ISU GLOBAL

Produk Properti Malaysia Jadi Incaran Investor Indonesia

Administrator | Rabu, 07 Februari 2018 - 10:50:28 WIB | dibaca: 133 pembaca

Foto: Istimewa

Produk properti Malaysia menjadi salah satu yang diminati investor asal Indonesia. Hal itu dibuktikan dari komitmen penjualan properti Malaysia yang mencapai 30 juta Ringgit Malaysia dalam pameran bersama yang berlangsung di Ritz Carlton Hotel Pacific Place SCBD, Jakarta, pada 19-20 Agustus 2017.

Eddie Tan, CEO Invest Asia sebagai penyelenggara pameran bertajuk Malaysia Property Tour 2017, mengatakan properti Malaysia merupakan salah satu pilihan favorit bagi para investor Indonesia, mengingat harganya yang kompetitif. Selain itu, Malaysia juga menjadi destinasi utama pengunjung Indonesia untuk pendidikan dan tujuan medis.

“Ini tentu satu peluang yang besar bagi proyek properti Malaysia, ungkap Eddie Tan di Jakarta, baru-baru ini.

Sebanyak 11 grup pengembang ternama di Malaysia ikut serta dalam pameran tersebut. Beberapa pengembang negeri jiran itu yang mengikuti even tersebut antara lain Symphony Life Group, UDA Property, Bukit Kiara Properties, Guocoland, OCR Group, NAZA TTDI Group, The Haven-Hotel & Resort, Mahsing Group, UEM Sunrise Group, IREKA Group, dan UMLAND.

Total ada 16 proyek yang dipamerkan yang berlokasi di Penang, Kuala Lumpur dan Johor Bahru. Pihak penyelenggara berencana menggelar pameran serupa di sejumlah kota besar di Indonesia seperti Surabaya, Medan, Makassar, Bandung dan Balikpapan.

Sementara itu, Rusmin Lawin yang menjabat Wakil Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) dan Vice President World FIABCI Asia Pacific mengatakan dalam beberapa tahun terakhir ini Malaysia memang memacu pembangunan infrastruktur terutama konektivitas kereta api dan jalan tol. Hampir semua daerah di negara tersebut saat ini telah terhubung dengan baik.

“Saya boleh katakan bahwa kota dunia di ASEAN yang paling mampu mengejar Singapura adalah Malaysia,” ungkap Rusmin.

REI, ungkap dia, juga sedang menyusun program roadshow pameran properti nasional di beberapa negara investor seperti Malaysia, Singapura, Hongkong, Jepang dan China.

“Bersama beberapa kementerian terkait kami dalam tahap finalisasi persiapan aturan kepemilikan properti bagi warga asing di Indonesia, sehingga menambah daya tarik untuk properti di dalam negeri terutama di beberapa kota besar seperti Jakarta, Bali, Batam, Bandung dan Medan yang memang sudah menjadi kota favorit tujuan investasi dan wisata investor asing,” papar Rusmin.

Program “Malaysia My Second Home” yang digalakkan Pemerintah Malaysia menjadi salah satu alasan mengapa banyak investor asing aktif mengincar produk-produk properti di negeri jiran tersebut terlebih untuk unit residensial.

Dalam program tersebut, Malaysia memberikan fasilitas pembiayaan properti kepada pihak asing dengan bunga 4,5 persen melalui bank lokal. Pemilik properti akan mendapatkan fasilitas bebas visa selama 10 tahun, serta hak milik properti hingga seumur hidup.

Di Malaysia, ada aturan uang pembelian dari konsumen ditampung di rekening yang diawasi pemerintah. Dengan langkah ini, maka investasi properti di Malaysia menjadi sangat aman bagi konsumen termasuk pembeli asing, dan efektif menekan kasus pengembang yang melarikan uang konsumen. Nah, lalu apa strategi Indonesia untuk menarik minat investor Malaysia? RIN