TOPIK UTAMA

"Memiliki Rumah Harapan Semua Orang"

Administrator | Rabu, 01 November 2017 - 16:09:56 WIB | dibaca: 784 pembaca

Rakornas DPP dan DPD REI se-Indonesia yang dibarengi dengan Buka Puasa Bersama dengan Stakeholder tahun ini cukup spesial, karena turut dihadiri sejumlah tokoh antara lain Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yang juga mantan Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Monoarfa dan CEO Lippo Group James Riady.
 
Kedua tokoh ini berkesempatan menyampaikan pandangannya terhadap REI dan program rumah rakyat.

James Riady, CEO Lippo Grup berharap REI bisa menjadi salah satu jawaban masyarakat untuk memiliki rumah, apalagi dengan harga tanah yang terus meningkat dan pemerintah yang sering kali abai untuk menyediakan kebutuhan pokok tersebut.

"Memiliki rumah itu harapan setiap orang, serta menjadi tabungan terbaik," jelas James saat hadir dalam Rakornas REI di Jakarta. James mencontohkan Singapura, sebagai salah satu negara yang pemerintahnya menurunkan harga rumah agar indeks kebahagiaan negara tersebut naik, padahal tanah di Singapura tidak banyak. Sementara di Indonesia, angka kurangnya pasokan rumah (backlog) terus meningkat, meskipun lahan di Indonesia masih cukup besar.

Dia memprediksi backlog mencapai di atas 10 juta rumah, sehingga menurutnya hanya menunggu waktu kapan masyarakat akan marah, karena rumah adalah hal penting.

"Untuk itulah REI dan pengembang-pengembang bisa terus memanfaatkan peluang dengan kebutuhan yang masih tinggi itu. Ini waktu yang tepat, sudah terlalu lama sektor properti Indonesia stagnan,"ungkap James. Sementara Anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI yang juga Anggota Kehormatan REI Suharso Monoarfa berharap pemerintah daerah siaga untuk bisa merealisasikan rumah rakyat, terutama dalam menyediakan lahan (bank tanah/land bank).

Tanah sangat dibutuhkan untuk membangun rumah rakyat. Data kekurangan rumah yang disebutkan mencapai 11 juta unit adalah berdasarkan perhitungan sensus. Namun, tidak ada perhitungan yang benar-benar pasti akan kebutuhan rumah terutama di setiap daerah.

"Sekarang kalau dilihat secara kasat mata mungkin tidak ada tunawisma, tapi kalau dilihat di Surabaya misalnya, kualifikasi rumah di daerah tertentu malah tidak masuk perumahan yang sehat," tutur Suharso yang berharap REI bisa menjadi tulang punggung bagi pembangunan rumah rakyat berpenghasilan rendah. Selain kedua tokoh tersebut, hadir pula dalam kegiatan ini mantan Menteri Negara Perumahan Rakyat dan Permukiman Theo L. Sambuaga, serta sejumlah tokoh perumahaan nasional lainnya. TPW