Kilas Berita

Kuartal III 2019, Intiland Luncurkan Proyek Baru

Administrator | Senin, 09 Desember 2019 - 15:07:08 WIB | dibaca: 180 pembaca

Foto: Istimewa

PT Intiland Development Tbk (DILD) berencanan akan meluncurkan proyek baru pada kuartal III 2019 ini. Waktu tersebut dipilih paling tepat usai selesai Pemilu 2019 dan juga Hari Raya Idul Fitri yang menyerap banyak dana masyarakat.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono memaparkan proyek baru tersebut yakni South Quarter tahap II. Pasalnya, tingkat okupansi SQ tahap I cukup bagus, yakni 75%.

“Ada beberapa proyek, namun yang pertama akan diluncurkan SQ II. Saat ini tes pasarnya masih dilakukan, namun kami percaya dengan banyak perusahaan multinasional di sana, akan bagus,” jelas Archied, baru-baru ini.

Selain itu, Intiland juga tengah menyiapkan lahan seluas 2,6 hektare, yang akan dibangun town house sebanyak 20 unit dan sisanya high rise building dengan target keluarga muda. Namun, Archied belum memastikan kapan proyek di Pinang Ranti ini akan dipasarkan karena masih terus tes pasar.

Intiland percaya kalau tes pasar sangat penting sebelum meluncurkan proyek. Menurutnya, saat ini konsumenlah yang masih memegang pasar, sehingga Intiland harus memastikan dahulu kalau proyeknya akan diterima pasar sebelum meluncurkan produk properti.

Untuk proyek SQ II akan terdiri dari dua menara (tower), menyasar kelas menengah atas dengan konsep menyatu dengan South Quarter sebelumnya. Dengan lokasi yang dekat dengan stasiun MRT pihaknya optimis pasar akan menyambut dengan baik.

Untuk unitnya sendiri, Archied menyebutkan akan ada sekitar 600 unit yang akan ditawarkan dari dua tower yang akan dibangunnya. Targetnya tahun ini bisa luncurkan kedua tower-nya, namun perusahaan akan melihat situasi pasar terlebih dahulu.

Dari proyek barunya tersebut, emiten dengan kode saham DILD di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini membidik kontribusi sekitar Rp 600 miliar hingga Rp 700 miliar dari target marketing sales tahun ini Rp 2,5 triliun. Optimisme tersebut didorong dari potensi yang masih baik dengan banyaknya perkantoran dan banyaknya ekspatriat di sana.

Selain membangun proyek hunian, Intiland juga ingin memperbanyak portofolio di sektor lahan industri. Saat ini, Intiland masih terus menjajaki berbagai daerah di Pulau Jawa untuk merealisasikan hal tersebut.

Sekretaris Perusahaan Intiland Theresia Rustandi menyebutkan perusahaannya menyiapkan lahan seluas 1.000 hektare di kawasan Maja, Lebak, Banten untuk mengantisipasi makin padatnya penduduk di Jakarta. Intiland menyadari padatnya jumlah penduduk Jakarta dan makin mahalnya harga lahan, sehingga pengembangan kawasan pinggiran dinilai sebagai solusi untuk mengatasi tingginya kebutuhan properti masyarakat. (Teti Purwanti)