TOPIK UTAMA

FIABCI Global Business Summit 2018

Gaung Realestat Dunia dari Nusa Dua

Administrator | Rabu, 23 Januari 2019 - 13:19:57 WIB | dibaca: 184 pembaca

Pulau Dewata menjadi saksi kesuksesan Indonesia mengelar perhelatan dunia FIABCI Global Business Summit 2018 yang berlangsung di The Westin Resort & International Convention Center, Nusa Dua Bali dari 6-8 Desember 2018 lalu.

Ini merupakan pertama kalinya, Federasi Real Estat Dunia atau The International Real Estate Federation/FIABCI yang beranggotakan 72 negara mengadakan acara tersebut di luar Benua Eropa. Sekitar 1.500 orang hadir di event itu, dimana 350 orang diantaranya merupakan pelaku usaha dan investor asing dari sekitar 52 negara di dunia.

FIABCI adalah Organisasi yang berdiri di Prancis 72 tahun lalu, dan menjadi organisasi pelaku bisnis properti tertua dan terbesar di dunia. Saat ini, FIABCI telah ada di seluruh belahan dunia dan memiliki jaringan di PBB hingga organisasi internasional lainnya.

Indonesia ditunjuk menjadi tuan rumah kegiatan ini melalui kesepakatan pada World Congress FIABCI ke-69 yang diadakan di Dubai, Uni Emirat Arab pada April-Mei 2018.

Berbeda dengan tema-tema pertemuan FIABCI sebelumnya yang lebih banyak fokus pada topik perkotaan, green building maupun arsitektur, tahun ini di FIABCI Global Business Summit 2018 tema yang diusung adalah mengenai “Affordable Housing and Tourism Development”.

Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata mengungkapkan tema ini khusus diangkat supaya FIABCI sebagai federasi realestat dunia memberikan perhatian dan kepedulian terhadap dua pertiga penduduk dunia yang masih miskin dan berpenghasilan rendah, dimana mayoritas rakyatnya masih tinggal di hunian yang tidak layak huni.

Menurut dia, di acara ini didatangkan pembicara dari Bank Dunia dan UN Habitat dengan tujuan agar kedua lembaga dunia tersebut lebih memberikan prioritas bantuan-bantuan keuangan kepada negara ketiga termasuk Indonesia, sehingga program FLPP yang sedang digalakkan pemerintah bisa lebih maksimal.

“REI sebagai swasta yang selama ini banyak membantu pemerintah dalam program FLPP merasa perlu mensupport upaya itu, karena ini akan mendorong percepatan pembangunan rumah rakyat ke depan menjadi lebih kencang,” kata Eman, demikian Presiden FIABCI Asia Pasifik ini akrab dipanggil, kepada wartawan nasional dan lokal di Bali, Rabu 5/12/2018).

Ditambahkan, berangkat dari kepedulian terhadap kondisi masyarakat di dunia ketiga yang masih membutuhkan rumah layak huni, REI sejak dua tahun terakhir terus mengampanyekan tentang pentingnya perumahan terjangkau bagi negara dunia ketiga.

Uniknya, di berbagai negara yang pernah ditinjau, seluruh upaya penyediaan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah selalu disediakan oleh Pemerintah. Tetapi, menurut Eman, hanya di Indonesia, penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah juga dilakukan oleh sektor swasta.

Sementara mengenai topik kedua yakni tourism development, menurut Eman, didasarkan kepada kepedulian REI untuk ikut berperan mendorong masuknya investasi di industri pariwisata nasional. Indonesia memiliki sekitar 17 ribu pulau yang sebagian besar punya potensi pariwisata yang layak diperkenalkan dan ditawarkan kepada investor asing maupun lokal yang hadir di FIABCI Global Business Summit 2018.

“Selama ini banyak pengembang nasional yang sebenarnya berminat mengembangkan properti pariwisata namun masih mengalami hambatan termasuk dari sisi finansial atau perizinan. Ada juga yang sudah investasi, namun proyek belum berjalan. Lewat event ini diharapkan bisa ada solusinya,” ujar Eman.

Tiga menteri sekaligus dan sejumlah pejabat tinggi negara hadir pada kegiatan ini. Ketiga menteri yang hadir adalah Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Agraria dan Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR-BPN) Sofyan Djalil serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono yang mewakili Presiden Republik Indonesia Joko Widodo membuka secara resmi FIABCI Global Business Summit 2018.

Tampak pula hadir Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Suharso Monoarfa, Gubernur Provinsi Bali I Wayan Koster, serta World FIABCI President Assen Makedonov. (Rinaldi)