INFRASTRUKTUR

Empat Ruas Tol Trans Sumatera Rampung Tahun Ini

Administrator | Senin, 17 Juni 2019 - 13:30:12 WIB | dibaca: 450 pembaca

Foto: Istimewa

Pemerintah terus mengebut pembangunan jalan tol Trans Sumatera sepanjang 2.700 km hingga 2024. Empat ruas tol sepanjang 259 km bahkan ditargetkan dapat beroperasi pada 2019.

Keempat ruas tol yang ditargetkan beroperasi tahun ini adalah tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang - Kayu Agung - Palembang (189,2 Km), tol Medan-Binjai Segmen Jl. Veteran-Tj. Mulia (3 Km), tol Kayu Agung-Palembang-Betung segmen Kayu Agung-Jakabaring (34 Km) dan tol Pekanbaru-Dumai segmen Pekanbaru-Petapahan sepanjang 33 Km.

Selain empat ruas tol yang ditargetkan rampung tahun ini, ruas lainnya sepanjang 473 Km terus dikejar penyelesaiannya oleh Pemerintah. Ruas tersebut yakni tol Sigli-Banda Aceh (74 Km) yang ditargetkan beroperasi pada 2021, tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat (144 Km) yang ditargetkan beroperasi pada 2020, tol Indrapura-Kisaran (48 Km) yang ditargetkan beroperasi tahun 2020, tol Pekanbaru-Dumai segmen Petapahan-Duri (98 Km) yang ditargetkan beroperasi pada 2020.

Kemudian ruas tol Kayu Agung-Palembang-Betung segmen Jakabaring-Betung (78 Km) yang ditargetkan beroperasi tahun 2020 dan tol Padang-Pekanbaru segmen Padang-Sicincin sepanjang 31 Km yang ditargetkan beroperasi tahun 2020-2021.

Tol Trans Sumatera sepanjang 2.700 Km terdiri dari 2.000 Km merupakan lintas utama dan 700 Km lintas penghubung. Ditargetkan pada tahun 2024, dari Lampung hingga ke Aceh sudah tersambung jalan tol sehingga meningkatkan mobilitas dan memacu pertumbuhan ekonomi kawasan dan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sumatera.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan setelah tol Bakaheuni-Terbanggi Besar diresmikan Presiden Joko Widodo pada 8 Maret 2019, ruas tol selanjutnya yakni Terbanggi Besar - Pematang Panggang - Kayu Agung - Palembang (189,2 Km) ditargetkan bisa operasional pada Juni 2019.

Tol ini terdiri dari dua seksi yakni Seksi 1 Terbanggi Besar-Pematang Panggang (112,2 Km) dengan progres konstruksi 89,06 % dan Seksi 2 Pematang Panggang-Kayu Agung (77 Km) dengan progres konstruksi 90,80%.

“Setelah diresmikan, tol Bakauheni-Terbanggi Besar sudah bisa digunakan tanpa tarif selama dua minggu. Operasional tanpa tarif untuk dua minggu ke depan, sekaligus sebagai masa sosialisasi untuk masyarakat bisa menikmati ruas tolnya,” ujar Menteri Basuki.

Dikatakan, kehadiran tol Trans Sumatera bertujuan untuk menurunkan biaya logistik nasional serta menjadi jalan alternatif Jalan Lintas Timur Sumatera yang sudah ada.

Peresmian ruas tol tol Bakauheni-Terbanggi Besar dilakukan Presiden Jokowi di Gerbang Tol (GT) Natar yang ditandai dengan penekanan tombol sirene dan penandatanganan prasasti.

Presiden mengungkapkan peresmian ini adalah babak pertama, dan diharapkan nantinya pada Juni 2019, Bakauheni sampai ke Palembang juga sudah tersambung. 

