Kilas Berita

Gunas Land akan Bangun 10 Ribu Unit Rumah di Bekasi

Administrator | Kamis, 07 Juni 2018 - 12:51:42 WIB | dibaca: 79 pembaca

Gunas Land, salah satu pengembang yang membangun perumahan di kawasan Bekasi menargetkan mampu membangun 10 ribu unit rumah di daerah itu sebagai bagian dari kontribusi dalam mengentaskan kurangnya pasokan (backlog) rumah yang berdasarkan data Badan Pusat Statistik 2015 sudah mencapai 11,38 juta.

Direktur Gunas Land, Edward Kusuma mengatakan, saat ini pihaknya sedang mengembangkan proyek Vida Bekasi. Kontribusi Vida Bekasi terhadap Program Sejuta Rumah diakui memang masih belum banyak.

“Namun, kami optimis ke depan Vida Bekasi dapat mengembangkan hingga lebih dari 10.000 unit di kawasan Bekasi saja,” jelas Edward dalam siaran persnya, baru-baru ini.

Selain Vida Bekasi, pengembang ini juga tengah mengembangkan proyek Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) di kawasan Bantar Gebang, Bekasi, bertajuk Teras Alun-Alun. Proyek ini berada di kawasan terpadu Vida Bekasi Seluas 130 hektar.

Edward mengatakan, langkah perusahaan tersebut dilakukan setelah melihat tingginya kebutuhan hunian di daerah itu. Apalagi pertumbuhan populasi Bekasi mencapai 100.000 jiwa per tahun. Seiring hal itu, permintaan akan hunian pun terus meningkat.

Untuk memanfaatkan lahan, Teras Alun-alun dirancang dengan memikirkan semua aspek yang terkait dengan kebutuhan hidup penghuni apartemen. Aspek-aspek desain seperti penghawaan dan pencahayaan alami yang optimal sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup penghuninya, dan desain yang menarik secara psikologis dapat membuat penghuni lebih bahagia dan ingin selalu pulang ke rumah.

Proyek tersebut mulai dipasarkan pada akhir September 2017 dan diharapkan bisa menarik menarik investor maupun end user apalagi harga-harga rumah baik tapak maupun vertikal mulai membumbung tinggi di Bekasi.

Saat ini, harga lahan di Bekasi semakin sulit untuk dilakukan pembangunan rumah tapak terjangkau. Di kawasan Vida Bekasi saja, klaster terakhir bernama Botanica yang diluncurkan pada tahun lalu untuk tipe 47/60 dilepas mulai harga Rp 400 jutaan. “Dengan demikian, mau tidak mau pengembangan ke atas merupakan satu keniscayaan. Upaya ini lebih mudah karena kepemilikan lahan yang sudah lama dikantongi perusahaan,” papar Edward.

Dia mengaku pengembang swasta kesulitan membangun rusunami karena pembelian lahan baru akan menghabiskan modal di awal, sedangkan pencairan dana subsidi melalui skema FLPP Fasilitis Likuiditas Pembiayaan Perumahan) dari pemerintah akan diterima pada akhir penyelesaian proyek. TPW