INFRASTRUKTUR

Jalan Tol Pandaan-Malang Siap Dioperasikan

Administrator | Rabu, 17 Juli 2019 - 15:38:25 WIB | dibaca: 56 pembaca

Foto: Istimewa

Seusai peresmian jalan tol Pasuruan-Probolinggo, Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono langsung meninjau kesiapan jalan tol pandaan-malang Seksi I-III sepanjang 30 kilometer yang telah rampung dan segera dioperasikan dalam waktu dekat.

"Saya lihat tadi dari Pandaan ke Singosari terlihat sudah siap untuk diresmikan. Total dari 38 km Jalan Tol Pandaan-Malang, yang sudah siap diresmikan sepanjang 30 km. Ada beberapa pekerjaan pembersihan penyelesaian, mudah-mudahan satu hari ini selesai dan besok ada tim penilai sertifikasi laik fungsi,” kata Menteri Basuki di Pandaan, Rabu (10/4/2019).

Kalau uji laik fungsi sudah selesai dan dinyatakan layak beroperasi, ungkap dia, maka akan diusulkan kepada Presiden Joko Widodo supaya dapat diresmikan. Sementara itu, Menteri Basuki menyebutkan untuk Seksi IV dan V sepanjang 8 Km, penyelesaiannya masih dikoordinasikan dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur karena ditemukannya situs purbakala.

“Untuk ruas dari Singosari ke Malang yang ditemukan situs purbakala, saat ini sedang dilakukan pergeseran as/trase jalannya,” tutur Menteri Basuki.

Jalan tol Pandaan-Malang terdiri dari 5 seksi yang terbagi menjadi Seksi 1 Pandaan-Purwodadi sepanjang 15 km, Seksi 2 Purwodadi-Lawang sepanjang 8 km, Seksi 3 Lawang-Singosari sepanjang 7 km, Seksi 4 Singosari-Pakis sepanjang 4 km, dan Seksi 5 Pakis-Malang sepanjang 4 km.

Pembangunan Tol Pandaan-Malang dilakukan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasamarga Pandaan-Malang dengan investasi sebesar Rp 5,9 triliun. Adapun nilai konstruksi sebesar Rp 3,7 triliun dikerjakan oleh PT PP Tbk.

Dukung Aksesibilitas
Jalan tol Pandaan-Malang diharapkan akan menjadi bagian vital arus mobilisasi orang serta barang antara Surabaya dan Malang yang banyak memiliki tempat wisata. Kehadiran ruas Tol akan bisa mempercepat perjalanan dari Surabaya menuju Malang dan sekitarnya. Selama ini, perjalanan dari Surabaya ke Malang pada jam padat, bisa mencapai empat hingga enam jam. Dengan melalui jalan tol ini, waktu tempuhnya bisa kurang dari satu jam.

Jalan tol yang menjadi bagian dari Jalan Tol Surabaya-Malang ini juga memiliki pemandangan alam yang indah di kanan kiri jalan, terutama di rest areanya yang berhadapan langsung dengan Gunung Semeru di sisi timur, Gunung Arjuna sisi barat, Gunung Kawi di sisi barat daya, dan ditambah Gunung Penanggungan.

Sementara itu, sebulan jelang bulan Ramadhan tahun 2019, Seksi I-III Tol Pasuruan - Probolinggo (Paspro) yakni Seksi I Grati Pasuruan - Tongas (13,5

km), Seksi II Tongas - Probolinggo Barat (6,9 km) dan Seksi III Probolinggo Barat - Probolinggo Timur (10,9 km) dengan total panjang 31,3 Km diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Peresmian ditandai dengan penekanan tombol dan penandatanganan prasasti di gerbang tol Probolinggo Timur, pada Rabu (10/4/2019).

Turut hadir mendampingi Presiden, Ibu Iriana Joko Widodo, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri BUMN Rini Soemarno, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk I Gusti Ngurah Putra, Walikota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin, dan Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari.

Presiden Jokowi mengatakan, dengan diresmikannya Tol Paspro Seksi I-III, Jalan Tol Trans Jawa yang terhubung menjadi 962 km yang menghubungkan Merak - Banyuwangi. “Kalau nanti dari Merak sampai Banyuwangi itu sekitar 1.148 km, berarti masih kurang 186 km lagi yang insyaAllah tembusnya tahun 2021,” kata Presiden dalam sambutannya.

Presiden berharap dengan diresmikannya Jalan Tol Paspro akan semakin mempercepat mobilitas barang, orang, dan logistik sehingga mendorong pengembangan industri-industri kecil yang ada di daerah. Dengan semakin mudahnya konektivitas diharapkan akan menghasilkan produk yang lebih efisien dan murah.

“Dan juga akses-akses ke tempat wisata juga akan lebih mudah. Namun proses tersebut tidak instan, melainkan memerlukan waktu dan beberapa tahapan untuk menuju ke arah sana,” ujar Presiden Jokowi.

Kurangi Kepadatan
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam laporannya mengatakan, dengan diresmikannya ruas tol tersebut akan mengurangi kepadatan di Jalan Nasional Pasuruan-Probolingga sekitar 50 hingga 60 persen.

“Kita membutuhkan tambahan 13,7 km lagi untuk melanjutkan seksi IV dari Probolinggo Timur sampai Gending, ini akan sangat membantu akses ke kawasan wisata Bromo-Tengger-Semeru, yang merupakan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN),” ujar dia.

Selain mendukung akses wisata, Khofifah juga mengatakan, tol Paspro akan memperlancar akses untuk kegiatan bongkar muat logistik di Pelabuhan Tanjung Tembaga di Probolinggo. Probolinggo terkenal dengan produk pertanian unggulannya yakni buah Mangga yang telah menjadi produk ekspor.

“Jika tol Paspro beroperasi dan didukung juga Tol Pandaan-Pakis yang sudah siap beroperasi maka akan membuka peluang untuk bongkar muat dari Situbondo, Bondowoso, Lumajang, Probolinggo Pasuruan, dan Malang, sehingga pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur akan mengalami percepatan yang luar biasa,” ungkap Khofifah.

Untuk kelanjutan seksi IV Tol Paspro, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengungkapkan saat ini masih dalam tahap menunggu pengajuan prakarsa dari Badan Usaha yang dalam hal ini PT Waskita Karya. Untuk desain, jaringan/trase sudah ditetapkan dari KM 31 lanjut sampai ke KM45.

“Saya harap bisa dikerjakan secara paralel dengan ruas Probolinggo-Banyuwangi yang akan dikerjakan oleh Jasa Marga,” tuturnya.

Tol Paspro terdiri dari empat seksi dengan total panjang 45 km. Total investasi Tol Paspro ini senilai Rp 4,8 triliun untuk tiga seksi dengan hak konsesi selama 45 tahun. Sebelumnya, tol yang dibangun oleh PT Waskita Karya ini, telah diuji coba saat libur Natal dan tahun baru 2019.

Dengan beroperasinya Jalan Tol Paspro akan memangkas waktu signifikan perjalanan dari Surabaya ke Probolinggo dan sebaliknya dari sebelumnya 2,5 hingga 3 jam menjadi hanya 1 jam. Dengan konektivitas yang lebih baik maka akan membuka peluang bangkitnya potensi di daerah yang akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal. (Taria Dahlan)