KAWASAN

Harga Hunian di Koridor Gatot Subroto Diprediksi Melejit

Administrator | Jumat, 20 Oktober 2017 - 10:37:27 WIB | dibaca: 219 pembaca

Sebagai bagian dari kawasan Segitiga Emas Jakarta, pengembangan proyek properti terutama hunian di koridor Gatot Subroto semakin marak. Lokasinya yang strategis di tengah keterbatasan lahan, menjadi alasan utama orang maupun investor berburu setiap properti yang ditawarkan di kawasan tersebut. Saat ini sedikitnya ada sekitar 10 proyek properti yang sedang dan akan dikembangkan di koridor tersebut.

Salah satunya PT Buana Pacifik International (BPI) yang sedang mengembangkan proyek Gayanti City at CBD Gatot Subroto.

Menurut Dedi Djajasastra, Direktur PT BPI, selain lokasi Jalan Gatot Subroto yang berada di kawasan segitiga emas Jakarta, faktor aksesibilitas juga menjadi keunggulan koridor Gatot Subroto. Kawasan ini bisa dijangkau dari berbagai arah, bahkan menjadi jalur penghubung antara barat dan timur Jakarta.

“Kami memprediksi harga pro-perti di koridor Jalan Gatot Subroto ini akan semakin meningkat kalau nanti infrastruktur seperti Light Rail Transit (LRT) dan Mass Rapid Transit MRT) rampung pada tahun depan,” kata Dedi kepada Majalah Realestat.

Dia memberi contoh unit aparte-men di Gayanti Residence saat diluncurkan pada 2015 masih berkisar Rp 35 juta per meter persegi. Namun saat ini sudah di kisaran Rp 45 juta per meter persegi. PT BPI optimistis dengan progres pembangunan infrastruktur transportasi yang melin-tasi koridor Gatot Subroto, harga akan terus naik.

Gayanti City at CBD Gatot Subroto sebelumnya bernama Gayanti City. Reposition brand dilakukan pengembang untuk memperjelas lokasi proyek ini berada di jantung segitiga emas Jakarta.

Proyek ini terdiri dari tiga tower yakni satu tower perkantoran premium, satu tower apartemen premium, dan satu tower apartemen berkonsep smart modern. Belum lama ini perusahaan telah melakukan pengecoran atap terakhir (topping off) tower pertama yakni Gayanti Residence. Serahterima unit di tower tersebut dijadwalkan pada Desember 2018.

Sesuai lokasinya, target pasar yang dibidik pengembang adalah para profesional dan pebisnis yang bekerja atau berkantor di salah satu gedung di CBD Jakarta. Lokasi Gayanti City juga dikelilingi sejumlah kantor kementerian dan kampus.

“Dengan pangsa pasar yang jelas di CBD Jakarta, investasi sewa di Gayanti City cukup menarik karena tarif sewanya menggunakan mata uang dollar AS. Ini hanya bisa berlaku di kawasan CBD Jakarta dan Jakarta Selatan, jadi di lokasi lain tarif sewanya tidak pakai dollar AS,” papar dia.

Menurut Dedi, saat ini penjualan Gayanti Residence sudah sekitar 70% dari total 174 unit yang dipasarkan. Pihak pengembang sudah memulai penjualan Ayala Tower yang didesain sebagai smart and modern apartment yang cocok untuk profesional yang mendambakan kehidupan dinamis.

Proyek hunian lain yang sedang dipasarkan di koridor ini adalah Samara Suites besutan pengembang Synthesis Development.

Managing Director Synthesis Square, Julius Warouw mengatakan dengan selesai dan beroperasinya infrastruktur LRT dan MRT pada 2018 atau 2019, maka bertepatan dengan siklus properti yang lagi baik, maka kenaikan harga properti di koridor Gatot Subroto bisa mencapai 2-3 kali dari yang saat ini terjadi.

Menurut dia, hal itu dikarenakan harga properti di koridor utama seperti Gatot Subroto yang rata-rata sekarang menyentuh Rp 30 juta per meter persegi dianggap sudah terlalu rendah. Sementara di koridor segitiga emas lain kisarannya sudah menyentuh di atas Rp 40 juta per meter persegi.

“Kami prediksi bisa naik hingga 300% seperti yang pernah terjadi pada kurun waktu 2010 sampai 2011,” papar Julius. Samara Suites menawarkan konsep Business Apartment pertama di Indonesia, dekat dengan LRT dan memiliki konsep manajemen pengelolaan investasi.

Pengamat Tata Kota, Nirwono Joga menilai properti di sekitar transportasi publik pasti akan mengalami kenaikan. Itulah mengapa banyak pengembang saat ini mengincar lahan-lahan yang berada di jalur LRT dan MRT. Keberadaan jalur transportasi massal itu akan memudahkan mobilisasi orang menuju segala arah. RIN