AKTUAL

REI Mega Expo 2018

Pertama Kali, Pameran Properti Dipadu dengan Ajang Otomotif

Administrator | Jumat, 23 November 2018 - 15:46:24 WIB | dibaca: 31 pembaca

Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) bekerjasama dengan Dyandra Promosindo untuk kedua kalinya kembali menggelar REI Mega Expo yang berlangsung dari 19-29 April 2018 di Hall C3, JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.

Pameran ini diikuti sekitar 25 pengembang dengan total produk yang dipasarkan mencapai 100-an proyek properti dari berbagai jenis dan segmen pasar.

Yang paling menarik, tahun ini pameran properti terbesar dan termegah yang dibesut REI tersebut diadakan di waktu dan lokasi yang bersamaan dengan pameran otomotif paling bergengsi di Tanah Air yakni Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018. Seperti diketahui, sekitar 500 ribu pengunjung ditargetkan bakal menghadiri IIMS 2018.

REI menilai event ini adalah salah satu terobosan baru, dimana pameran otomotif dipadukan dengan pameran properti khususnya rumah.

“Saat ini baik rumah dan mobil merupakan dua kebutuhan primer bagi masyarakat di perkotaan sehingga diharapkan terjadi sinergi dan saling melengkapi. Jadi konsumen dimanjakan karena hadir di satu lokasi, namun bisa melihat dua produk sekaligus yakni otomotif dan properti,” ungkap Ketua Umum DPP REI, Soelaeman Soemawinata kepada Majalah RealEstat usai pembukaan secara resmi REI Mega Expo 2018 di JIExpo Kemayoran, Sabtu (21/4/2018).

Berbagai produk properti dipamerkan di REI Mega Expo 2018, dimana mayoritas didominasi produk-produk hunian milik anggota REI. Adapun rumah yang dipasarkan berasal dari beragam segmen mulai rumah bersubsidi hingga non-subsidi dengan kisaran harga dari Rp 130 juta hingga Rp 5 miliar per unit.

Rumah-rumah bersubsidi memang mendapat perhatian besar dari REI karena seiring dengan komitmen asosiasi tersebut sebagai garda terdepan membangun rumah rakyat.

Selama pameran berlangsung, penyelenggara telah menyiapkan sejumlah promo bagi konsumen antara lain beli rumah dapat mobil, uang muka rendah dari 1%-5%,bunga KPR/KPA rendah mulai dari 5%, KPR/KPA bertenor hingga 20 tahun, serta instant approval dari perbankan.

Menurut Eman, demikian dia akrab dipanggil, dengan sinergi pemasaran melalui pameran besar seperti REI Mega Expo diharapkan dapat membantu menjembatani pengembang dan calon pembeli.

Sejak awal tahun ini banyak pengembang terutama anggota REI yang makin gencar meluncurkan produk properti yang menunjukkan pasar properti mulai bangkit kembali. Namun pasar perlu terus didorong, salah satunya dengan memperbanyak pameran properti. Ajang pameran, kata dia, cukup ampuh untuk menggaet masyarakat untuk membeli sesuatu.

“Strateginya kami akan memperbanyak dan mendukung kegiatan pameran properti seperti ini, sehingga gaungnya diharapkan mampu menggerakkan semangat pasar khususnya pengembang agar terus berproduksi, dan yang penting menjadi magnet menarik minat masyarakat membeli atau berinvestasi properti,” papar Eman yang juga Presiden Federasi Real Estat Internasional (FIABCI) Asia Pasifik.

Dia berharap pertumbuhan industri properti ke depan akan semakin membaik. Asosiasi tidak terlalu mengkhawatirkan tahun politik akan menekan bisnis properti pada tahun ini. Pelaku usaha properti, ungkap dia, sudah terbiasa menghadapi tahun politik sehingga tidak akan berpengaruh terhadap rencana ekspansi mereka.

Ditargetkan sedikitnya 50 ribu orang akan berkunjung selama 10 hari pelaksanaan REI Mega Expo 2018, dengan target transaksi diperkirakan mencapai Rp 5 triliun.

Peran Swasta
Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid yang mewakili Menteri PUPR membuka secara resmi REI Mega Expo 2018 mengharapkan pengembang besar maupun pengembang kecil anggota REI untuk mendukung pemerintah dalam membangun kota-kota baru di Indonesia.

Keberadaan kota baru yang didukung infrastruktur dan perumahan diharapkan dapat mendorong tumbuhnya perekonomian bangsa serta pemerataan pembangunan di berbagai bidang.

“Pemerintah meminta komitmen para pengembang untuk mendukung pembangunan kotakota baru di Indonesia. Ada sekitar 10 kota baru dan sejumlah daerah lain yang sudah disiapkan oleh Kementerian PUPR,” ujar Khalawi.

Dia menambahkan, adanya backlog perumahan yang cukup tinggi menjadi peluang bagi para pengembang untuk meningkatkan pembangunan hunian bagi masyarakat. Sebab, pemerintah tentunya tidak akan mampu memenuhi kebutuhan seluruh rumah bagi masyarakat mengingat anggaran yang terbatas.

Dari jumlah backlog perumahan yang ada di indonesia saat ini, kontribusi hunian yang dibangun oleh pemerintah hanya 20 persen dengan anggaran dari APBN, sedangkan hunian yang berasal dari subsidi seperti KPR FLPP sekitar 30 persen. Sisanya sekitar 50 persen diharapkan berasal dari peran swasta.

“Kebutuhan rumah per tahun itu 800 ribu sampai satu juta unit per tahun. Kami dorong pengembang, Pemda dan masyarakat serta perbankan untuk mendukung Program Sejuta Rumah ini,” ungkap dia.

Menanggapi harapan pemerintah, Eman menegaskan pengembang yang tergabung dalam REI siap mendukung pembangunan kota baru yang tengah disiapkan oleh pemerintah. Salah satunya dengan mendorong pembangunan hunian vertikal sehingga hunian untuk masyarakat bisa terpenuhi dan pemanfaatan lahan juga lebih efisien.

“Pengembang perumahan yang jadi anggota REI saat ini 5.200 pengembang. Sebanyak 4.000 bergerak di pembangunan rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan sisanya 1.200 pengembang membangun rumah komersial untuk non MBR maupun apartemen dan ritel lainnya. Kami siap membantu semua program pemerintah yang sesuai kompetensi REI,” tegasnya. (Rinaldi)