INFRASTRUKTUR

Jalan Tol Balikpapan - Samarinda Hampir Rampung

Administrator | Kamis, 09 Mei 2019 - 09:46:20 WIB | dibaca: 133 pembaca

Foto: Istimewa

Pengerjaan pembagunan jalan tol Balikpapan-Samarinda sepanjang 99,35 kilometer hingga awal Februari 2019 sudah mencapai 85,7%. Jalan tol ini ditargetkan dapat dioperasikan pada tahun ini, sehingga diharapkan dapat mendorong perekonomian masyarakat di kedua kota tersebut, termasuk memacu pasar properti.

Jalan tol pertama di Pulau Kalimantan ini terdiri dari lima seksi. Seksi I Balikpapan-Samboja sepanjang 22,03 Km saat ini dalam tahap konstruksi dengan progres sebesar 96,82% ditargetkan akan rampung pada April 2019.

Seksi II Samboja-Muara Jawa dengan panjang 30,98 Km dengan progres konstruksi sebesar 83,73% dan Seksi III Muara Jawa-Palaran sepanjang 17,50 Km progresnya sebesar 97,21%. Kedua seksi tersebut ditargetkan akan rampung pada Maret 2019.

Seksi IV Palaran-Samarinda dengan panjang 17,95 Km progresnya sudah mencapai 75,33% dengan target rampung Juli 2019 dan terakhir Seksi V Balikpapan-Bandara Sepinggan sepanjang 11,09 Km progresnya mencapai 68% dengan target rampung Agustus 2019.

Pemerintah yakin dapat menyelesaikan proyek tol Balikpapan-Samarinda yang dibangun sejak 2017 tersebut.

“Sebagian dari tol ini, yakni Seksi II, Seksi III, dan Seksi IV diharapkan dapat dibuka pada April 2019. Sedangkan dua seksi lagi dapat digunakan mulai Desember 2019,” ungkap Sekretaris Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Susiwijono dalam keterangan persnya, beberapa waktu lalu.

Investasi untuk tol Balikpapan-Samarinda secara keseluruhan mencapai Rp 9,97 triliun yang dilakukan dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Dari total biaya tersebut, Jasa Marga membiayai sekitar 70% di antaranya untuk seksi I, III dan IV. Sementara untuk pembebasan lahan, Jasa Marga sudah menghabiskan dana sekitar Rp 300 miliar, dari total Rp 540 miliar yang dibutuhkan. Sementara pengembalian yang diterima dari LMAN saat ini baru sekitar Rp 110 miliar.

Direktur Utama PT Jasamarga Balikpapan Samarinda (JBS), STH Saragi mengatakan, berdasarkan perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) yang ditandatangani, tarif yang dipatok untuk melewati tol ini adalah Rp 1.000/km. Dengan operasi sistem terbuka, maka total biaya yang dibutuhkan untuk melewati tol ini secara penuh sekitar Rp 99.350.

“Tarif itu sudah ditentukan di PPJT,” ungkap dia. Kehadiran jalan tol Balikpapan-Samarinda dapat memangkas waktu tempuh dari Kota Balikpapan menuju Samarinda yang semula sekitar tiga jam menjadi hanya satu jam. Tol ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas masyarakat serta mendorong pengembangan kawasan-kawasan industri yang bergerak di sektor kelapa sawit, batubara, migas, dan pertanian.

Optimis Terbangun
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) optimis target pembangunan jalan tol dalam lima tahun (2015-2019) sepanjang 1.852 Km bisa tercapai. Dalam empat tahun (2015-2018), jalan tol yang sudah rampung mencapai panjang 782 Km. “Untuk jalan tol karena lebih banyak sifatnya investasi hingga akhir tahun lalu sudah tercapai 782 Km,” ungkap Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Sugiyartanto.

Kemudian untuk pembangunan jalan baru, Kementerian PUPR telah membangun sepanjang 3.387 Km dalam periode 2015-2018. Capaian ini lebih tinggi dari target yang ditetapkan yakni 2.650 Km.

Sementara untuk jembatan, Kementerian PUPR menargetkan bisa membangun 29.859 meter dalam periode 2015-2018. Realisasinya, pembangunan jembatan telah mencapai 41.063 meter. Jembatan yang dibangun meliputi jembatan baru dan jembatan gantung. (Rinaldi)