KAWASAN

Infrastruktur Datang, Properti Melesat di Palembang

Administrator | Selasa, 22 Agustus 2017 - 09:42:00 WIB | dibaca: 916 pembaca

Kota Palembang dipersiapkan menjadi kota sport tourism. Hal ini ditandai dengan suksesnya sejumlah event olahraga bertaraf lokal maupun internasional. Bahkan kota ini bersiap menjadi tuan rumah Asian Games 2018, dan segera memiliki sirkuit MotoGP yang rencananya akan dibangun di kawasan Jakabaring Sport City.

Pesatnya pembangunan Kota Palembang turut berdampak pada sektor properti, dimana minat pengembang untuk berinvestasi di daerah itu terus meningkat. Sebut saja sejumlah pengembang besar nasional yang sudah masuk ke kota “mpek-mpek” itu seperti Ciputra Group, Lippo Group, Sinarmas Land, Dafam Land, dan teranyar Terrakon Property.

Direktur Terrakon Property, Nata Susanto, mengungkapkan pasar properti di Kota Palembang terus membaik, ditandai dengan harga propertinya yang terus merangkak naik. Saat ini, rata-rata harga tanah di Kota Palembang berkisar Rp1,6 juta per m2. Bahkan angka ini diperkirakan akan terus naik pasca beroperasinya Light Rail Transit (LRT) yang sedang dibangun untuk mempermudah mobilitas selama perhelatan Asian Games 2018.

Berdasarkan blue print, akan ada jalur LRT sepanjang 23 kilometer yang nantinya akan menghubungkan Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin, Masjid Agung Palembang dan Jakabaring Sport City. Jaringan LRT ini akan melintasi sungai Musi dan Jembatan Ampera; menghubungkan13 stasiun serta 9 sub stasiun dari airport ke hulu Palembang.

Tak hanya infrastruktur, tambah Nata, pemerataan pembangunan pun mulai terlihat. Kawasan hulu kini semakin “seksi” dengan makin banyaknya pembangunan residensial dan komersil di kawasan ini mulai dari mal, rumah sakit, sekolah, jalan tol, tempat wisata, dan convention center. “Permintaan hunian di Kota Palembang lebih banyak ditopang perkembangan sektor perkebunan dan pertambangan di daerah-daerah sekitarnya,” ungkap Nata.

Dengan alasan itu, Terrakon Property optimistis sekali untuk mengembangkan proyek residensial di hulu Kota Palembang yang diberinama Royal Resort Residence. Pengembang yang berpengalaman hampir 10 tahun membangun sejumlah residensial di Jabodetabek itu menanamkan investasi sekitar Rp 80 miliar untuk proyek residensial berkonsep resort tersebut.

Royal Resort Residences berjarak hanya 500 meter dari Stasiun LRT Jakabaring (depan OPI Mall). Selain juga dekat dengan akses Tol Palindra (Palembang-Inderalaya) yang kini sedang dibangun.

“Meski tahun lalu properti masih slow down, tapi kami melihat bahwa Palembang memiliki potensi yang bagus terutama di hulu. Terlebih LRT ini diperkirakan selesai di akhir 2017 dan mulai beroperasi di awal 2018,” ungkap Nata.

Managing Director Ciputra Group Harun Hajadi mengakui hal yang sama. Menurut dia, prospektifnya pasar properti di Palembang akan bertambah dengan rencana pembangunan moda transportasi umum kereta ringan yang direncanakan rampung pada akhir 2017.

“Setelah CitraGrand City seluas 250 hektare kami akan menawarkan proyek CitraLand Palembang 120 hektare untuk menangkap pasar yang berbeda. Keduanya memiliki lokasi yang berjauhan,” kata dia. Jika tidak ada aral melintang dan juga perizinan dapat tuntas, ungkap Harun, maka proyek tersebut dijadwalkan dapat diluncurkan pada kuartal III 2017.

Proyek residensial ini akan mengusung konsep yang menarik dan baru untuk Palembang. Antara lain ada kawasan untuk komunitas, manajemen gedung kelas internasional, pusat komersial yang berbentuk lifestyle al fresco f&b, tempat rekreasi, ruang pertemuan, dan suasana perumahan yang asri.

RESIDENSIAL MENENGAH
Beragam fasilitas infrastruktur yang sedang disiapkan diakui akan menjadi pemicu bangkitnya kembali gairah properti di Kota Palembang. “Terutama untuk proyek residensial kelas menengah atas,” kata Ketua Kehormatan DPD Realestat Indonesia (REI) Sumatera Selatan Ali Sya’ban. Dia bahkan memprediksi kenaikan harga properti di kota itu pasca selesainya LRT dan jalan tol. Pasokan perumahan menengah atas bahkan diperkirakan akan terus melebar ke daerah pinggiran seiring makin mahalnya harga lahan di kota.

Menurut Ali, ke depan di Kota Palembang seharusnya sudah mengarah ke hunian vertikal (apartemen). Karena lahan sudah cukup mahal, bahkan menyentuh angka Rp 1 juta per meter persegi. Saat ini beberapa apartemen sudah dibangun, dengan penjualan yang cukup bagus. RIN