INFRASTRUKTUR

Infrastruktur Kawasan Strategis Pariwisata Dibenahi

Administrator | Selasa, 09 April 2019 - 11:06:52 WIB | dibaca: 47 pembaca

Foto: Istimewa

Upaya Pemerintah menjadikan sektor pariwisata sebagai sumber devisa terbesar di masa depan tampaknya mulai terlihat. Salah satunya dengan selesainya sejumlah pembangunan infrastruktur di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) seperti Labuhan Bajo (NTT) dan Mandeh (Sumbar).

Tugas pengembangan infrastruktur di KSPN dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Kini, Labuan Bajo lebih tertata rapi dan siap menjadi salah satu destinasi wisata di NTT selain Pulau Komodo, Pulau Rinca dan Pulau Tidar.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan infrastruktur pada setiap KSPN direncanakan secara terpadu baik penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk melalui sebuah rencana induk pembangunan infrastruktur yang telah disusun oleh Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW).

Tahun 2017-2018, Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya telah membelanjakan anggaran sebesar Rp 40,35 miliar untuk penataan kawasan di 4 lokasi yakni Kampung Ujung, Kampung Air, Kampung Tengah dan Pulau Komodo.

Lingkup pekerjaan yang dilakukan diantaranya yakni pembangunan pusat wisata kuliner Kampung Ujung, pembangunan jalan lingkungan di Kampung Tengah, Pedestrian Jalan Soekarno Hatta, dan penerangan jalan umum, dan embangunan Jembatan di Promenade Kampung Air. Kementerian PUPR juga membangun gerbang, sculpture Komodo, bangunan ticketing, shelter pengunjung, toilet dan signage. Kemudian jaringan air bersih ke Pelabuhan, pekerjaan sanitasi berupa pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan kapasitas 170 m3/hari.

“Pemerintah berharap, semakin baiknya fasilitas di Labuan Bajo bisa mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan. Karena Labuan Bajo yang berada di Pulau Flores ini merupakan gerbang bagi wisatawan yang ingin meneruskan wisatanya ke Pulau Komodo atau Rinca, untuk melihat habitat asli komodo,”papar Menteri Basuki dalam siaran persnya, baru-baru ini.

Penataan kawasan wisata Labuan Bajo mendapat apresiasi positif dari masyarakat setempat, terutama para pedagang yang ingin segera pindah ke kawasan wisata kuliner Kampung Ujung yang telah selesai direnovasi dengan desain tenda baru berwarna putih. Wisatawan dapat menikmati beragam olahan seafood di tepi laut dengan tenda-tenda yang bisa menjadi spot untuk swafoto.

KSPN Labuan Bajo merupakan satu dari 10 “Bali Baru” yang dikembangkan Pemerintah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara yang ditargetkan sebanyak 20 juta orang pada 2019.

Kawasan Mandeh
Infrastruktur jalan akses ke KSPN Wisata Mandeh di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar juga sudah rampung dikerjakan. Jalan sepanjang 41,08 Km itu sudah dapat digunakan, dan wisatawan akan disuguhkan pemandangan indah Samudera Hindia di sepanjang perjalanan menuju kawasan berjuluk “Raja Ampat” dari barat itu.

Sebelumnya untuk menuju kawasan wisata Mandeh, lebih banyak menggunakan kapal karena kondisi jalan yang sempit dan berbukit. Kini waktu tempuh ke kawasan tersebut dari Kota Padang sekitar 1-1,5 jam.

Pembangunan jalan akses wisata Mandeh merupakan salah satu dukungan Kementerian PUPR untuk pengembangan destinasi wisata baru seperti Kawasan Mandeh guna mencapai target kunjungan 20 juta wisatawan asing pada 2019 ke Indonesia.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan dengan terbangunnya akses jalan akan meningkatkan akselerasi pengembangan destinasi wisata Mandeh sebagai destinasi baru di Sumbar.

“Akses jalan yang semakin baik akan menunjang perekonomian masyarakat di kawasan wisata Mandeh yang dikenal dengan pulau-pulaunya yang eksotis dan wisata baharinya,” kata Menteri Basuki beberapa waktu lalu.

Pembangunan jalan akses wisata Mandeh dilakukan secara bertahap oleh Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional III Padang, Ditjen Bina Marga. Dalam kurun waktu 2015-2017, telah berhasil diselesaikan sepanjang 16 km dengan lebar 6 meter dengan anggaran total Rp 88,26 miliar. Sementara 25,08 Km diselesaikan pada tahun 2018.

Saat ini seluruh jalan akses wisata Mandeh sudah seluruhnya rampung dengan kondisi jalan teraspal. Jalan akses Wisata Mandeh akan meningkatkan konektivitas jalan mulai dari Teluk Kabung – Sungai Pisang – Sungai Nyalo – Mandeh – Carocok – Tarusan.

Dengan terbangunnya jalan akses ke wisata Mandeh, akan mendukung alternatif wisata baru di Provinsi Sumatera Barat selain Kota Bukittinggi. (Rinaldi)