RILEKS

Karina Salim: "Harga Tanah dan Rumah tak Pernah Turun"

Administrator | Senin, 12 Februari 2018 - 15:19:04 WIB | dibaca: 14 pembaca

Siapa sangka berbekal keahliannya sebagai balerina, Karina Salim, wanita kelahiran 1991 ini sukses menjadi aktris yang tidak bisa diremehkan kemampuan aktingnya. Hal itu dibuktikannya dengan menyabet prestasi sebagai pemenang Indonesian Movie Awards 2014 sebagai Aktris Pendatang Baru Wanita lewat film yang berjudul “What They Don’t Talk about When They Talk about Love”.

Selain berbakat, ternyata Karina adalah cucu dari H. Agus Salim, yang merupakan salah seorang pahlawan nasional Indonesia. Dia terlahir dari pasangan almarhum Djohan Iskandar Salim dan Lies Kurniasih. Namun demikian, dia tidak sombong atau berbangga diri meski lahir dari keluarga pahlawan nasional dan salah satu tokoh pendiri bangsa.

Meniti karir mulai dari tahun 2010 saat diajak pementasan lakon bertajuk Onrop! Musikal karya sutradara kenamaan Joko Anwar. Tahun 2012 Karina diajak dalam film pendek “Durable Love” yang ditayangkan pada Hari Valentine. Dan semenjak itu makin banyak tawaran yang datang kepadanya.

“Sudah setahun ini saya ikut main di Sitkom The East,” ungkap pemeran Karin dalam sitkom tersebut.

Sebagai aktris, bagaimana dia menginvestasikan penghasilannya dari pekerjaanya?

Ya, sejak menikah dengan Aldy Primanda, Karina Salim memang mulai serius memikirkan mengenai investasi. Salah satunya adalah investasi di bidang properti.

“Harga tanah dan rumah itu nggak akan pernah turun. Ini yang membuat saya memilih properti sebagai salah satu pilihan investasi,” ungkap Karina kepada Majalah RealEstat di Studio Net TV di kawasan Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Dia mengaku tidak sembarangan memilih lokasi investasi properti. Menurut Karina dia lebih memilih membeli properti atau tanah di daerah yang tidak jauh lokasinya dari Jakarta. Salah satunya dia berinvestasi rumah di kawasan Bintaro, dimana nantinya rumah tersebut akan disewakan. Sementara saat ini, Karina sudah nyaman menempati rumahnya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. 

“Kayaknya sih nanti untuk disewakan, belum terpikir mau menempati. Aku rasanya masih nyaman tinggal di Senopati, Kebayoran Baru,” jelas Karina.

Rumah di kawasan Bintaro yang dibeli Karina tersebut bergaya minimalis. Menurut Karina, sebenarnya dia kurang menyukai rumah bergaya minimalis. Namun karena ingin disewakan, dia tidak mempermasalahkannya. Namun dia memilih warna terang untuk rumah yang di Bintaro. Dia memang mengaku penyuka warna putih.

“Kalau gaya rumah aku lebih suka yang klasik, lebih elegan,” ucap dia. Meski rencananya untuk disewakan, Karina sekarang sudah mulai memikirkan mengenai penataan interior dan eksterior rumah yang dibelinya tersebut. Karina ingin menyewakan rumah tersebut berikut perabotannya yang akan dia pilih sendiri. Menurut dia, eksterior dan interior rumah sangat penting karena menentukan kenyamanan penghuni nantinya.

Jika ada rejeki lebih, Karina berniat untuk memperluas investasi propertinya dengan membeli lebih banyak properti dan tanah, tidak hanya rumah. Dia berkeyakinan bisnis properti merupakan bisnis yang cukup menguntungkan sekaligus rendah risiko karena sekali lagi harga tanah dan rumah tidak akan turun. RIN