INFRASTRUKTUR

Pembangunan Jalan Tol Pertama di Aceh Dimulai

Administrator | Selasa, 19 Maret 2019 - 16:14:18 WIB | dibaca: 49 pembaca

Foto: Istimewa

Presiden Joko Widodo atau Jokowi meresmikan pembangunan jalan tol pertama di Aceh, Jumat (14/12/2018). Jalan tol sepanjang 74 kilometer dari Banda Aceh-Sigli ini diperkirakan menelan investasi sekitar Rp 12 Triliun.

Tol Banda Aceh-Sigli merupakan bagian dari tol Trans Sumatera yang nantinya akan menghubungkan daerah paling ujung barat Pulau Sumatera itu dengan Pelabuhan Bakauheni di Lampung.

Penugasan pembangunan jalan tol Aceh diberikan kepada PT Hutama Karya (Persero). Investasi pembangunan jalan tol Banda Aceh-Sigli sebesar Rp 12 triliun, sekitar 85% berasal dari ekuitas perusahaan dan 15% dari pinjaman. Tol ini ditargetkan rampung pada 2022.

Tol Banda Aceh-Sigli terdiri dari seksi Indrapuri–Blang Bintang sepanjang 13 kilometer, Seksi Blang Bintang–Kutobaro sepanjang 8 kilometer, dan Seksi Kutobaro–Simpang Baitussalam sepanjang 5 kilometer. Kemudian, Seksi Padang Tiji–Seulimeum sepanjang 26 kilometer, Seksi Seulimeum–Jantho sepanjang 6 kilometer, dan terakhir seksi Jantho–Indrapuri sepanjang 16 kilometer.

Peresmian tol ini ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Presiden Jokowi didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil, dan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, sore hari ini kita laksanakan groundbreaking pembangunan jalan tol ruas Banda Aceh-Sigli sepanjang 74 kilometer,” ujar Jokowi sembari menekan sirine sebagai tanda dimulainya pengerjaan tol tersebut.

Presiden mengungkapkan pembangunan jalan tol Banda Aceh-Sigli sebagai upaya memudahkan mobilitas masyarakat dan barang di daerah untuk pertumbuhan ekonomi. Menurut dia, jalan tol pertama di Aceh tersebut akan terhubung hingga ke Bakauheni, Lampung.

Jokowi bercerita, saat awal rencana jalan tol di Lampung banyak orang yang meragukan jalan tersebut bakal selesai dikerjakan. Namun jalan tol Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 148 kilometer tersebut sudah dapat difungsikan akhir Desember nanti.

“Tapi saya mengingatkan, pembangunan jalan tol membutuhkan dorongan dari kepala daerah baik bupati, wali kota maupun gubernur. Hal itu terkait pembebasan lahan yang dibutuhkan untuk tol. Problemnya hanya ada di situ. Di mana-mana yang namanya pembangunan jalan tol itu masalahnya di pembebasan,” ujar dia.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi kembali mengingatkan bahwa pembangunan jalan tol maupun infrastruktur lainnya merupakan prasyarat bagi sebuah negara untuk dapat bersaing dengan negara lainnya. Pembangunan infrastruktur di seluruh pelosok Tanah Air akan membuka akses bagi pengembangan ekonomi daerah yang wilayahnya dibangun infrastruktur tersebut.

“Nanti pemerintah daerah juga harus bisa mengintegrasikan antara jalan tol ini dengan kawasan wisata. Jalan tol ini juga integrasikan dengan kawasan ekonomi khusus. Di Lhokseumawe ada kawasan ekonomi khusus. Integrasikan di situ sehingga mobilitas barang dan orang bisa cepat. Pasti investor akan tertarik masuk,” kata Jokowi.

Dia yakin bahwa dengan kerja keras dan dorongan yang sama dari seluruh pihak baik di pusat maupun daerah, proyek tersebut akan dapat terselesaikan. Jokowi menyebutkan, nanti di 2024 dari Bakauheni ke Banda Aceh akan tersambung, yaitu sepanjang 2.000 kilometer ditambah cabang-cabangnya sepanjang 700 kilometer. Artinya, jalan tol Trans Sumatera yang akan dibangun mencapai 2.700 kilometer.

Sementara itu, sejumlah proyek pembangunan jalan tol yang menjadi bagian dari Trans Sumatera akan segera diselesaikan. Dalam waktu dekat, Jokowi akan meresmikan jalan tol yang menghubungkan ruas Bakauheni-Terbanggi Besar.

“Dari Bakauheni sampai Terbanggi Besar itu sepanjang 140,8 kilometer akhir Desember ini Insya Allah akan kita resmikan. Kemudian dari Bakauheni ke Palembang akan tersambung pada April 2019 sepanjang 350 kilometer,” papar dia.

Lompatan Besar
Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah menyatakan optimis terhadap masa depan pembangunan Aceh. Hal itu melihat kuatnya dukungan pemerintah pusat bagi pengembangan di Aceh. Terbukti, dari tahun ke tahun anggaran pembangunan nasional untuk Aceh terus meningkat. Besarnya anggaran tersebut menyertai hadirnya sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) di Aceh, sehingga mendorong percepatan pembangunan di daerah ini.

“Atas nama pemerintah dan seluruh rakyat Aceh, kami sangat bersyukur dan menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden atas kehadiran proyek-proyek strategis nasional di Aceh,” kata Nova.

Nova menyampaikan, total bidang tanah warga yang sudah dilakukan pembayaran saat ini sebanyak 144 bidang tanah dari total bidang 3.586 atau seluas 55,34 hektar, dengan total luas lahan 755,2 hektare. Dimana total realisasi dana talangan oleh Hutama Karya sebesar Rp 17,56 miliar.

Dengan terlaksananya pembayaran seluas 55,34 hektar tersebut, kata Nova, pihak pelaksana konstruksi dapat segera mengerjakan pembangunan jalan tol sepanjang 6,92 kilometer di dua kecamatan yakni Kecamatan Blang Bintang dan Kecamatan Montasik.

Menurut Nova, kehadiran tol Aceh adalah sebuah lompatan besar bagi percepatan pembangunan di Aceh, sehingga program pengembangan dan investasi serta peningkatan kesejahteraan rakyat lebih cepat terwujud. 

Tinjau Tol
Di tempat terpisah, Komisi V DPR RI dipimpin oleh Ibnu Mundzir meninjau sarana dan prasarana jalan tol Bakauheni–Terbanggi Besar menjelang mudik Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Kunjungan ini bermaksud menginventarisir permasalahan yang dapat timbul serta antisipasi yang dilakukan para petugas, sehingga angkutan Natal dan Tahun baru dapat diselenggarakan dengan selamat, aman, lancar, tertib dan nyaman.

Jalan tol Bakauheni-Terbanggi Besar adalah bagian dari ruas tol Trans Sumatera yang nantinya akan mempermudah pengguna jalan dari Pelabuhan Merak yang menyeberang dan turun di Pelabuhan Bakauheni dan bisa memilih langsung menggunakan jalan tol untuk melanjutkan perjalanan menuju beberapa daerah di Sumatera.

Menurut Pimpro PT Hutama Karya, Slamet Sudrajat bahwa pembangunan tol Bakauheni-Terbanggi Besar saat ini progress fisik untuk pembangunan ruas jalan tol tersebut telah mencapai 99%. Panjang paket 1 Pelabuhan Bakauheni–Simpang Susun Sidomulyo 39,4 km dan paket 2 Simpang Susun Sidomulyo–Simpang Susun Kotabaru 40,6 Km. (Rinaldi)