Trend

Mesin Pencari Makin Digemari Konsumen

Administrator | Selasa, 09 Januari 2018 - 13:13:47 WIB | dibaca: 180 pembaca

Industri properti semakin dinamis dengan maraknya penjualan properti dengan bantuan "mesin" pencari. Sejumlah situs jual beli properti tumbuh bak jamur di musim penghujan.

Yang terbaru, situs jual beli properti Lamudi telah meluncurkan The Oracle yakni sebuah big data yang dapat digunakan oleh pencari properti, investor atau pengembang untuk mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan informasi properti.

Antara lain data mengenai seberapa banyak pasokan apartemen baru di sebuah daerah, pergerakan harga tanah hingga kekurangan jumlah properti di sebuah daerah.

"Informasi yang dikeluarkan oleh The Oracle ini bisa sangat membantu investor atau pengembang untuk menjalankan bisnis properti mereka," kata Mart Polman, Managing Director Lamudi Indonesia melalui siaran persnya, baru-baru ini.

Seperti diketahui, bagi mereka para investor atau pengembang keberadaan data sangat penting, dari informasi tersebut mereka bisa membuat sebuah kesimpulan apakah sebuah area atau wilayah memiliki potensi yang besar untuk investasi properti.

Bukan hanya pengembang yang akan mendapatkan keuntungan dari keberadaan The Oracle. Agen propeti juga akan dapat menganalisis pola perilaku dan tren properti di masyarakat.

"Ini berarti, mereka akan lebih mudah membuat target pasar. Selain itu, data semacam ini akan memungkinkan agen untuk mendapatkan ide apa saja yang harus dilakukan untuk mendapatkan pelanggan dan memenuhi ekspektasi mereka," papar dia.

Selain itu, kata Polman, analisis prediktif akan memungkinkan agen dan pengembang untuk meramalkan tren masa depan dengan melihat tren masa lalu untuk membuat perkiraan informasi dan kuantitatif di masa depan.

Misalnya, agen bisa memprediksi harga yang diinginkan konsumen di masa yang akan datang untuk sebuah apartemen dengan dua kamar tidur. Jadi, singkatnya big data bisa merepresentasikan tentang bagaimana pembeli atau investor membuat keputusan mengenai real estate. Meski begitu, data tersebut tidak akan berguna jika tidak dikelola diproses dan digunakan dengan baik.

PENENTU TRANSAKSI
Sebelumnya, setelah melakukan riset dan analisis mengenai transaksi penjualan properti di Indonesia, situs 99.co juga telah meluncurkan dua produk sekaligus, yaitu Consumer Website dan Aplikasi Android untuk agen properti.

Consumer Website yang diperkenalkan oleh 99.co kepada publik Indonesia mengadaptasi fiturfitur yang dimiliki oleh Consumer Website di 99.co Singapura, yaitu fitur pencarian menggunakan peta, fitur perbandingan antara produk-produk yang sejenis, serta live chat dengan concierge officer.

"Setelah sukses membangun generasi terkini untuk teknologi pencarian properti dan disukai oleh jutaan pengguna di Singapura sejak diluncurkan dua tahun lalu, 99.co menetapkan Indonesia sebagai negara tujuan pertama ekspansi internasional dan sekaligus juga merupakan pasar yang sangat penting," ungkap Chief Executive Officer 99.co, Darius Cheung.

Pada tahap awal penetrasi di Indonesia, 99.co berfokus pada pasar primary property (properti baru). Dengan fokus pada primary property, informasi yang ditampilkan di website 99.co menjadi lebih akurat, karena sumber informasinya langsung dari pihak developer.

Berbeda dengan listing property secondary (properti bekas pakai) yang biasanya tidak mencantumkan koordinat alamat lengkap di peta karena agen properti enggan mencantumkan detail lokasi, properti baru biasanya memiliki koordinat yang tepat, sehingga informasinya lebih akurat. Hal ini sejalan dengan fitur pencarian properti dengan menggunakan peta, yang menjadi salah satu fitur unggulan dari 99.co.

Supaya lebih memahami kebutuhan semua pihak yang terkait dalam transaksi property, 99.co tidak menjalankan model Business To Consumer (B2C), tetapi lebih ke Business To Business To Consumer (B2B2C). Dikatakan, kemudahan akses informasi ke produk properti menjadi faktor penentu dalam proses transaksi. TPW