SEPUTAR DAERAH

Julius Lois Nahkodai REI Papua Barat

Prioritaskan Penataan Destinasi Wisata di Papua Barat

Administrator | Jumat, 05 April 2019 - 15:56:50 WIB | dibaca: 260 pembaca

Siapa tak kenal Kepulauan Raja Ampat? Ya, wilayah yang termasuk teritori Provinsi Papua Barat ini telah ditahbiskan sebagai “surgA” wisata bawah laut. Setidaknya 1.500 spesies ikan atau setara 75% dari seluruh spesies ikan di dunia berada di kawasan ini. Tak pelak, kawasan Raja Ampat sangat kesohor hingga ke mancanegara.

Data dari sejumlah organisasi pegiat pariwisata di Papua Barat menjadi argument pendukung fatwa tersebut. Sesuai catatan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Papua Barat, okupansi hotel di wilayah ini sepanjang tahun 2018 diperkirakan mencapai 75%. Jumlah itu naik sebesar 3% dari tahun sebelumnya.

Malah, Asosiasi Homestay Raja Ampat mencatat adanya kenaikan hingga dua kali lipat kunjungan wisatawan yang menginap di homestay di kawasan tersebut dari semula 500 hingga 1.000 wisatawan pada tahun 2017 menjadi sekira 2.000 wisatawan di tahun 2018.

Setidaknya terdapat 79 destinasi wisata di provinsi pemekaran Papua tersebut. Jumlah itu terdiri dari 20 destinasi wisata alam, delapan destinasi wisata bahari, 32 destinasi wisata budaya, dan 19 destinasi wisata agro. Gurihnya bisnis pariwisata di Raja Ampat ternyata belum berimbas ke daerah lain di sekitarnya. Bahkan, Kabupaten Manokwari, sebagai ibukota Provinsi Papua Barat harus puas hanya sebagai penonton.

Sejumlah kalangan berpendapat bahwa belum optimalnya pemanfaatan destinasi pariwisata di Papua Barat akibat minimnya ketersediaan infrastruktur penunjang.

“Saat ini destinasi wisata di Papua Barat, khususnya di Kabupaten Manokwari memang belum ditata secara optimal. Kami ingin ikut berpartisipasi melalui penyediaan fasilitas hunian atau homestay sebagai pendukung utama industri pariwisata daerah,” ucap Valentino Julius Lois, usai terpilih sebagai Ketua DPD Realestat Indonesia (REI) Papua Barat pada Musyawarah Daerah (Musda) II REI Papua Barat, di Manokwari, Rabu ( 30/1/2019)

Julius menyebut, Kabupaten Manokwari dan Kota Sorong menjadi lokasi favorit pengembangan industri perumahan karena populasi masyarakat di kedua wilayah ini adalah yang tertinggi di Papua Barat.

“Saat ini di Manokwari sudah ada anggota kami yang membangun properti dengan konsep homestay yang diperjualbelikan,” imbuhnya.

Dia menyayangkan pengelolaan pariwisata di Papua Barat belum seoptimal di daerah lainnya seperti Bali, Sumatera Barat, atau DKI Jakarta. Minimnya perhatian terhadap potensi pariwisata ini, ungkap Julius, bisa dilihat belum adanya kegiatan akbar bertema pariwisata di Manokwari yang juga melibatkan para pekerja seni setempat.

Membangun dengan Hati
Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan mengakui bahwa upaya pemenuhan kesejahteraan bagi masyarakat menjadi tanggung jawab bersama. Kehadiran REI Papua Barat dalam upaya pemenuhan kebutuhan papan bagi masyarakat diharapkan dapat terpenuhi secara bertahap.

“Saya ingatkan agar anda benar-benar memastikan status kepemilikan tanah saat menggarap proyek perumahan. Sebab kita paham benar karakter serta adat istiadat yang berkembang di masyarakat. Saya berharap agar developer yang tergabung dalam organisasi REI bisa membangun dengan hati,” kata Dominggus.

Ketua Umum DPP REI, Soelaeman Soemawinata menitipkan pesan agar anggota REI Papua Barat dapat menjaga kualitas perumahan bersubsidi yang dibangun. “Pengembang rumah bersubsidi layak bangga atas kontribusinya membangun rumah pertama bagi konsumen yang notabene Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Tidak sedikit dari para konsumen yang telah bertahun-tahun mengidam-idamkan dapat memiliki rumah,” ujar dia.

Eman, begitu dia kerap disapa, menyitir harus ada idealisme dalam nurani pelaku pembangunan perumahan bersubsidi. Pertama yakni aspek bisnis, dimana pengembang masih dapat memetik keuntungan dari penjualan rumah bersubsidi. Tapi,faktor yang juga tidak kalah pentingnya adalah adanya idealisme berupa misi sosial atau beramal bagi kalangan MBR.

“Saya percaya dengan kepemimpinan Julius Lois yang punya visi dan rencana kerja yang baik, maka REI Papua Barat dapat lebih berkarya bagi daerah,” kata Presiden FIABCI Asia Pasifik itu.

Julius Lois mengajak semua anggota REI Papua Barat untuk turut serta membantu mewujudkan visi dan misi kepengurusan DPD REI Papua Barat masa bakti 2018 – 2021 dibawah kepemimpinannya. “Visi dan misi yang kami emban adalah mewujudkan pembangunan rumah yang juga mewujudkan pembangunan rumah menuju masyarakat Papua Barat yang sejahtera di masa mendatang,” kata pemilik Aston Niu Manokwari Hotel itu.

“Mari kita membangun rumah dengan hati. Mempersatukan dengan kasih, menuju Papua Barat yang aman, sejahtera dan bermartabat,” pungkasnya. (Oki Baren)