INFRASTRUKTUR

BORR Seksi IIB Beroperasi

Penjualan Properti di Kota Hujan Diproyeksi Naik 10%-20%

Administrator | Kamis, 31 Januari 2019 - 10:47:36 WIB | dibaca: 291 pembaca

Awal Juni lalu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meresmikan beroperasinya jalan tol Bogor Outer Ring Road (BORR) seksi IIB dari Kedung Badak ke Yasmin sepanjang ruas 2,65 kilometer.

Tol ini diharapkan dapat memudahkan pergerakan masyarakat dan ekonomi Kota Bogor dan sekitarnya, dan tentunya bakal mendorong bisnis properti di kawasan tersebut. Keyakinan yang sama diakui pelaku usaha properti yang sedang melakukan pengembangan di Kota Hujan.

Direktur Utama PT Mekar Agung Sejahtera (MAS Group) Sengkono Dharmawan mengatakan, setiap infrastruktur penunjang baru tentu akan sangat berguna bagi masyarakat sekitar. 

MAS Group menyambut baik beroperasinya tol BORR Seksi IIB dari Kedung Badak-Simpang Yasmin karena akan mempermudah akses masyarakat. Apalagi Bogor adalah salah satu kota satelit penunjang Jakarta.

Menurut dia, secara makro tentu infrastruktur akan meningkatkan ekonomi, bahkan taraf hidup masyarakat, termasuk juga sektor properti.

“Saya prediksi akan ada peningkatan penjualan hingga 10% pasca beroperasinya BORR Seksi IIB ini,” ungkap Sengkono. Kalau bagi konsumen dapat meningkatkan akses transportasi, maka bagi pengembang ungkap dia, keberadaan jalan tol menjadi pengungkit penjualan.

Sengkono berharap, ke depan makin banyak infrastruktur pendukung di Kota Bogor, khususnya transportasi massal. Menurut dia, selama ini KRL Commuterline masih jadi primadona, sehingga semisal LRT atau transportasi massal lainnya bisa masuk ke Bogor tentu pasar properti akan makin membaik khususnya perumahan.

MAS Group sedang mengembangkan lahan seluas 13 hektar di Bogor dan membangun perumahan dengan nama Bali Resort Bogor. Perumahan ini terdiri dari empat cluster hunian dengan total 801 unit rumah, 31 unit rumah toko (ruko), satu club house, dan satu boulevard.

Untuk mengembangkan kawasan ini, perseroan menggelontorkan dana hingga Rp 500 miliar. Adapun target marketing sales dari keseluruhan unit mencapai Rp 700 miliar. Bali Resort Bogor juga mengandalkan tol BORR sebagai infrastruktur penunjang kawasan menuju ke sana.

Pengembang lainnya di Bogor, yakni Greenwoods Group juga berharap akan ada peningkatan penjualan hingga 20% pada tahun depan pasca beroperasinya BORR Seksi IIB. Perusahaan properti tersebut segera meluncurkan proyek barunya di dekat tol BORR.

Okie Imanto, Chief Executive Officer (CEO) Greenwoods Group mengatakan belum bisa mengungkapkan secara rinci tentang proyek yang akan dikembangkan. Namun lokasi lahannya hanya berjarak 500 meter dari tol BORR.

“Dampak positif tol tersebut sudah terasa melalui nilai penjualan yang membaik untuk proyek-proyek kami di Bogor. Bahkan tahun 2019, saya rasa akan memuncak dengan semakin familiarnya masyarakat menggunakan akses BORR,” ungkap Okie.

Dia memprediksi kenaikan penjualan paling tidak hingga 20% pada tahun depan dengan dampak tol BORR. Sebab, secara harga lahan, akibat tol BORR setidaknya sudah empat tahun terakhir naik secara signifikan, terutama pada produk seperti rumah, rumah toko (ruko), dan juga apartemen.

Lebih jauh, Okie menilai BORR punya potensi komersial dan perdagangan layaknya JORR di bilangan koridor TB Simatupang pada 20 tahun lalu atau bilangan Meruya dan Kosambi 10 tahun lalu. Aksesibilitas sering kali menjadi penentu dari location desirability suatu produk properti, walaupun jauh tapi akses mudah dan lingkungan nyaman tentu akan menarik perhatian masyarakat.