“Saya lihat Lampung bisa dijadikan contoh dalam pembebasan lahan begitu sangat cepat. Ada yang bertanya kepada saya, ini adalah bagian dari Lampung sampai ke Aceh, kapan kira-kira Lampung sampai ke Aceh ini sambung. InshaAllah Lampung sampai ke Aceh tersambung tahun 2024,” ungkap Presiden.

Peletakan batu pertama Tol Bakauheni-Terbanggi Besar dilakukan oleh Presiden Jokowi pada 30 April 2015, sekaligus menjadi tonggak awal pengerjaan tol Trans Sumatera yang menghubungkan Lampung-Aceh.

Ruas tol Bakauheni-Terbanggi Besar dikerjakan melalui sinergi antar BUMN, yakni PT. Hutama Karya dengan empat BUMN konstruksi yaitu PT. PP, PT. Waskita Karya, PT. Adhi Karya, dan PT. Wijaya Karya.

Nilai investasi sebesar Rp 16,7 miliar dengan porsi modal atau ekuitas sebesar 51,9% dan 48,1% dipenuhi melalui skema pinjaman investasi dari tujuh bank dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero).

Koridor Pendukung
Ruas tol lain yang sudah mulai dibangun adalah Lubuk Linggau-Curup-Bengkulu sepanjang 95,8 Km yang menjadi bagian koridor pendukung Palembang-Bengkulu sepanjang total 351,5 Km.

Penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) Lubuk Linggau-Curup-Bengkulu dilakukan oleh Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit dan Direktur Utama PT. Hutama Karya Bintang Perbowo yang disaksikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah di Balai Raya Semarak, Kota Bengkulu (15/3/2019).

Tol ini terdiri dari 3 seksi yakni seksi Taba Penanjung-Bengkulu sepanjang 17,6 Km, Kepahiang-Taba Penanjung 23,7 Km dan Lubuk Linggau-Kepahiang sepanjang 54,4 Km dengan total biaya investasi Rp 33 triliun.

Diharapkan proses pengadaan lahan dapat berjalan lancar, sehingga konstruksi jalan tol dapat segera dilaksanakan dan dapat beroperasi pada Maret 2021 untuk seksi 1 Taba Penanjung-Bengkulu.

Sementara pembangunan tol Banda Aceh-Sigli sepanjang 74,82 Km yang dimulai sejak Desember 2018 progressnya juga cukup cepat, khususnya dalam proses pembebasan lahan.

“Progresnya menurut saya progresif terbilang cukup cepat, karena sekarang sudah bisa land clearing,” kata Menteri Basuki.

Saat ini progres pembebasan lahan jalan tol tersebut sudah mencapai 29,18% atau sepanjang 21,83 Km dari total panjang 74,82 Km. Khusus di seksi 4, lahan yang sudah dibebaskan sepanjang 12,68 Km dari total panjang 14,71 Km.

Pembangunan jalan tol Banda Aceh-Sigli merupakan salah satu ruas tol Trans Sumatera yang menjadi proyek strategis nasional hingga ke Lampung. Dengan dibangunnya tol akan memangkas jarak dan waktu tempuh perjalanan dari Banda Aceh ke Sigli dari sekitar 2-3 jam menjadi satu jam perjalanan.

Secara keseluruhan ruas tol Banda Aceh-Sigli ini nantinya akan terbagi enam seksi yakni Seksi 1 Padang Tiji-Seulimeum (25,2 Km), Seksi 2 Seulimeum-Jantho (6,1 Km), Seksi 3 Jantho-Indrapuri (16 Km), Seksi 4 Indrapuri-Blang Bintang (14,7 Km), Seksi 5 Blang Bintang-Kuto Baro (7,7 Km), dan Seksi 6 Kuto Baro-Simpang Baitussalam (5 Km).

Untuk mendukung pembebasan lahan, pemerintah akan menggunakan skema dana talangan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). Total investasi untuk pembangunan ruas tol Sigli – Banda Aceh ini diperkirakan sebesar Rp 12,35 triliun. (Taria Dahlan)