Berita

Prospek Bisnis Properti Kalangan Milenial Bakal Tumbuh Positif

Administrator | Selasa, 21 Mei 2019 - 12:47:14 WIB | dibaca: 188 pembaca

Foto: Istimewa

Jakarta – Wakil Ketua Umum DPP REI Bidang Tata Ruang Kawasan, Properti, Ramah Lingkungan Hari Ganie memperkirakan potensi pasar properti bagi kalangan milineal sangat besar, karena Indonesia tengah mengalami bonus demografi.

“Masih banyak anak-anak muda yang membutuhkan rumah. Sehingga menjadi tantangan bagi para developer, bagaimana menangkap peluang pasar bagi para milenial ini,” kata Ganie saat menjadi pembicara di acara FGD “Hunian Terintegrasi untuk Milenial” yang diselenggarakan oleh Forum Warta Pena di Hotel Amaroossa Jakarta, Rabu (8/5/2019).

Menurutnya, membangun di sekitar kawasan pintu transit atau Transit Oriented Development (TOD) akan menjadi peluang bagi bisnis properti ke depan. Beberapa pengembang anggota REI sedang mengembangkan kawasan di sekitar pintu transit kereta api, seperti Stasiun Jurangmangu oleh Jaya Group dan Stastiun Cisauk oleh Sinarmas Land.

Pengembangan TOD diatur oleh sejumlah aturan seperti, Perpres No. 55 Tahun 2018 tentang Rencana Induk Transportasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi; Permen ATR/ Kepala BPN No. 16 Tahun 2017 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Berorietnasi Transit; dan Pergub DKI Jakarta No. 44 Tahun 2017 tentang Pengembangan Kawasan Transit Oriented Development (sedang dalam proses revisi).

Dia berharap, arah perkembangan transportasi publik juga mengarah ke sebelah barat Jakarta, karena beban transportasi juga semakin meningkat seiring semakin banyaknya masyarakat yang tinggal ke sebelah barat Jakarta. Karena saat ini transportasi public seperti MRT dan LRT, lebih banyak menangkap pasar dari sebelah timur dan selatan Jakarta.

Ganie juga memperkirakan penjualan properti kembali bergairan pasca Pemilu, dan Idul Fitri 1440 H.

Di tempat yang sama, Manager Konten Rumah.com Boy Leonard Pasaribu melihat kalangan milenia paling bersemangat membeli properti, namun minim pengalaman dan informasi. Pengembang dapat memberikan bantuan informasi hingga pengurusan pengajuan KPR.
Dia juga mengingatkan agar pengembang memiliki strategi pemasaran dengan karakter milenial yang dinamis, technology-minded, dan menyukai desain yang unik.

“Meskipun mereka bersemangat dan sadar akan kebutuhan memiliki rumah, tetapi mereka masih kurang referensi dan panduan untuk mewujudkannya. Ini bisa terlihat dari strategi menabung mereka, di mana mayoritas hanya menabung sebisanya dan menyisihkan paling banyak 25% dari bonus tahunan,” terang Ike.

Berdasarkan usia, kalangan milenial adalah kalangan yang paling resisten terhadap rumah seken. Total, 61% dari kalangan milenial hanya menghendaki rumah baru, hanya 39% yang tak keberatan dengan rumah seken. Kecenderungan terjadi kebalikannya di mana kelompok umur yang lebih tua (40-59 tahun), hanya 34% yang hanya menginginkan rumah baru.

Sepakat dengan pembicara sebelumnya, Boy memperkirakan akan ada peningkatan transaksi pembelian properti khususnya para konsumen KPR pada kuartal III 2019.

“Pengguna KPR baru akan naik pasca Pemilu, bulan Ramadhan, Idul Fitri dan tahun ajaran baru sekolah karena masyarakat cenderung akan lebih memprioritaskan dana untuk penggunaan yang konsumtif,” katanya.

Sumber: