Berita

Peringati HUT ke 49, Senior REI Bagikan Strategi Jitu Menghadapi Krisis

Administrator | Selasa, 23 Februari 2021 - 09:15:32 WIB | dibaca: 492 pembaca

Ada kejutan yang diterima pengembang yang tergabung dalam Realestat Indonesia (REI) hari ini. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan ucapan Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) ke 49 melalui video singkat, Kamis (11/2). “Semoga tetap semangat dalam membangun perumahan,” ujar Jokowi dalam video tersebut.

Dalam perayaan HUT REI yang diselenggarakan melalui virtual (daring) itu, Presiden Jokowi menekankan bahwa bisnis properti merupakan sektor industri utama dalam rangka pemulihan ekonomi nasional. Seremonial HUT REI tahun ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yakni dilakukan melalui virtual. Selain Jokowi, ucapan selamat melalui virtual juga disampaikan oleh Ketua MPR Bambang Soesatyo, Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil dan sejumlah direksi dari perbankan.

Ketua Umum DPP REI Paulus Totok Lusida menjelaskan, apa yang disampaikan oleh Presiden bahwa properti menjadi penggerak utama pemulihan ekonomi, menjadi tema utama HUT REI ke 49 yakni Garda Terdepan Pemulihan Ekonomi Nasional. Meskipun tahun ini merupakan HUT yang paling sederhana karena adanya pandemi, dirinya tetap memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang merupakan anggota REI dari seluruh DPD di Indonesia.

“HUT REI kali ini sangat spesial karena baru pertama kali diadakan tepat di tanggal kelahiran yakni 11 Februari. Bagi kita, HUT ini merupakan momentum yang berharga, karena di usia yang semakina matang, REI sudah memiliki 5000 anggota atau perusahaan di seluruh Indonesia. REI merupakan organisasi pengembang tertua dan terbesar saat ini,” ujar Totok Lusida.

Lebih lanjut dikatakan Totok Lusida, masih ada kebijakan dan aturan pemerintah yang cukup mempersulit masyarakat dalam memiliki hunian. Oleh karena itu, sangat diharapkan untuk mempermudah filternya agar pengembang bisa tetap menjaga cashflow, disamping pengembang juga harus lebih proaktif kepada stake holder properti. “Saya yakin masalah ini (pandemi) akan segera selesai, terlebih lagi program vaksinasi sudah mulai jalan,” kata Totok Lusida.

Motivasi Dari Senior REI
Memanfaatkan HUT REI ke 49, yang diselenggarakan di masa pandemi, DPP REI menghadirkan tokoh-tokoh REI untuk berbagi strategi dalam menghadapi krisis. Meskipun secara umum, hampir semua pengembang mengalami masa yang sulit saat ini, namun berbekal pengalaman yang cukup panjang, tokoh dan senior REI tersebut masih mampu untuk bertahan.

“Pasti harus ada penyesuaian dengan kondisi saat ini. Yang paling terganggu adalah cash flow dan untuk mengatasinya memang tidak mudah. Berat ringannya menghadapi krisis adalah bagaimana perusahaan tersebut ketika sebelum krisis. Ciputra memiliki segmen pasar yang beragam, maka jika ada salah satu segmen ada yang terdampak krisis, maka ada segmen lain yang masih bisa jalan,” jelas Budiarsa Sastrawinata, Managing Director Ciputra Group.

Dalam kondisi krisis, kata Budiarsa, yang paling penting adalah likuiditas perusahaan. Menghadapi krisis, maka harus segera beradaptasi. Kondisi dimana perilaku memang sudah mulai berubah, sehingga harus cepat mengantisipasinya. Begitu juga cara pemasaran yang harus segera diadaptasi, dan Ciputra memang sudah memulainya sebelum krisis.

“Konsumen bisa melihat proyek-proyek kami melalui online dan ini sudah menjadi kebiasaan konsumen. Jadi kita harus pandai membaca kebutuhan pasar dan kami bersyukur masih bisa jalan meskipun tetap ada pengaruh karena pandemi. Beberapa proyek yang kita luncurkan di saat pandemi mendapat respon sangat bagus,” tutur Budiarsa.

HUT REI ke 49 yang dirayakan dengan sederhana karena adanya pandemi Covid-19
Diamini oleh Hendro Gondokusumo, Direktur Utama PT Intiland Development Tbk,. yang mengatakan hampir semua pengembang terpengaruh dalam kondisi ini, terutama pengembang yang membidik segmen menengah ke atas sebagaimana proyek-proyek yang dikembangkan Intiland. Kondisi ini, kata Hendro, harus berani dihadapi dan tetap terus belajar.

“Masa saat ini sangat berbeda dengan sebelum pandemi, jadi kita harus memikirkan sesuatu yang baru walaupun belum tentu berhasil. Setiap minggu selalu ada waktu untuk berkumpul seluruh direksi untuk memikirkan strategi terbaru, kita harus melakukan perubahan termasuk desainnya yang disesuaikan dengan kondisi saat ini,” jelas Hendro.
Menurut Hendro, krisis itu ada bahaya dan kesempatan maka bagaimana kita bisa melihat kesempatan itu dan minimal belajar menghadapinya adalah kuncinya. Kami bersyukur sektor industri masih cukup bagus, begitu juga perkantoran dimana tingkat penyewaan kami masih bagus. Mungkin karena mereka suka desain atau lokasinya yang dekat MRT. Intinya adalah, kami membuat sesuatu yang beda,” ungkap Hendro.

Sementara itu, Komisaris PT Metropolitan Land, Tbk,. Nanda Widya membagikan 11 langkah dan strategi yang harus dilakukan pengembang saat ini yakni menjaga arus kas, melakukan efisiensi, melakukan negosiasi, menjalankan digital marketing, fokus kepada proyek dengan nilai dibawah Rp1 miliar, bekerjasama dengan agen-agen pemasaran, berkerjasama sesama developer, perbaiki sistem operasional, bekerjasama dengan bank dalam hal KPR, percepat vaksinasi mandiri dan tetap menjaga optimisme. “Kita sudah lewati setahun dan masih diperlukan optimis untuk 1 hingga 2 tahun ke depan,” tegas Nanda.

Sumber: