Kilas Berita

Pertengahan 2018, ISPI Group Mulai Garap Land Bank di Bogor

Administrator | Kamis, 10 Januari 2019 - 13:44:25 WIB | dibaca: 157 pembaca

Kelompok usaha properti, ISPI Group, menyiapkan sejumlah titik pengembangan baru di Bogor, Jawa Barat. Perusahaan saat ini memiliki cadangan lahan di tiga lokasi strategis, yakni dua lokasi di tengah Kota Bogor masing-masing seluas 10 hektar dan 20 hektar, serta satu lahan seluas tiga hektar di Lido.

Komisaris Utama ISPI Group, Preadi Ekarto mengungkapkan saat ini pihaknya masih memiliki cadangan lahan yang cukup besar sebagai modal pengembangan ke depan. Total land bank perusahaan sekitar 1.000 hektar yang tersebar di sejumlah lokasi, termasuk Bogor.

Tingginya permintaan hunian menengah di Bogor menjadi alasan grup ini untuk memulai pengembangan proyek residensial di Kota Hujan tersebut.

“Setelah Lebaran tahun ini, mungkin sekitar Juli nanti kami akan mulai kembangkan proyek perumahan menengah di Bogor seluas 20 hektar. Tahap awal akan dibangun rumah dengan harga sekitar Rp 300 jutaan,” ungkap Preadi kepada Majalah RealEstat, Senin (30/4/2018).

Proyek residensial tersebut berada di lokasi stategis, yakni di sekitar Simpang Warung Jambu yang dekat dengan pintu keluar tol Bogor Outer Ring Road (BORR) seksi I yang juga tersambung ke tol Jagorawi melalui pintu tol Sentul Selatan. Preadi optimistis proyek hunian ini akan diminati masyarakat karena lokasinya yang memiliki banyak akses, sehingga diharapkan menjadi salah satu “mesin” penjualan bagi ISPI Group.

Perseroan juga masih memiliki satu land bank lagi di Kota Bogor yang lokasinya berdekatan dengan Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) Dramaga seluas 10 hektar. Sementara pengembangan lahan di Lido seluas tiga hektar, menurut Preadi, pengembangannya masih menunggu rampungnya tol Bogor, Ciawi, Sukabumi (Bocimi) seksi I yang ditargetkan selesai pada 2019.

“Untuk pengembangan Mutiara Lido kamu perlu menunggu perkembangan infrastruktur di sana. Namun dengan luas lahan yang terbatas, nantinya di sana akan dijadikan mixed use development. Konsepnya highrise building, seperti hotel, kondotel dan mungkin bisa juga untuk resort,” papar dia.

ISPI Group membidik penjualan sekitar 1.200 unit rumah sepanjang 2018. Pengembang ini menargetkan bisa menjual sekitar 100 unit setiap bulan. Target tersebut relatif stabil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Apalagi karakteristik pembeli produk ISPI adalah pengguna (end user).

“Hampir 95% pembeli produk ISPI Group adalah end user, yang membeli lewat cicilan KPR. Itu mengapa penjualan kami selalu stabil karena yang membeli adalah mereka yang butuh rumah untuk ditinggali,” ujar Preadi.

Selama periode Januari-April 2018, ISPI Group telah berhasil mencatatkan penjualan 400 unit rumah dengan nilai marketing sales sekitar Rp 150 miliar. Ratarata harga hunian yang ditawarkan perusahaan mulai dari Rp 300 juta - Rp 2 miliar. Sebagian besar target penjualan tahun ini diharapkan disumbang dari proyek Mutiara Gading City Bekasi, yaitu sekitar 45%.

Akhir pekan lalu, ISPI Group resmi meluncurkan kluster terbaru bertajuk Oakwood di Mutiara Gading City. Klaster yang berada di lokais prime ini terdiri dari 300 unit rumah tapak dua lantai yang dibangun di lahan seluas 9 hektare. Dari sejak dipasarkan, sekitar 50% atau 150 unit rumah di klaster tersebut sudah terjual. Harga jualnya sekitar Rp 500 jutaan per unit.

“Klaster ini mengusung konsep hunian ramah lingkungan karena persis berada di sisi hutan kota seluas 25 hektar dan danau yang bisa dinikmati dari lantai atas rumah. Jadi konsepnya kembali ke alam, karena penghuni bisa nikmati hijaunya pohon sengon dan kicauan burung-burung, “ kata Marketing Manager Mutiara Gading City Hartono Sutioso saat launching Klaster Oakwood. (Teti Purwanti)