RILEKS

Natasha Dewanti: Paling Pas dengan Rumah Bergaya Vila

Administrator | Senin, 05 November 2018 - 13:41:32 WIB | dibaca: 585 pembaca

Foto: Istimewa

Bintang sinetron yang satu ini cukup familiar di mata para pecinta sinetron di Tanah Air. Paras cantiknya sering muncul di layar perak dengan beragam peran yang pernah dia lakoni.

Namun, tak banyak yang tahu bila Natasha Dewanti juga punya kesibukan lain yang juga menyita waktunya yakni berbisnis. Bidang fashion menjadi pilihan untuk menguji kemampuan enterpreneurnya.

Ibu empat orang anak itu mengatakan bisnis barunya di bidang fashion tidak terlepas dari pekerjaan utamanya sebagai aktris yang kerap kali harus mengutamakan penampilan terlebih ketika hadir di acara khusus. Melihat ada peluang bisnis yang menjanjikan di bidang itu, dia pun memberani diri menuangkan ide-ide rancangannya dengan membuat baju yang ready to wear, simple namun elegan.

“Aku merancang dan memproduksi bersama teman teman,” ungkap Natasha kepada Majalah RealEstat, baru-baru ini.

Dia mengakui bisnis fashion ini adalah salah satu dambaannya. Natasha mengaku senang menggeluti usaha busana tersebut.

Namun di luar keasyikannya merancang pakaian yang enak dilihat dan dikenakan, ternyata Dijet, panggilan akrabnya, masih mempunyai impian yang terus dia kejar, yaitu keinginan mempunyai rumah idaman.

“Karena anak saya sudah empat dan tentu kami butuh rumah yang memadai,” ungkap Dijet yang lahir di Jakarta, tepatnya pada 14 Oktober 1978 itu.

Natasha Dewanti memulai karir keartisannya dari finalis Majalah Aneka 1992. Putri pasangan dari Eddy Z. Hasanudien dan Anita G. Soekamto ini pun kemudian merambah dunia akting.

Alumnus Akpar NHI Bandung yang pernah belajar di sekolah seni peran Sakti Aktor Studio ini telah membintangi beberapa sinetron antara lain Doa Membawa Berkah, Panji Manusia Millenium, dan Akulah Miki. Setelah itu puluhan sinetron pun dia lakoni hingga saat ini.

Sejak menikah dengan Dicky Permana pada 15 Mei 2004, mereka tinggal di bilangan Jakarta Selatan. Dari situ mereka pindah lagi ke daerah perbatasan antara Jakarta dan Tangerang Selatan. Sehingga impian mempunyai rumah lagi di wilayah Jakarta masih menjadi wacana.

“Buat saya lokasi menentukan. Tapi saya tidak mau bilang dimana daerah yang paling enak ditinggali, yang jelas saya lahir dan dibesarkan di Jakarta Selatan,” elak dia ketika ditanya daerah yang paling dia sukai untuk tempat tinggal.

Hunian yang nyaman tidak harus luas dan besar. Karena kata Dijet, rumah besar itu biaya perawatannya juga besar, apalagi kalau ada kolam renang dan sekuriti. Setidaknya begitu pengalaman dia tinggal di rumah besar berhalaman luas.

Oleh karena itu, dirinya menginginkan memiliki rumah bergaya vila yang simple, tidak banyak sekat sehingga terlihat luas dan aktivitas anak-anak dengan mudah terlihat.

“Ya dominan kaca, kayak vila di Bali. Sirkulasi udara harus bagus,” ungkap Dijet. (Rinaldi)