KAWASAN

Permintaan Lahan Industri Mulai Melejit

Administrator | Selasa, 29 Agustus 2017 - 14:03:05 WIB | dibaca: 193 pembaca

Proyeksi sejumlah lembaga riset kalau tahun 2017 akan menjadi masa gemilang untuk penjualan lahan industri terbukti sudah. Sepanjang kuartal pertama tahun ini, hampir seluruh pengelola kawasan industri mencatatkan pertumbuhan permintaan lahan industri secara signifikan.

Tondy Suwanto, Direktur PT Puradelta Lestari Tbk, pengembang kawasan terpadu Kota Deltamas di Cikarang Pusat, mengungkapkan pada kuartal I 2017 perseroan berhasil meraih penjualan pemasaran (marketing sales) sebesar Rp 559 miliar atau sekitar 37% dari target marketing sales sepanjang tahun ini sebesar Rp 1,5 triliun. Penjualan terbesar berasal dari penjualan lahan industri.

Menurut dia, hasil tersebut mengindikasikan permintaan terhadap lahan industri semakin membaik setelah pada awal tahun lalu penjualan tergolong sepi secara umum. Ini juga menggambarkan bahwa investor maupun pelaku usaha sudah mulai merealisasikan investasinya.

“Raihan penjualan tersebut melanjutkan tren penjualan positif lahan industri di Kota Deltamas sejak semester II 2016, sekaligus menegaskan posisi Deltamas sebagai penyedia lahan industri unggulan di Cikarang,” ujar Tondy.

Total lahan industri yang sudah dijual perusahaan di kuartal I 2017 mencapai 29 hektar. Sebagian besar pembeli merupakan perusahaan di sektor farmasi dan terkait otomotif.

Di 2017, total lahan industri yang dijual perusahaan mencapai 52,9 hektar, dimana salah satu pembeli lahan terbesar adalah PT Astra Honda Motor yang membeli lahan seluas 38,3 hektar pada Agustus 2016.

“Artinya penjualan lahan industri di kuartal I tahun ini saja sudah melebihi separuh dari realisasi pada 2016,” ungkap Tondi.

Pada 2016, Puradelta Lestari mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,6 triliun, dimana segmen penjualan lahan industri masih berkontribusi tinggi terhadap capaian tersebut.

“Tahun lalu perlambatan ekonomi nasional turut menekan permintaan terhadap lahan industri. Namun tahun ini kami meyakini permintaan akan lebih positif dibanding 2016,” papar dia.

Peningkatan penjualan lahan industri juga dicatatkan PT Modernland Realty Tbk yang melalui anak usahanya PT Modern Industrial Estate mengelola Modern Cikande Industrial Estate di Banten.

Pada kuartal I 2017, perusahaan ini telah membukukan penjualan lahan industri seluas 16,76 hektar, dari target seluas 65 hektare hingga akhir tahun ini.

Menurut informasi, realisasi penjualan lahan industri tersebut merupakan transaksi dengan empat perusahaan lokal, dua perusahaan China dan satu perusahaan Singapura.

Sementara sepanjang 2016, realisasi penjualan lahan di Modern Cikande hanya 25 hektar, akibat pasar yang masih lesu.

PERTAMA BANGKIT

Konsultan properti, Colliers International Indonesia mengungkapkan penjualan lahan industri sepanjang kuartal I 2017 mencapai 50,72 hektare atau meningkat dibanding periode yang sama tahun lalu seluas 20 hektare.

Menurut Associate Director Research Colliers, Ferry Salanto, secara keseluruhan tahun ini kinerja perusahaan pengelola kawasan industri diperkirakan akan bertumbuh dibanding tahun sebelumnya. Capaian di kuartal pertama tahun ini akan meningkatkan optimisme bagi pengembang kawasan industri.

“Seperti halnya sektor properti lain, sebenarnya permintaan lahan industri sempat turun dalam tiga tahun terakhir, namun diyakini bakal menjadi sektor pertama yang akan bangkit,” papar Ferry.

Pada kuartal I 2017, disebutkan ada empat perusahaan yang berhasil membukukan peningkatan penjualan dan laba yakni Modern Cikande, Jababeka, Suryacipta, dan Kota Bukit Indah atau Bestland Pertiwi.

Dia memprediksi, hingga 2020 ekspansi investor China dan Jepang masih akan terjadi dan mengisi lahan-lahan industri di sekitaran Jakarta. RIN