Greenwoods Group baru-baru ini mengembangkan proyek JP Apartmen melalui Kerja Sama Operasi (KSO) di lahan seluas 1,2 hektare (ha) di Dramaga, Bogor dekat dengan Institute Pertanian Bogor (IPB). Proyek ini ditaksir akan menelan investasi Rp 350 miliar. Proyek apartemen ini dipasarkan dengan harga Rp 9,6 juta/m2 (termasuk PPn) atau dijual mulai dari Rp 230 juta sampai dengan Rp 430 jutaan per unit.

Untuk pemasaran proyek ini, Okie bilang, pihaknya menjaring langsung mahasiswa yang akan menjadi user atau tenant JP Apartment. Perusahaan juga akan menjalin kerja sama dengan kampuskampus besar yang akan bekerjasama dengan JP Apartment untuk menyediakan dormitory resmi untuk mahasiswa dan akademisinya.

Atasi Kemacetan
Menteri Basuki saat peresmian BORR Seksi IIB Kedung Badak-Simpang Yasmin mengharapkan tol ini dapat membantu Pemerintah Kota Bogor menyelesaikan masalah kepadatan lalu lintas di jalan arteri, mempercepat waktu tempuh, serta mendorong pengembangan kawasan pendidikan dan bisnis baru di Bogor Barat.

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri No. 380/KPTS/M/2018 tanggal 5 Juni 2018 tentang penetapan golongan jenis kendaraan bermotor dan besaran tarif tol pada Jalan Tol BORR Seksi I dan II (Sentul Selatan-Simpang Yasmin), untuk kendaraan kecil golongan I akan dikenakan tarif Rp 10.000, dan Rp 15.000 untuk truk golongan II dan III. Sementara untuk truk golongan IV dan V dikenakan tarif Rp 20.000.

Kementerian PUPR juga mengungkapkan jika tarif tol sebesar Rp 10.000 untuk kendaraan kecil pada ruas Tol BORR dari seksi I hingga seksi II masih cukup terjangkau, mengingat biaya investasi pembangunan tol layang yang dua kali lipat lebih besar dari pembangunan tol non-layang.

Sementara itu, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, mengatakan pengerjaan tol BORR seksi IIB sangat kompleks, karena konstruksinya seluruhnya layang (elevated) dan dikerjakan selama 24 jam.

Tol BORR seksi IIB merupakan kelanjutan dari seksi IA yakni dari Sentul menuju Kedung Badak. Seperti diketahui, tol BORR secara keseluruhan terbagi menjadi lima seksi. Kelima seksi tersebut meliputi seksi I ruas Sentul Selatan-Kedung Halang (3,85 Km) yang telah beroperasi sejak tahun November 2009. Lalu seksi IIA Ruas Kedung Halang-
Kedung Badak (1,95 Km) telah beroperasi sejak Mei 2014.

Kemudian seksi IIB dari ruas Kedung Badak-Simpang Yasmin (2,65 Km), seksi IIIA meliputi Ruas Simpang Yasmin-Semplak (3,50 Km) dan seksi IIIB meliputi Semplak-Junction Salabenda (1,50 Km). Pembangunan Jalan Tol BORR dengan total panjang 13,45 Km menggunakan dana investasi badan usaha jalan tol (BUJT) PT Marga Sarana Jabar (MSJ) sebesar Rp 2,05 triliun dengan saham mayoritas dimiliki oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Bertindak selaku kontraktor utama PT Wijaya Karya.

Pembangunan tol BORR ini akan terus dilanjutkan hingga Seksi III hingga ke Parung serta Antasari. Rencananya, untuk bagian sebelah utara dari Parung ke Antasari akan menjadi Jagorawi dua dengan posisi yang paralel sehingga dari Jakarta ke Bogor memiliki rute alternatif. Sedangkan untuk ke selatan akan terus tersambung ke Cigombong, sehingga menjadi jalan lingkar luar Bogor. (Teti Purwanti)