SEPUTAR DAERAH

Jadi Ketua REI Sulsel

H.M Sadiq Dorong Kemudahan Perizinan Perumahan

Administrator | Rabu, 30 Mei 2018 - 11:41:57 WIB | dibaca: 81 pembaca

Kendala terbesar pembangunan perumahan, terutama untuk kategori hunian bersubsidi adalah biaya pembebasan lahan yang terlalu tinggi. Mahalnya harga lahan ini antara lain dipicu oleh lonjakan NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) pada sejumlah zonasi.

Hal itu diungkapkan Ketua Dewan Pengurus Daerah Realestat Indonesia (DPD REI) Sulawesi Selatan periode 2017-2020, H.M Sadiq usai terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) REI Sulsel ke-XII di Grand Clarion Hotel Makassar, Senin (9/10).

Selain pembebasan lahan, masalah perizinan juga masih menjadi problem di daerah tersebut karena Peraturan Pemerintah Nomor 64 Tahun 2016 tentang Pem-bangunan Perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah belum berjalan secara optimal.

“Kami berharap dan mendorong PP tersebut bisa secepatnya diimplementasikan, sehingga kemudahan perizinan dapat terwujud di Sulawesi Selatan,” tegas Sadiq. Harapan itu sejalan dengan tema yang diusung dalam Musda ke-XII REI Sulsel yakni “Optimalisasi Peran Mitra Kerja Pemerintah Dalam Mewujudkan Sejuta Rumah”.

Selain memilih Ketua REI Sulsel yang baru hingga tiga tahun ke depan, musyawarah daerah ini juga melakukan evaluasi program kerja DPD REI Sulsel periode 2014-2017 dan menetapkan program kerja REI Sulsel untuk periode 2017-2020. Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) REI, Soelaeman Soemawinata dalam sambutannya mengatakan, belum bergulirnya PP 64 tahun 2016 dipicu adanya sejumlah persyaratan yang kurang aplikatif.

“Untungnya, pemerintah pusat bersikap sangat kooperatif dan terbuka atas semua masukan. Saat ini, pemerintah tengah melakukan inventarisasi seluruh kebijakan di tingkat pusat maupun daerah agar bisa diakselerasikan dengan upaya percepatan realisasi program sejuta rumah,” kata Eman, sapaan akrab Ketua Umum DPP REI.

Ditengah kondisi sektor properti yang kurang menguntungkan saat ini, Eman meminta semua pihak untuk bersinergi dan bekerja ekstra keras serta memberikan umpan balik yang positif kepada pemerintah.

Menurut dia, industri properti diharapkan dapat berkontribusi dan berperan positif bagi perekonomian lokal. Baik dari sisi penciptaan lapangan pekerjaan, mendorong pergerakan industri ikutan, berkontribusi terhadap setoran pajak, dan lain-lain. Eman berpesan agar hubungan harmonis antara REI Sulsel dengan pemangku kebijakan di daerah bisa lebih dipererat lagi. “Semoga hubungan yang harmonis antara REI Sulsel bersama pemerintah daerah bisa terus dirawat, jangan seperti minyak dan air,” selorohnya.

Menanggapi dinamika Musda REI Sulsel, dia menilai pergantian kepengurusan di internal REI Sulsel yang berlangsung tertib, aman dan lancar memperlihatkan REI Sulsel adalah salah satu DPD REI yang sudah matang dalam menjalankan demokrasi.

TANTANGAN BESAR
Sebelumnya, ketika membuka Musda ke-XII REI Sulsel, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo memaparkan bahwa perekonomian di provinsi tersebut terus menunjukkan kondisi membaik.

Seperti diketahui, Provinsi Sulawesi Selatan pada triwulan II 2017 kembali mencatatkan pertumbuhan yang signifikan, yakni 6,63 persen. Angka itu jauh melampaui pertumbuhan nasional sebesar 5,01 persen.

“Selama delapan tahun berturut-turut pertumbuhan ekonomi kita di atas 7 persen, malah pernah mencapai 8,2 persen,” ungkap Syahrul Yasin Limpo. Dalam hal pembangunan fisik, khususnya penyediaan hunian bagi masyarakat, Gubernur Sulsel ini mengutarakan apresiasi kepada organisasi REI.

“Anda sudah menorehkan suatu keberhasilan karena ketersediaan papan menjadi salah satu ciri keberhasilan suatu daerah. Sulsel sudah menyelesaikan persoalan sandang, pangan dan papan, bahkan sampai ke masalah pendidikan dan kesehatan,” ujar dia.

Tahun ini, DPD REI Sulsel menargetkan pembangunan 15.000 unit rumah subsidi. Dimana hingga September 2017, sudah terealisasi sebanyak 13.000 unit. Syahrul berharap, kehadiran REI bisa mengakselerasi program pembangunan perumahan sebagai bagian dari kebijakan pemerintah pusat. Pihaknya menyatakan kesiapan untuk bekerjasama dan membangun koordinasi yang baik dengan REI. BRN