ISU PASAR

Pasar Residensial Menengah Diprediksi Tetap Jadi Primadona

Administrator | Selasa, 09 Oktober 2018 - 14:41:48 WIB | dibaca: 29 pembaca

Pengembang menilai pasar residensial di segmen menengah cukup baik dan akan tetap mendominasi permintaan hunian di Tanah Air sepanjang 2018. Kondisi tersebut terlihat dari strategi pengembangan developer yang masih fokus menggarap segmen ini.

Komisaris Utama ISPI Group, Preadi Ekarto meyakini pasar properti masih didominasi segmen menengah dengan harga unit di bawah Rp 900 juta per unit. Sementara residensial di segmen menengah atas yakni dengan harga di atas Rp 1 miliar per unit kemungkinan masih stagnan meski permintaan selalu ada dalam volume terbatas.

“Kami optimistis penjualan rumah di segmen menengah yakni di kisaran harga Rp 300 juta hingga Rp 900 juta per unit masih terbesar. Peminatnya selalu ada, kenapa? Karena pembelinya adalah pengguna langsung (end user). Jarang sekali rumah di segmen ini dibeli oleh investor apalagi spekulan,” ungkap dia kepada wartawan, baru-baru ini.

Menurut Preadi, rumah untuk pengguna didasari kebutuhan tempat tinggal, terutama untuk keluarga-keluarga baru. Gencarnya pembangunan konstruksi dan infrastruktur, dia yakini juga memengaruhi ekonomi dan daya beli masyarakat di kelas menengah untuk membeli rumah. Selain tingkat suku bunga KPR yang cukup kompetitif saat ini.

Itulah mengapa ISPI masih setia memasarkan rumah di segmen menengah dengan harga Rp 300 jutaan hingga Rp 900 jutaan. Tahun ini misalnya, perusahaan properti ini akan meluncurkan total 16 cluster baru dari delapan proyek residensial yang sedang dikembangkan di Bekasi, Bogor dan Cikarang.

“Semuanya masih di proyek-proyek eksisting. Memang kami ada beberapa lahan di lokasi baru, tapi kemungkinan belum diluncurkan tahun ini. Kami masih melihat kondisi pasar lebih lanjut,” ungkap Preadi.

Sejumlah pengamat properti juga meyakini kondisi pasar di segmen menengah akan terus bergairah dan diperkirakan akan menjadi lokomotif menuju siklus puncak properti.

Tingkat Serapan
CEO Lead Services Properti Hendra Hartono mengungkapkan salah satu indikator membaiknya industri properti adalah apabila penjualan properti yang diluncurkan pada jangka waktu dan kategori yang sama menunjukkan tingkat penjualan di atas rata-rata. Saat ini, kondisi yang ada menunjukkan bahwa penjualan masih didominasi oleh segmen menengah dan bawah.

Kondisi itu tercermin dari catatan Leads, dimana dari total apartemen eksisting dan yang baru masuk pasar hingga awal kuartal III/2017 sebanyak 234.425 unit, terserap pasar sebanyak 88,08%. Tingkat serapan itu lebih dari 50% didominasi oleh proyek menengah dan menengah bawah sisanya menengah dan menengah atas.

Tingkat serapan ini menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang bisa mencapai lebih dari 90% dengan komposisi yang seimbang antara segmen menengah dan menengah bawah dengan menengah dan menengah atas.

“Nantinya tentu segmen menengah dan menengah atas yang akan menjadi pendorong industri properti secara keseluruhan,” papar Hendra.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda. Memperkirakan sepanjang tahun ini seluruh segmen mulai dari bawah, menengah hingga atas akan lebih bergairah dan terus menunjukan tren peningkatan.

Berdasarkan fakta-fakta tersebut, dirinya meyakini sektor properti masih akan terus bergerak naik bahkan bisa booming di tahun 2018.

Dia memastikan, secara umum tahun 2017 lalu pasar properti sudah bersiap untuk bangkit, dan itu terbukti dengan para pengembang mulai berani meluncurkan proyek-proyek baru.

“Pergerakan segmen menengah atas relatif lambat karena sangat terkait dengan beberapa hal. Salah satunya terjadinya over value di sejumlah lokasi karena kenaikan yang tinggi pada periode 2010 hingga 2012,” ungkap Ali. RIN