnya diharapkan dapat lebih cepat menggunakan skema dana talangan dari Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) dimana MoU nya telah ditandatangani pada Juni 2017.

Sementara itu, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna mengatakan, pembangunan jalan tol Medan-Kualanamu-Tebingtinggi dan nantinya akan disambung hingga Parapat adalah bagian dari upaya pembangunan sejumlah infrastruktur, dan fasilitas pendukung kawasan wisata Danau Toba.

Menurut Herry, progres dari jalan tol dengan total panjang nantinya sekitar 140 kilometer itu saat ini sedang dalam upaya menyiapkan penanganan BPJT-nya.

“Betul bahwa proyek ini merupakan upaya dalam mendukung dikembangkannya kawasan pariwisata Danau Toba, guna menciptakan simpul dan roda penggerak perekonomian di sekitarnya,” kata dia. Danau Toba merupakan bagian dari 10 KSPN yang menjadi salah satu dari tiga prioritas destinasi selain Mandalika dan Candi Borobudur. TPW