ASPIRASI DAERAH

Jalin Sinergi, Pengembang di Kalteng Lebih Optimis di 2019

Administrator | Kamis, 18 April 2019 - 10:23:22 WIB | dibaca: 49 pembaca

Ketua REI Kalteng, Frans Martinus

Pengembang yang tergabung dalam Realestat Indonesia (REI) Kalimantan Tengah (Kalteng) makin optimis menyongsong tahun 2019 dengan sinergi berbagai stakeholder perumahan.

Ditambah lagi, REI Kalteng akan mengadakan roadshow bekerjasama dengan Bank BTN demi mewujudkan target pembangunan Program Sejuta Rumah (PSR) sebanyak 6.400 unit rumah yang tersebar di 13 kabupaten dan satu kota di provinsi tersebut.

Ketua REI Kalteng, Frans Martinus, mengatakan karena tahun ini tahun politik setidaknya masyarakat akan wait and see untuk membeli properti sehingga dibutuhkan kerjasama strategis dengan semua pemangku kepentingan guna memacu minat masyarakat.

“Untuk roadshow tahap awal akan dilakukan di tiga kabupaten antara lain Katingan, Kotawaringin Timur dan Kotawaringin Barat,” kata Frans kepada Majalah RealEstat, baru-baru ini.

Bukan hanya menyampaikan paparan singkat terkait pencapaian di tahun 2018 dan rencana target tahun 2019, roadshow ini juga akan diisi dengan diskusi dan mendengarkan masukan dari Pemerintah, DPRD bersama stakeholder terkait seraya memohon agar Pemda melakukan pembinaan dan pengawasan secara ketat terhadap aktivitas pembangunan perumahan yang ada. Apalagi mengingat masih banyak terdapat kendala dalam pelaksanaan pembangunan rumah bagi MBR.

“Dengan roadshow ini diharapkan koordinasi dan relasi yang terjalin dapat semakin kita tingkatkan, programprogram strategis juga bisa terlaksana, segala kendala bisa dicarikan solusinya,” harap Frans.

REI Kalteng juga akan menyampaikan usulan-usulan strategis kepada Pemda Kalteng mengenai penurunan tarif BPHTB, dukungan infrastruktur dan Bantuan Uang Muka (BUM) yang bersumber dari dana APBD. Menurut dia, jika usulan ini bisa terealisasi akan sangat membantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) untuk memiliki rumah karena biaya-biaya yang akan dikeluarkan semakin ringan mengingat adanya dukungan dari pemerintah.

Secara rinci, REI Kalteng, berhadap Pemda Kalteng bisa merealisasi dana APBD hingga Rp 3 miliar yang diharapkan mampu membiayai hingga 1.000 unit rumah. Frans berharap pemerintah bisa membantu dana bantuan uang muka sebesar Rp2,5 juta hingga Rp3 juta untuk setiap calon pembeli rumah.

Beri Masukan
Sinergi yang dilakukan oleh REI Kalteng juga dilakukan dengan mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Kota Palangka Raya. Bukan hanya REI, RDP juga diikuti pihak perbankan, yakni BTN dan BNI serta dinas/instansi terkait.

Dalam kesempatan ini REI menyampaikan paparan terkait kendala, pencapaian target dan beberapa usulan terkait isu dan peran strategis REI dalam mendukung Visi dan Misi Walikota Palangka Raya.

Usulan-usulan tersebut termasuk Revisi tentang Perda Bangunan Gedung No. 3 tahun 2017 dan Perwali No. 8 tahun 2014 tentang Pemanfaatan Lahan Untuk Perumahan dan Kawasan Permukiman, terkhusus poin tentang luas lahan minimal 200 m2.

Secara rinci, menurut Frans pemerintah kota meminta lahan pembangunan minimal 200 m2 karena lahan masih luas. Selain itu juga membantu masyarakat dengan memberi tanah lebih dan juga karena kekumuhan.

Usulan selanjutnya adalah penurunan Tarif BPHTB dari 5% menjadi 2,5 % dan kemudahan proses perizinan pembangunan perumahan, khususnya memaksimalkan peran PTSP. Selama ini, peran PTSP sudah cukup maksimal, hanya saja proses siteplan masih terpisah.

“PTSP sudah cukup baik, kalau diprosentasekan sekitar 90%. Adapun OSS di Palangkaraya mungkin baru berjalan pada pertengahan tahun 2019 karena belum tuntasnya RTRWK/RDTRK Kota Palangka Raya,” papar dia.

Usulan lain dari REI Kalteng adalah bantuan infrastruktur yang bersumber dari dana APBD untuk jalan, drainase, dan air bersih. Meski sudah lumrah mendapatkan bantuan prasarana dan sarana umum (PSU), menurut Frans, bantuan ini masih terbatas. Sehingga REI berharap bantuan ini bisa lebih banyak dan bisa juga meski pembangunan rumah MBR kurang dari 1 hektar.

Untuk diketahui, pada 2018, DPD REI Kalteng berhasil merealisasikan pembangunan 5.000 unit rumah dari target 6.000 rumah pada awal tahun 2018. (Teti Purwanti)