SEJUTA RUMAH

Program 1 Juta Rumah Jokowi Genjot Penjualan Semen

Program 1 Juta Rumah Jokowi Genjot Penjualan Semen

Administrator | Selasa, 13 Oktober 2015 - 15:16:48 WIB | dibaca: 953 pembaca

MedanBisnis - Jakarta. Industri semen tanah air pada semester I-2015 terkena dampak perlambatan ekonomi. Penjualan semen pun relatif sepi, baru mulai bergairah setelah Agustus lalu.
"Semester I pada Maret-Juli penjualan semen masih lesu. Agustus tumbuh 17,8% dibandingkan Agustus 2014 kalau September tumbuh 2,6%. Situasi sekarang sudah meningkat. Sampai akhir tahun bisa tumbuh 3-4%," kata Direktur Utama PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), Suparni saat MoU antara Semen Indonesia dan BNSP di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (13/10).

Di tempat yang sama, Ketua Umum Asosiasi Semen Indonesia (ASI), Widodo Santoso menyebut membaiknya penjualan semen di Indonesia dipicu oleh program pemerintahan Jokowi. Salah satunya karena program 1 juta rumah.

"Yang kelihatan karena program 1 juta rumah. Saya baca, pemerintah mau genjot 800.000 rumah dalam 5 bulan ke depan. Bayangkan saja, 1 rumah butuh 5 ton semen tinggal kalikan 800.000 rumah bisa butuh 4 juta ton. Ini belum termasuk rencana bangun apartemen," ujarnya.

Widodo menyebut realisasi belanja semen pada proyek infrastruktur bisa dipercepat lagi mulai awal tahun depan. Alasannya, pembangunan proyek infrastruktur sudah bisa dimulai di awal tahun. Selama ini, belanja infrastruktur pemerintah baru terealisasi pada semester II sehingga angka penjualan semen baru tampak positif di semester II.

"Tahun depan, pemerintah canangkan Februari-Maret proyek sudah bisa jalan. Sekarang baru semester 2, proyek bisa jalan. Sekarang sudah nggak ada masalah. Kementerian (teknis) sudah siap. Dulu ada pemilihan dirjen. Sekarang sudah normal semua," tuturnya.