RILEKS

Ghea Indrawari, Siapkan Modal Jadi Pengembang

Administrator | Rabu, 04 Desember 2019 - 15:10:32 WIB | dibaca: 355 pembaca

Foto: Istimewa

Namanya sempat diperhitungkan saat tampil pada ajang adu bakat bernyanyi paling bergengsi di Tanah Air, Indonesian Idol. Bahkan, di kompetisi yang ditayangkan Stasiun RCTI tersebut dara cantik asal Singkawang (Kalimantan Barat) ini bisa mencapai peringkat lima besar.

Nama Ghea Indrawari atau lebih dikenal dengan Ghea Idol kini semakin dikenal khalayak ramai. Di usianya yang baru 21 tahun, dia cukup produktif berkarya. Selepas dari Indonesian Idol, pada 2018 Ghea merilis single yang berjudul “Rinduku”. Singel ini adalah ciptaan Ghea bersama Febrian Nindyo dan Ezra Mandira Sugandi yang merupakan personil HIVI.

Sampai akhirnya Ghea di tahun ini dihubungi oleh pihak Century Fox Indonesia untuk bergabung dengan sejumlah penyanyi potensial lainnya untuk menggarap lagu pendukung cerita di film X-Men: Dark Phoenix. Judul lagu yang dia bawakan adalah “Kurelakan”.

Lagu tersebut menceritakan tentang sosok salah satu tokoh di dalam film tersebut yakni Jean Grey yang mempunyai kekuatan super power di film produksi 20th Century Fox yang dirilis pada tahun ini.

Namun sukses yang dirintisnya dari nol itu bukan tanpa perjuangan. Ghea mengawali kariernya dari bawah dan tidak selalu berjalan mulus, dia mencoba memulai mengasah kemampuan vokalnya dengan cara mengcover lagu-lagu hits di laman YouTube-nya yang kini memiliki subscribers ratusan ribu. Ghea juga sering mengisi acara sebagai penyanyi di acara perkawinan dan di kafe-kafe.

Kemudian saat usianya 18 tahun dia pernah mengikuti ajang pencarian bakat Rising Star Indonesia (musim kedua), walaupun gagal dibabak “Live Show”. Hingga kemudian mengikuti audisi Indonesian Idol (musim kesembilan) dan berhasil menjadi Top 5.

Ghea juga menceritakan pengalaman pahit-manisnya menyeberang pulau untuk berkuliah di Universitas Negeri Yogyakarta jurusan Seni Musik. Dari mulai kesulitan mencari tempat kost yang sesuai dengan kemampuannya, hingga butuh waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan beda pulau.

“Pertama kali aku ke Yogyakarta yang aku cari lebih dahulu itu kost, untuk tempat tinggal. Awalnya aku pikir mudah, ternyata susahnya mencari kost-kostan yang sesuai dengan budget ku saat itu. Itu membuat aku hampir nangis karena lelahnya mondar mandir kesana-kemari,” kenangnya kepada Majalah RealEstat di Jakarta, baru-baru ini.

Berbisnis Properti
Teringat dengan pengalaman sulitnya mencari tempat kost-kostan khususnya buat wanita yang bersih nyaman dan aman namun terjangkau itulah, Ghea memiliki keinginan untuk berbisnis rumah kost-kostan kelak sebagai investasi masa depannya. Dia menyadari banyak mahasiswi dari luar Pulau Jawa yang selama ini bernasib sama dengan dirinya kesulitan mencari tempat kost.

“Aku memang punya niat berbisnis properti, salah satunya di tahap awal mau bikin rumah kost-kostan dulu untuk anak kuliah, atau kontrakan untuk tempat tinggal karyawan yang nyaman dan terjangkau,” ujar Ghea penuh semangat.

Cita-citanya untuk menjadi pengembang properti itu mendorongnya semakin giat bekerja sebagai salah satu penyanyi di Indonesia. Namun, dia mempunyai syarat sebelum terjun praktis di bisnis properti. Ghea ingin impian tersebut terealisasi jika dia sudah mampu membangun rumah untuk mama dan dirinya.

“Aku mau membuat rumah dulu untuk mama dan aku sebelum bisnis properti itu berjalan,” ujar pecinta kuliner nasional itu. Ghea adalah anak pertama dari 2 bersaudara, sejak kecil Ghea tinggal bersama adik laki-lakinya dan Ibunya yaitu Endang Winarni. Sejak kecil Ghea memiliki sifat yang mandiri dan tidak pernah puas untuk mencari pengalaman baru.

Menurut penyuka warna kalem ini, tempat tinggalnya nanti selain aman dan nyaman, juga harus memiliki halaman luas dengan pemandangan bagus. Selain itu perlu memiliki fasilitas pendukung lain guna memenuhi dan menunjang kebutuhan pekerjaannya. “Studio musik wajib ada, karena aku kan harus bermain musik setiap hari,” papar Ghea. (Rinaldi)