SEPUTAR DAERAH

Terpilih Secara Aklamasi

Isnaini akan Lanjutkan Pro gram Unggulan REI Kalbar

Administrator | Rabu, 14 November 2018 - 14:13:59 WIB | dibaca: 46 pembaca

Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPD REI) Kalimantan Barat terpilih, Muhammad Isnaini, memastikan akan meneruskan program kerja unggulan yang sudah dicanangkan oleh kepengurusan terdahulu. Isnaini terpilih secara aklamasi pada Musyawarah Daerah (Musda) IX REI Kalbar di Pontianak, akhir Maret lalu.

"Saya akan melanjutkan semua program kerja yang telah digulirkan di era kepengurusan terdahulu dibawah kepemimpinan Bapak Sukiryanto (Ketua REI Kalbar sebelumnya),” kata Isnaini seusai dilantik sebagai Ketua DPD REI Kalimantan Barat (Kalbar) masa bakti 2018 – 2021.

Dia menyatakan berkomitmen akan menindaklanjuti nota kesepahaman kerjasama antara REI Kalbar bersama dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalbar dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar untuk mendukung program percepatan pembangunan sejuta rumah di provinsi tersebut. “Konsorsium tiga pihak ini baru akan tuntas setelah kurun waktu dua hingga tiga tahun mendatang,” ucapnya.

Sekadar informasi, kerjasama ketiga pihak telah ditandatangani medio 2017 silam oleh DPD REI Kalbar bersama Kejati Kalbar dan Pemprov Kalbar. Adapun ruang lingkup kerjasama itu mencakup percepatan perizinan pembangunan perumahan, pembebasan atau keringanan pembayaran pajak daerah khususnya Bea Pengalihan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), dan percepatan dalam pembuatan dan pemecahan sertifikat tanah.

Bukan hanya itu, dalam perjanjian kerjasama juga tercantum penghapusan biaya-biaya di luar dari yang telah ditentukan oleh peraturan yang berlaku dan pemberian pendampingan hukum oleh jaksa pengacara negara.

Isnaini mengakui bahwa era kepengurusan REI Kalbar terdahulu telah berhasil meletakkan pondasi yang sangat kuat dan mengharumkan nama organisasi di mata publik.

“Untuk mengawal hubungan yang sudah harmonis dengan birokrat maupun pemangku kepentingan sektor perumahan, antara lain dengan menjalin silaturahim secara kontinu. Ada wadah bincangbincang seputar permasalahan properti yaitu ‘Ngopi’ alias Ngobrol Properti untuk mempertemukan pelaku pembangunan dengan pemangku kebijakan setempat dan stakeholder terkait lainnya,” urai Isnaini.

Tantangan Berat
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) REI Soelaeman Soemawinata menyampaikan apresiasi atas kiprah DPD REI Kalbar era Sukiryanto. Selama ini, kata dia, REI Kalbar identik dengan Sukiryanto. Nama Sukiryanto sebagai ketua REI Kalbar sudah sangat melekat dan populer ke seluruh penjuru Indonesia.

Eman, demikian sapaan karibnya, menyatakan bahwa tantangan yang harus dihadapi REI terutama REI Kalbar di masa mendatang akan semakin berat.

“Saya berharap teman-teman memperoleh suntikan semangat baru. Apalagi dengan terpilihnya Isnaini sebagai Ketua REI Kalbar yang baru ini diharapkan mampu memajukan REI Kalbar ke tingkat yang lebih tinggi lagi. Perjuangan ke depan masih akan lebih berat,” tegas Eman.

Penjabat (Pj) Gubernur Kalbar, Dodi Riadmadji, mengungkapkan penanganan perumahan dan kawasan permukiman butuh strategi dan upaya maksimal dengan pelibatan berbagai pihak dan segenap pemangku kepentingan.

“REI Kalbar sebagai asosiasi profesi beserta seluruh anggotanya adalah ujung tombak yang diharapkan dapat berkontribusi dalam pembangunan perumahan dan kawasan permukiman di Kalbar,” demikian sambutan tertulis Pj. Gubernur Kalbar yang disampaikan Kepala Bidang Perumahan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Provinsi Kalbar, Teddy Erwanto saat pembukaan musda.

Diakuinya, keterbatasan sumberdaya termasuk pembiayaan menjadi salah satu faktor lambannya penanganan sektor perumahan di wilayahnya. Ditambah lagi, masih tingginya angka kemiskinan dan pengangguran sebesar 2,08%, yang merupakan cerminan indikator rendahnya aksesibilitas masyarakat untuk memperoleh rumah layak huni.

Profesionalisme Anggota
Isnaini lebih lanjut menegaskan rencananya untuk melakukan perbaikan kualitas serta kapasitas sumberdaya manusia dan manajemen di internal perusahaan anggota REI Kalbar. Keinginannya itu beranjak dari keprihatinan akan minimnya kualitas SDM manajemen usaha dari anggota REI Kalbar yang mayoritas adalah pengembang perumahan bersubsidi.

“Kita sangat butuh pendidikan dan pelatihan yang terbaik bagi upaya peningkatan kapasitas SDM manajemen perusahaan kawan-kawan anggota REI Kalbar. Harus ada bimbingan agar ada perbaikan profesionalisme manajemen,” ungkap Isnaini.

Di sisi lain, pelaku pembangunan juga diharapkan mampu memanfaatkan kemajuan teknologi guna mendukung tumbuh kembang bisnis properti. Salah satunya adalah penggunaan media digital dalam pemasaran produk perumahan. Teknologi digital ini terbukti efektif mengisi ruang kosong yang belum mampu dipenuhi oleh pemasaran pola konvensional.

“Era digital sudah merambah ke industri properti, bahkan hingga ke segmen bidikan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Sayangnya belum banyak anggota REI Kalbar yang memiliki instrumen memadai untuk menggunakan strategi pemasaran digital atau masih menggunakan cara-cara konvensional,” ujar dia. (Oki Baren)