Kilas Berita

Politeknik PU Siap Lahirkan Tenaga Terampil Konstruksi

Administrator | Rabu, 15 Januari 2020 - 16:18:52 WIB | dibaca: 459 pembaca

Foto: Istimewa

Politeknik Pekerjaan Umum (PU) siap memulai tahun akademik perdana di 2019, sejak resmi berdiri pada Desember 2018. Dari total pendaftar sebanyak 5.384 orang, jumlah mahasiswa yang diterima di Politeknik PU sebanyak 145 orang, yang terbagi dalam tiga jurusan, yakni Program Studi Teknik Konstruksi Bangunan Air sebanyak 50 orang, Teknik Konstruksi Jalan dan Jembatan 53 orang dan Teknik Konstruksi Bangunan Gedung 42 orang.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Anita Firmanti, pada Sidang Terbuka Senat Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik PU Tahun Akademik 2019/2020, di Semarang, Senin (12/8) mengemukakan Politeknik PU merupakan perguruan tinggi vokasi yang dibentuk oleh Kementerian PUPR sebagai salah satu terobosan dalam mewujudkan percepatan pembangunan infrastruktur dan untuk merespon kebutuhan tenaga terampil di lapangan.

Hal itu sejalan dengan Visi Presiden Joko Widodo (2019 – 2024) yang salah satunya, adalah pembangunan Sumber Daya Manusia, antara lain dengan meningkatkan kualitas pendidikan dan manajemen talenta.

Menurut Anita, industri konstruksi di Indonesia saat ini masih membutuhkan banyak tenaga kerja. Berdasarkan penghitungan yang dilakukan Kementerian PUPR, setiap kenaikan angaran infrastruktur sebesar Rp1 triliun dibutuhkan tambahan 14.000 orang tenaga konstruksi. Data BPS pada 2017 juga menunjukkan bahwa unskilled labour (tenaga kerja tidak terampil) di Indonesia masih didominasi oleh lulusan SMA, dan sebanyak 74% tenaga konstruksi merupakan level pekerja tukang.

“Untuk itu, upaya untuk meningkatkan kapasitas tenaga kerja konstruksi dari yang tidak terampil menjadi tenaga kerja konstruksi yang terampil merupakan kebutuhan yang mendesak,” ungkap Anita.

Politeknik PU dirancang dengan kurikulum terkini dan merespon industri 4.0 untuk menjamin kualitas lulusannya, serta mampu bersaing di dunia kerja melalui kegiatan belajar mengajar yang interaktif, praktek laboratorium, dan praktek lapangan, sesuai dengan kondisi di proyek-proyek Kementerian PUPR maupun industri konstruksi mitra Kementerian PUPR.

Selain itu, Politeknik PU juga bekerjasama dengan pelaku-pelaku usaha di bidang konstruksi dan lembaga pendidikan vokasi nasional maupun internasional diantaranya IHE-Delft, Belanda dan ENTPE, Lyon, Perancis untuk memfasilitasi pengembangan pembelajaran dan mencapai kualitas pendidikan yang mumpuni.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Lolly Martina Martief mengatakan disamping pendidikan akademis, juga akan diberikan pendidikan karakter untuk mendapatkan tenaga kerja konstruksi yang unggul. (Taria Dahlan)