SEPUTAR DAERAH

Nelly Suryani Kembali Pimpin REI Papua

Fokus Pacu Pembangunan Rumah Subsidi

Administrator | Selasa, 15 Januari 2019 - 11:52:19 WIB | dibaca: 129 pembaca

Musyawarah Daerah (Musda) ke-VII Realestat Indonesia (REI) Papua yang digelar di Jayapura, Selasa (15/5/2018) kembali mempercayai Nelly Suryani untuk menjadi punggawa dan pemimpin di DPD REI paling ujung timur Indonesia tersebut. Maria, demikian dia akrab disapa terpilih untuk masa bakti 2018-2021.

Terpilih secara aklamasi, Maria meminta dukungan penuh dari seluruh anggota REI Papua.

“Saya menerima amanah ini dengan syarat kita semua wajib berkontribusi karena masa depan perusahaan kita sebenarnya ditentukan oleh diri kita sendiri. Kalau kita tidak mau saling membantu dan mendukung, maka berat buat saya memimpin untuk masa bakti tiga tahun ke depan,” ujar Maria usai terpilih.

Dirinya mengharapkan rekan-rekan pengurus yang sudah berjuang dengan hati, pikiran dan tindakan di periode kepengurusan sebelumnya untuk terus membantu dan mendukung kepengurusannya hingga tiga tahun mendatang. Menurut Maria, pengabdian rekan-rekan pengurus periode sebelumnya tetap dibutuhkan untuk memajukan organisasi REI di Papua.

Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI) Paulus Totok Lusida dalam sambutannya juga mengharapkan Pengurus REI Papua masa bakti 2018 – 2021 untuk dapat mewakafkan waktunya bekerja bagi kemajuan organisasi dan anggota. “Perjuangan kita untuk kemajuan anggota harus dengan sepenuh hati sehingga organisasi akan ikut maju juga,” kata Totok.

Diakuinya bahwa kinerja Pengurus REI Papua periode 2015 – 2018 sudah sangat bagus dan berjalan optimal. “Perjuangan Ibu Maria untuk menyuarakan kepentingan anggota REI Papua di tingkat pusat memang luar biasa besar. Kita pahami perjuangannya sudah sepenuh hati,” tegas Totok.

Target Dua Kali Lipat
Lebih jauh Maria berharap anggota REI Papua dapat menggenjot realisasi pembangunan rumah bersubsidi bagi masyarakat di Bumi Cenderawasih. Hal ini sebagai wujud komitmen REI Papua dalam mendukung Program Sejuta Rumah.

“Semoga dengan adanya dukungan dari segenap pemangku kepentingan, maka pembangunan 5.000 unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah per tahun di Papua bisa terpenuhi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Provinsi Papua Daud Ngabalin, mengatakan ceruk pasar perumahan bersubsidi di wilayahnya memang masih terbuka lebar.

“Segmen pasar perumahan khusus MBR terbesar adalah pada aparatur sipil negara (ASN), TNI, Polri, serta pegawai swasta. Sayangnya pangsa pasar tersebut belum digarap secara optimal,” ujarnya.

Untuk itu, Daud mengimbau agar melalui forum musda ini bisa dihasilkan kesepakatan antara pengembang anggota REI Papua bersama pemangku kepentingan di sektor perumahan demi terselenggaranya penyediaan hunian bagi masyarakat.

Pemerintah daerah, kata dia, berharap bahwa Musda REI Papua yang mengusung isu sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dapat terlaksana dengan baik sehingga pembangunan di Provinsi Papua bisa berjalan optimal demi kesejahteraan rakyat. Utamanya dalam hal penyediaan rumah bagi MBR.

Mengutip data Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR), imbuh Maria, realisasi penyaluran KPR bersubsidi di Papua tiga tahun lalu hanya 423 unit rumah.

“Puji syukur sekarang angkanya sudah bertumbuh menjadi 2.300 unit rumah. Begitu pula dengan pertumbuhan jumlah anggota REI Papua dari semula hanya 16 pengembang, kini sudah naik menjadi 45 developer dan masih ada lima perusahaan yang sedang mengurus keanggotaan. Ini kemajuan yang luar biasa yang terjadi di REI Papua,” ungkap Maria.

Dia mengungkapkan, pembangunan di Papua masih terkonsentrasi di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura yaitu sebesar 68,8 persen, disusul Timika 12,5%, Merauke 12%, dan Wamena 3%. Sedangkan daerah lainnya masih dalam proses untuk mulai membangun antara lain seperti di Kabupaten Nabire, Yapen, Waropen dan Keerom.

“Wajar apabila kontribusi terbesar pembangunan rumah bersubsidi di Provinsi Papua berlokasi di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Timika dan Merauke,” jelasnya.

Tahun ini REI Papua lebih fokus membangun perumahan subsidi bagi MBR, yang terdiri dari sembilan kabupaten di Papua yaitu di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Timika, Merauke, Wamena, Nabire, Keerom dan Yapen Waropen.

Dari pencapaian pengembangan rumah bersubsidi kontribusi seluruh anggota REI secara nasional sebesar 206.290 unit pada tahun 2017, Provinsi Papua hanya menyumbangkan sebanyak 2.000 unit rumah.

“Kondisi ini karena regulasi pusat dan daerah yang belum sinkron sehingga daya serap pembangunan di Papua masih sangat rendah,” kata Maria. (Oki Baren)