TOPIK UTAMA

Harga Baru Terbit, Kuota Subsidi pun Habis

Administrator | Kamis, 03 Oktober 2019 - 10:52:42 WIB | dibaca: 389 pembaca

Sayangnya, angin segar harga rumah subsidi baru diikuti kabar yang kurang menyenangkan dan dikhawatirkan akan kembali menghambat realisasi rumah bagi mbr yakni habisnya kuota subsidi Bank BTN. Padahal seperti diketahui BTN merupakan penyalur KPR FLPP terbesar. Ada yang berseloroh kondisi ini seperti “habis terang terbitlah gelap”.

“Ya betul, jadi yang habis itu jatah kuota untuk BTN, tapi bank lain masih ada,” ungkap Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid kepada wartawan usai menjadi pembicara di sebuah diskusi di Jakarta, baru-baru ini.

Tahun ini, BTN memiliki total kuota 127.104 unit yang terdiri dari 28.744 unit fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dan 98.360 unit selisih suku bunga (SBB). Kuota BTN 75% dari total kuota anggaran pemerintah di 2019.

Namun Khalawi memastikan akan ada evaluasi dari Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) terhadap penyaluran subsidi yang dilakukan 24 bank lainnya yang kurang maksimal. Sejauh ini penyaluran subsidi oleh perbankan lain belum mencapai 50%.

“Kita akan evaluasi apakah kuota yang diberikan ke bank lain efektif atau tidak. Kalau tidak ya harus segera dimanfaatkan daripada kosong,” ujarnya.

Hingga akhir 2019 pemerintah menargetkan Rp 7,1 triliun dana subsidi dapat disalurkan untuk mendanai pembangunan 67 ribu unit rumah. Penyaluran ini dilakukan 25 bank pelaksana yang terdiri atas empat bank umum nasional, dua bank umum syariah, 13 bank pembangunan daerah dan enam bank pembangunan daerah syariah.

Khalawi menyebutkan, pemerintah akan mempertimbangkan apakah masih diperlukan tambahan kuota untuk BTN, karena masalah ini berkaitan dengan anggaran. Penambahan kuota secara otomatis akan menambah anggaran, sementara kewenangan anggaran berada di bawah Kementerian Keuangan.

Direktur Konsumer Bank BTN Budi Satria mengakui bahwa kuota subsidi FLPP Bank BTN sudah habis, sedangkan untuk subsidi selisih bunga (SSB) tinggal 30 ribuan unit yang diprediksi akan habis pada Juli 2019.

“Kami tentu berharap ada penambahan, apalagi pemerintah kan juga telah menetapkan target tahun ini mencapai 1,25 juta unit untuk program sejuta rumah,” ungkap dia.

REI mengusulkan sejumlah alternatif untuk menggunakan anggaran di luar uang negara. Saran lain, tenor KPR bisa diperpendek seiring kenaikan pendapatan dari end user sehingga anggaran subsidi bisa digunakan end user lainnya.

“End user yang mendapat fasilitas KPR bersubsidi gajinya setiap tahun naik, jadi tenornya mungkin bisa jadi 10 tahun atau diperpendek lagi. Supaya subsidi bisa dibagi dan diputar kembali untuk end user lainnya,” usul Sekjen DPP REI Totok Lusida kepada Majalah RealEstat, usai acara Halal Bi Halal DPP REI, Selasa (25/6/2019).

Selain itu, menurut Totok, dia mendapat informasi bahwa Bank BTN bersedia untuk menalangi dahulu dana untuk subsidi rumah, hanya saja butuh kepastian hukum, bisa berupa kerjasama atau penunjukan langsung. Yang terpenting aspek legalnya jelas.

Audiensi ke Menteri PUPR
Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata meyakini pemerintah akan mengambil langkahlangkah cepat untuk menuntaskan persoalan habisnya kuota subsidi FLPP Bank BTN mengingat target pembangunan sejuta rumah masih cukup banyak, dan pengembang masih punya waktu 1-2 bulan ke depan untuk merealisasikan pembangunan.

“Saya kira pemerintah akan mengambil langkah yang cepat. REI memastikan akan terus men-support program sejuta rumah yang digalakkan pemerintah, karena ini adalah program unggulan kelas dunia yang dibutuhkan masyarakat,” tegas Eman, demikian dia akrab dipanggil, usai Halal bi Halal DPP REI.

Teranyar, dalam audisensi dengan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di ruang kerja menteri pada Rabu (30/7/2019), REI yang dipimpin Ketua Umum Soelaeman Soemawinata dan Sekjen Totok Lusida telah menyampaikan langsung permintaan penambahan kuota tahun 2019 sebanyak 140.000 unit. Hadir pula Direktur Utama Bank BTN Maryono beserta sejumlah direksi lainnya.

“Sesuai hasil koordinasi dengan asosiasi lain terutama Apersi dan Himppera serta kesiapan realisasi anggota REI di daerah, maka REI tadi mengajukan kebutuhan kuota tambahan untuk tahun 2019 adalah sebanyak 140.000 unit,” ungkap Eman yang dikonfirmasi Majalah RealEstat.

Dalam audiensi tersebut, Menteri PUPR menyatakan segera mencari solusi atas permasalahan ini dan secepat mungkin akan diinformasikan kepada BTN dan REI.

Direktur Utama Bank BTN Maryono dalam kesempatan itu juga melaporkan kepada Menteri PUPR bahwa kuota pembiayaan rumah subsidi di bank tersebut sudah habis dan meminta kuota tambahan sebanyak 140.000 unit, sehingga kuota tahun ini untuk BTN menjadi total 310.000. Dikatakan BTN akan menunggu solusi dari pemerintah terkait tambahan kuota subsidi tersebut. Diakuinya permintaan KPR subsidi di BTN setiap tahun terus meningkat. (Rinaldi/Teti)