Kilas Berita

Menjadikan Rumah Ramah Anak

Administrator | Rabu, 15 Januari 2020 - 11:35:58 WIB | dibaca: 383 pembaca

Foto: Istimewa

Kehadiran si buah hati tentu saja akan menyemarakkan suasana rumah, apalagi saat si kecil sedang aktif-aktifnya. Di sisi lain, sebagai orang tua juga akan timbul kekhawatiran apakah perabotan di rumah sudah cukup ramah bagi anak, alias tidak akan membahayakannya.

Agar bisa lebih tenang membiarkan si kecil bebas bermain di rumah, cobalah beberapa hal ini, agar rumah bisa lebih ramah terhadap anak-anak. Simak daftarnya:

Perabotan dengan Bahan yang Aman
Anak-anak terbilang aktif dan dinamis. Mereka suka berlari ke segala penjuru tanpa berpikir akan terjatuh atau terantuk. Karena itu perabot di rumah, apalagi di kamar anak, sebaiknya tidak terbuat dari kaca tapi kayu yang lunak dan hangat. Kalau memang terpaksa memilih opsi kaca, pilih kaca akrilik yang kuat dan lentur atau tempered glass yang jika pecah, serpihannya tidak melukai.

Usahakan untuk tidak memilih perabot berbahan logam seperti alumunium atau stainless. Pastikan juga finishing perabot seperti cat tidak dari bahan berbahaya yang mengandung merkuri atau timbal dan tajam baunya, serta tidak menempel di tangan saat diusap, sebab tangan anak-anak adalah kunci untuk menjaga kesehatannya.

Untuk menjaga keamanan si kecil, pastikan semua perabot dan aksesori di kamar anak tidak boleh bersudut atau memiliki sendi tajam tapi membulat. Jika tidak dapat dihindari, karena misalnya membeli perabot jadi atau sudah lama ada, lapisi setiap sendi dan sudutnya yang dapat melukai itu dengan bantalan lunak.

Sembunyikan Stop Kontak
Stop kontak termasuk hal paling berbahaya dan paling dijaga dalam konsep rumah ramah anak. Pastikan seluruh stop kontak berada jauh dari jangkauan anak.

Caranya bisa dengan mengatur tata letak ruangan, sehingga letak stop kontak tersembunyi di balik sofa, tempat tidur, atau bufet. Selain itu, saat ini juga sudah banyak penutup stop kontak yang bisa dibeli demi keamanan si kecil. Lewat cara tersebut, si kecil tetap terlindungi meskipun menyentuh stop kontak. Selain itu, jangan lupa untuk mencabut alat-alat listrik, terutama casan ponsel, yang akan mengundang perhatian si kecil.

Jauhkan Barang Pecah Belah, Obat-obatan, dan Bahan Kimia Pajangan di rumah, termasuk barang pecah belah tentu mempercantik rumah. Namun, saat si kecil tengah ingin tahu segala hal, termasuk juga perabotan pecah-belah untuk dijadikan mainan, ada baiknya menyimpannya lebih dahulu. Rumah yang indah tentu membuat betah, namun keamanan si kecil tentu jauh lebih penting.

Selain perabotan pecah belah, obat nyamuk, pembersih lantai, dan deterjen dapat berisiko fatal jika isinya tertelan oleh anak. Begitu juga dengan obat-obatan yang tidak boleh dikonsumsi sembarangan. Terlebih, benda-benda berbahan kimia dan obat-obatan kerap dikemas dengan tampilan menarik dan berwarna-warni sehingga membuat anak penasaran.

Demi menghindari hal-hal tak diinginkan, pastikan semua obat dan benda dengan zat berbahaya tersimpan rapi di kotak penyimpanan barang yang telah terkunci rapat. Usahakan pula simpan kotak tersebut jauh dari si kecil agar mereka tidak penasaran dan sibuk bertanya dan tetap ingin membuka kotak tersebut.

Kunci Selalu Pintu Keluar
Pastikan pintu keluar selalu terkunci jika anak sedang bermain di dalam rumah atau ada anak-anak tetangga yang main di luar rumah. Si kecil akan ingin tahu dan tahu-tahu membuka pintu tanpa ada sadari.

Penting menerapkan cara ini agar si kecil tetap terhalang jika tiba-tiba hendak berlari ke luar rumah. Selain itu, rumah juga bakal lebih aman karena tidak ada orang asing yang tiba-tiba masuk dan berbuat kriminal.

Meski banyak lagi cara lain yang bisa dilakukan, setidaknya beberapa hal ini bisa menjadi dasar bagi orang tua agar si kecil tetap aman selama di rumah. Selamat mencoba! (Teti Purwanti)