INFRASTRUKTUR

Pemerintah Bangun Akses Wisata Mandeh Sumbar

Administrator | Senin, 08 Oktober 2018 - 15:10:25 WIB | dibaca: 168 pembaca

Foto: Istimewa

Industri pariwisata menjadi salah satu sektor andalan di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyadari kondisi tersebut dengan memberikan prioritas pada pengembangan akses menuju destinasi wisata di provinsi tersebut.

Pada tahun 2017, Kementerian PUPR telah menyelesaikan pengaspalan jalan akses wisata Mandeh sepanjang 15 km dari 43 km jalan yang ditargetkan selesai tahun 2019. Pemandangan indah Samudera Hindia akan menyertai para wisatawan karena sebagian besar ruas jalan ini berada di tepi laut.

Jalan akses wisata Mandeh akan memperlancar konektivitas Kota Padang dengan Kabupaten Pesisir Selatan dengan trase jalan mulai dari Teluk Kabung – Sungai Pisang – Sungai Nyalo – Mandeh – Carocok – Tarusan.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pihaknya turut mendukung pengembangan destinasi wisata baru seperti Kawasan Mandeh guna mencapai target kunjungan 20 juta wisatawan asing pada 2019 ke Indonesia. Sektor pariwisata menjadi salah satu program unggulan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk meningkatkan devisa dan investasi.

“Ketersediaan infrastruktur akan meningkatkan akselerasi pengembangan destinasi wisata yang akan merangsang pengembangan kawasan dan pertumbuhan ekonomi,” ungkap Basuki, baru-baru ini.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional III Padang, Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PUPR, Saiful Anwar, menambahkan jalan akses wisata Mandeh tersebut sudah beraspal sepanjang 15 km. pengerjaan jalan dilakukan pada tahun 2015-2016 dengan anggaran Rp 10 miliar dan dilanjutkan tahun 2017 dengan anggaran Rp 78 milliar.

Kemudian pada tahun 2018 akan dikerjakan sepanjang 13 km dengan anggaran Rp 73 miliar dengan kontrak tahun jamak hingga akhir 2019. Hingga akhir 2019 total anggaran untuk jalan wisata Mandeh diperkirakan mencapai Rp 265 miliar, sedangkan bila ditambah dengan 13 jembatan senilai Rp 64 miliar, maka total anggaran yang disiapkan pemerintah menjadi Rp 329 miliar.

“Diharapkan proses pembebasan tanah yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah dapat berjalan lancar sehingga penyelesaian konstruksi jalan bisa selesai tepat waktu,” kata Syaiful.

Dia menambahkan, dengan selesainya jalan akses wisata tersebut diharapkan minat investor menanamkan modalnya meningkat dan menjadikan kawasan Mandeh menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Tol Sumatera
Pemerintah pun terus memacu akses jalan bebas hambatan atau jalan tol di Pulau Sumatera. Di awal Februari lalu, Presiden Jokowi telah meresmikan dimulainya pembangunan tol Padang-Pekanbaru.

Pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru sepanjang 244 km dimulai dan ditargetkan akan selesai pada 2023. Tahap awal sudah dimulai konstruksi Seksi I ruas Padang-Sicincin sepanjang 28 km.

Presiden Jokowi mengatakan, infrastruktur menjadi hal fundamental jika ingin memenangkan persaingan dengan negara lain. Adanya infrastruktur akan menurunkan biaya transportasi dan biaya logistik akan jauh lebih murah. Dengan dibangunnya tol akan memangkas jarak dan waktu tempuh perjalanan dari Padang ke Pekanbaru dari saat ini sekitar 9 jam menjadi 3 jam perjalanan.

Tak hanya memangkas waktu perjalanan, jalan tol ini juga akan menghubungkan dua pelabuhan laut yang berada di Padang dan Dumai, Riau.

“Jalan tol Padang-Pekanbaru akan mengefisienkan mobilitas orang dan barang. Dengan terhubungnya Pelabuhan Laut Teluk Bayur dan Dumai, nantinya akan meningkatkan pergerakan produk barang,” kata Presiden.

Jalan tol Padang-Pekanbaru merupakan sirip dari Tol Trans Sumatera dan menjadi salah satu proyek strategis nasional (PSN) sebagaimana tertuang dalam Perpres No. 58 Tahun 2017.

Pembebasan lahan akan dilakukan oleh Pemerintah Daerah, sementara pembayaran pembebasan lahan akan menggunakan dana talangan dari PT Hutama Karya selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). Bila tanah bebas maka ruas Padang-Sicincin ditargetkan selesai akan akhir tahun 2018.

Investasi yang dibutuhkan untuk membangun tol Padang-Pekanbaru sebesar Rp 78,09 triliun dengan target penyelesaian selama lima tahun (2018-2023). Tingginya biaya investasi, disamping karena jaraknya cukup panjang juga akan dibangun lima terowongan dengan total panjang 8,95 km yang menembus pegunungan Bukit Barisan.

Pemerintah Jepang menyatakan komitmennya untuk membiayai sebagian konstruksi yakni sepanjang 40 km, termasuk pembangunan terowongan dengan nilai pinjaman sebesar Rp 9,1 triliun.

Pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru akan dilakukan dalam tiga tahap hingga tahun 2023 mendatang. Tahap I menghubungkan Padang-Sicincin sepanjang 28 km, tahap II menghubungkan Bangkinang-Pekanbaru sepanjang 38 km, dan tahap III menghubungkan Sicincin-Bangkinan sepanjang 189 km.

Ketua DPD REI Sumbar Hendra Gunawan, mengatakan belum ada dampak signifikan terhadap bisnis properti dengan rencana pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru. Bahkan dia mengkhawatirkan maraknya aksi spekulan sehingga memacu harga tanah di sekitar ruas tol sehingga makin mempersulit penyediaan lahan untuk perumahan rakyat.

“Selain itu, belum ada RDTR jelas untuk di kawasan di sepanjang jalan tol tersebut,” jelas Hendra.

Meski begitu, tentu dampak positif akan terjadi di masa mendatang. Optimisme masyarakat akan infrastruktur sudah terasa, terutama bagi sektor pariwisata. Apalagi saat ini Sumbar tengah menggenjot daya tarik pariwisata. Hendra memprediksi kenaikan harga tanah signifikan baru akan terasa saat menjelang jalan tol tersebut rampung.

Selain jalan tol, Kementerian PUPR juga meresmikan pembangunan Padang Bypass Capacity Expansion Project yang terdiri dari dua ruas yakni ruas Gaung–Lubuk Begalung (5 km) dan ruas Lubuk Begalung – Duku (22 km). Pada ruas jalan ini terdapat 9 jembatan dengan total panjang 558,6 meter.

“Keberadaan Jalan Padang By Pass akan meningkatkan daya saing Kota Padang dan sekitarnya. Arus logistik akan semakin mudah dan lancar. Kami harapkan Pemerintah Daerah dapat mengendalikan perubahan tata guna lahan di sepanjang kiri dan kanan jalan,” kata Menteri Basuki. TPW